Kamis, 27 Desember 2012

Pengertian Protista Mirip Tumbuhan

Pengertian Protista Mirip Tumbuhan
Protista mirip tumbuhan juga sering dikenal dan disebut sebagai Alga yang memiliki berbagai macam warna. Alga adalah tumbuhan yang biasa hidup di air, (tawar maupun asin, tetapi kebanyakan ditemukan di laut) mengapa bisa beraneka macam warna? Hal ini disebabkan oleh berbagai pigmen yang dimiliki oleh Alga, pigmen ini menghasilkan berbagai macam warna yang tampak di permukaan tubuh Alga, sesuai dengan kebutuhannya, misalnya warna hijau dari pigmen klorofil untuk berfotosintesis dengan sinar matahari.

Ciri-ciri Alga
·         Tidak memiliki akar
·         Tidak memiliki batang
·         Tidak memiliki daun sejati
·         Di dalam selnya terdapat plastid (organel sel yang mengandung pigmen)

Jenis-jenis Alga
·         Alga Hijau (Chlorophyta)
Sesuai namanya, alga ini berwarna hijau karena memiliki pigmen klorofil, maka tempat hidupnya tentu harus ada sinar matahari, alga hijau hidup berkoloni, beberapa jenis alga hijau bersel banyak, tetapi tidak sedikit pula ditemukan alga hijau bersel tunggal
Contoh alga hijau : Volvox, Spygora Sp, Chorella Sp, Chlamydomonas Sp
·         Alga Biru  dan  Alga Merah
Well, penjelasannya digabung aja ya? Hehehe, soalnya kedua alga ini benar-benar mirip, yang membedakan Cuma warna pigmennya saja, tetapi fungsi kedua pigmen tersebut adalah sama, yaitu untuk membantu proses fotosintesis dengan menyerap gelembung cahaya, hal ini dikarenakan cahaya matahari yang masuk sangat sedikit.
 pigmen biruàfikosianin  pigmen merahàfokoeritin
·         Alga keemasan
Warna keemasan di alga ini dihasilkan dari karoten dan jenis alga ini dibagi menjadi 3, yaitu:
Ø  Alga hijau-kuning
Alga ini merupakan perpaduan dari 2 pigmen yaitu  pigmen hijauàklorofil  dan pigmen kuningàxantofil
Contoh : Vaucheria Sp
Ø  Alga coklat keemasan
Perpaduan dari 2 pigmen yaitu pigmen hijauàklorofil  dan  pigmen keemasanàkaroten
Contoh : Ochromonas Sp

Peranan Alga
·         Sumber bahan makanan tambahan
Contoh : Chorella Sp, Gellidium
·         Agar-agar
Contoh : Euchema spinosum
·         Menghasilkan zat kersik
Contoh : Navicula
·         Menghasilkan asam alginate
Contoh : Sargasum
·         Sebagai fitoplankton
Contoh : segala Alga bersel satu

Selasa, 25 Desember 2012

Pengertian Katai Putih

Pengertian Katai Putih
Apa itu katai putih? Katai putih adalah bintang kecil yang sudah tidak lagi bersinar, terdiri dari materi terdegenerasi. Katai putih diduga sebagai tahap evolusi terakhir bintang bermassa kecil dan menengah.
Keanehan katai putih pertama tali dikenali pada tahun 1910 oleh Henry Norris Russell, Edward Charles Pickering dan Williamina Fleming; namakatai putih digunakan oleh Willem Luyten tahun 1922.
Bintang jenis ini memiliki kerapatan cukup tinggi dan kecerlangan yang lemah. Bintang katai putih ini biasanya terbentuk dari bintang yang akan mengakhiri evolusinya, terutama bintang-bintang yang memiliki massa tidak terlalu tinggi. Salah satu bintang yang diperkirakan akan mengakhiri hidupnya sebagai bintang katai putih adalah matahari kita…
Di alam semesta, jumlah bintang itu sangat banyak. Di galaksi Bimasakti saja ada milyaran bintang, dan di antara milyaran bintang itu sekitar 97% diantaranya akan mengakhiri hidup sebagai bintang katai putih. Nah, dengan mempelajari pulsasi (perubahan cahaya yang dipancarkan) bintang dari contoh kelas yang baru akan menjadi jendela informasi penting mengenai titik akhir kehidupan sebagian besar bintang.
Bintang katai putih sendiri bisa dikatakan merupakan sisa bintang serupa Matahari yang telah membakar habis semua bahan bakar nuklir di intinya. Bintang ini sangat rapat, dipepatkan sampai 1.5 kali Massa Matahari dengan volum seukuran Bumi. Sebelum penemuan ini, bintang katai putih diklasifikasikan dalam 2 tipe utama yakni, tipe yang memiliki lapisan terluar hidrogen (80%) dan tipe yang memiliki lapisan teruluar berupa helium (20%). Pada tipe bintang katai putih dengan lapisan terluar berupa helium, diperkirakan lapisan hidrogennya karena sebab tertentu telah hilang.
Diperkirakan bintang katai putih tipe ketiga tersebut ada di antara bintang katai putih yang sangat masif dan merupakan sisa bintang yang cukup kecil untuk bisa mengahiri hidupnya dalam ledakan supernova.

Kengerian Katai Putih
Katai Putih kan bintang yang sudah kehabisan tenaga, sebab dengan tingkat kerapatan tinggi, tentu tidak lama lagi bintang Katai Putih pasti akan meledak seperti supernova, maka dia mencari ‘energy’ kembali dengan memakan planet-planet terdekat, anggaplah bintang Katai Putih ini makhkluk kelaparan, pasti kan sangat aktif mencari makanan, lha kita manusia saja kadang sampai lupa etika kalau sudah kelaparan, apalagi bintang Katai Putih ini.
Bagaimana dengan planet yang selamat dalam orbit Katai Putih? Katai Putih itu kan matahari, dikelilingi banyak planet dan planet yang selamat ini akan mengalami gangguan orbit sehingga mengganggu kestabilan planet di orbit lain bahkan terlepas dari galaksi dan mengalami kegelapan total!
Ya kalau gitu, lha kalau keluar orbit dan kena bintang Katai Putih lain atau malah jadi mengorbit dekat dengan matahari di orbit lain? Ngeri deh!

Penemuan Katai Putih
1. Dari hasil pengamatan tim Montgomery, DeGenaro berhasil menemukan bintang yang memenuhi kriteria untuk masuk dalam tipe katai putih karbon. Bintang yang ditemukan tersebut berada sekitar 800 tahun cahaya di rasi Ursa Mayor. Bintang katai putih bernama SDSS J142625.71+575218.3 memiliki variasi intensitas cahaya regular mendekati 2% setiap 8 menit.
2. Tahun 2010, astronom dari Universitas Arizona menemukan bintang Katai Putih tipe 3 yang massif dan telah kehilangan lapisan helium dan hidrogennya
3. Tahun 2011, para astronom dari Jerman menemukan bintang Katai Putih terpanas dan diberi nama N KPD 005+5160 dan bagian fotosfernya terlihat menampakkan garis emisi (belum pernah terjadi pada pengamatan sebelumnya) dan dengar-dengar nih sebenarnya bintang ini sudah bertahan dari tahun 1985!

The Hunger Games Trilogy : Catching Fire (film)


Film terbaru yang akan dirilis tanggal 22 November 2013! Yee… akhirnya ada juga lanjutan dari “The Hunger Games”!
Nggak sabar nih buat nonton filmnya, judulnya saja sudah seru : “Catching Fire” film fiksi ini merupakan film yang dibuat berdasarkan cerita novel dari Suzanne Collin dan merupakan novel kedua dari Trilogy The Hunger Games.

Ringkasan ceritanya
Setelah memenangkan perlombaan The Hunger Games yang ke 74 {baca di novel pertamanya/lihat film pertamanya} seorang sukarelawan dari distrik 12 yaitu Katniss Everdeen(Jennifer Lawrance) dan Peeta Mellark(Josh Hutcherson) berusaha melupakan saat-saat kelam yang terjadi di arena perlombaan The Hunger Games, mereka menganggap situasi di distrik akan menjadi lebih nyaman, karena sebagai pemenang The Hunger Games, mereka tinggal di rumah tersendiri dan memiliki hampir segala hal mewah! Uang, makanan, tempat tinggal yang baik dan sebagainya.
Sayangnya kondisi di distrik menjadi tidak terkendali, diawali dengan tingkah aneh Gale (sahabat Katnis) yang mulai bekerja seharian penuh dan tampak menjahui Katnis Everdeen, masyarakat di distrik menganggap aksi penyelamatan Katnis Everdeen sebagai awal pemberontakan terhadap Kapitol, sehingga pemberontakan pun mulai berkobar, Presiden Snow sudah merasakan ada gerak-gerik pemberontakan dari masyarakat distrik, maka ia datang menemui Katnis Everdeen dan memintanya untuk berusaha membuat masyarakat distrik percaya bahwa aksi penyelamatannya tersebut berdasarkan rasa cinta pada Peeta Mellark, bukan aksi pemberontakan terhadap Kapitol melalui ‘Victory Tour’ yang harus dilakukan oleh setiap pemenang perlombaan The Hunger Games.
Katnis Everdeen mulai panic pada saat ia merasa tidak mampu memadamkan api pemberontakan yang ia kobarkan secara tidak sengaja, ia tidak ingin ada masyarakat distrik yang gugur akibat melawan Kapitol, Peeta Mellark pun setuju akan usul Presiden Snow dan berusaha menjadi saling akrab.
Nah, pada saat mereka berdua berbicara di depan umum di distrik 11, Katnis Everdeen teringat akan Rue dan segala perjuangan yang mereka lakukan, Katnis Everdeen pun terdiam sejenak dan tiba-tiba ada seseorang yang bersiul persis seperti isyarat dari Rue, dan beberapa saat kemudian Katnis Everdeen terkejut melihat orang terebut ditembak oleh Peace keeper.
Di dalam film “Catching Fire” ini, muncul juga yang namanya distrik 13 yang awalnya dikira sudah dihabisi oleh Kapitol akibat pemberontakan mereka, tetapi rupanya Kapitol menyangka bahwa mereka masih ada dan tinggal di bawah tanah sambil menunggu saat yang tepat untuk memberontak kembali bersama dengan seluruh penduduk distrik lain…

Seru kan?? Pasti kamu bakalan ikut kebawa tegangnya film ini dan jangan lupa juga di tahun 2014 nanti akan diluncurkan film ketiganya yaitu “Mockingjay” yang dibagi menjadi 2 part.

Senin, 24 Desember 2012

Galaksi, Kumpulan Matahari yang Tersusun Indah oleh Tuhan

Pengertian dan sejarah penemuan galaksi

Galaksi berasal dari kata awal berbahasa Yunani yaitu galaxias, karena terbentuk bersamaan setelah Big Bang, maka umur galaksi rata-rata adalah 15 milyar tahun. Di luar angkasa, sebuah bintang tidaklah sendirian menyebrangi ‘lautan’ di langit, bagaimanapun juga, mereka selalu pergi berkelompok, bergerak bersama, dan saling terikat satu sama lain, besar atau tidaknya suatu galaksi, ditentukan oleh terjadinya Supernova di galaksi tersebut, sebab supernova juga berperan dalam hal perkembangan medium antar bintang.
Sebelum tahun 1924, kita para manusia belum mengenal adanya galaksi lain, meski sudah mengenal luar angkasa dengan baik, misalnya bintang, bulan, planet-planet terdekat dan tentang perputaran bumi terhadap matahari à dibuktikan dengan beberapa catatan cerita dan sejarah. Well, tetapi tampaknya ada beberapa orang yang telah berspekulasi mengenai adanya galaksi terlebih dahulu, sebut saja di tahun 1755, Immanuel Kant mengemukakan kemungkinan adanya galaksi lain seperti galaksi Bimasakti, tahun 1845 William Parsons membangun sebuah teleskop dan tara… menemukan galaksi dalam bentuk spiral dan mengkokohkan teori Immanuel Kant.
Nah, setelah tahun ditemukannya teleskop dengan lensa terkuat pada zaman itu, para peneliti mulai mengenali galaksi-galaksi dan mengerti bahwa satu galaksi bisa mengandung ratusan bahkan miliaran bintang, yah atau lebih simplenya, satu galaksi bisa mengandung miliaran matahari termasuk planet-planet yang mengelilinginya seperti bumi kita tercinta ini dan segala lubang hitam serta komet, dan materi gelap.
Berkat teleskop di Mount Wilson, para ilmuwan di zaman itu juga sanggup mengetahui beberapa bentuk galaksi dan beberapa waktu kemudian manusia dapat meneliti dan mengetahui bintang-bintang lain yang jauh, sinar gamma yang berasal dari galaksi lain, dan galaksi terdekat dari galaksi Bima Sakti yang kira-kira sejauh 2 miliar tahun cahaya jauhnya dengan lensa yang jauh lebih kuat.
Bahkan kita para manusia bisa mengetahui bahwa galaksi kita ini diselubungi oleh corona, sebuah lapisan atmosphere yang berisi gas panas yang memiliki temperatur sekitar 100.000 derajat celcius, tapi nggak tahu lagi dengan galaksi lain, yah karena ini adalah gas, maka kalau bukan bantuan dari sinar ultraviolet dan sinar yang membantu lainnya, kita nggak  bakalan bisa tahu adanya corona

Tipe dan pembagian galaksi
Galaksi dibagi menjadi  secara garis besar dibagi menjadi 2 tipe, yaitu galaksi kerdil yang terdiri dari kira-kira sepuluh juta bintang dan galaksi raksasa yang terdiri dari kira-kira miliaran bintang.
Well, ini dia beberapa tipe galaksi secara agak lebih detail berdasarkan Sistem Klasifikasi Hubble secara visual:
·         Galaksi dibedakan secara eliptik
Sistem Klasifikasi Hubble membagi tipe-tipe galaksi berdasarkan tingkat ke elipsannya, mulai dari galaksi yang sepertu gugus bola hingga galaksi dengan tingkat ke elipsan tinggi
·         Galaksi dibedakan secara tidak berbentuk
Selain spiral dan eliptik, ada juga galaksi dalam wujud tidak jelas bentuknya sehingga tidak bisa digolongkan.
·         Galaksi dibedakan secara ‘spiral’
Spiral dibedakan menjadi 2, yaitu spiral dan spiral berbatang.
Galaksi spiral terdiri dari piringan berupa bintang dan materi antar bintang yang berotasi, serta gembung pusat yang terdiri dari bintang-bintang tua. Terdapat lengan spiral yang menjulur dari gembung pusat. Dalam sistem klasifikasi Hubble, galaksi spiral ditandai sebagai tipe S, diikuti huruf (a, b, atau c) yang menunjukkan tingkat kerapatan dari lengan spiral dan ukuran dari gembung pusat. Galaksi Sa memiliki lengan spiral yang kurang jelas dan membelit secara rapat, serta gembung pusat yang relatif besar. Sedangkan galaksi Spiral Berbatang memiliki lengan spiral yang terbuka dan gembung pusat yang relatif kecil.
Beda kan??

Kalau menurut pembagian lain sih begini:
·         Nature
Artinya pergerakan galaksi (inti dan semua yang bergerak mengikutinya) menjadi cukup teratur dan tenang salah satu contohnya adalah galaksi Bimasakti, beberapa galaksi yang memiliki ‘sifat’ nature, formasi bintangnya melaju lebih lambat untuk pasokan gas di masa yang akan datang
·         Nurture
Kebalikan dari Nature, galaksi dengan ‘sifat’ ini formasi bintangnya tidak teratur, pasokan gasnya cepat habis sehingga tidak akan bisa berkembang atau menghasilkan bintang baru, bahkan sering ada tabrakan di dalam galaksinya

Inti Galaksi
Nah, bumi kan mengelilingi matahari, kalau matahari kan mengelilingi inti galaksi, pertanyaannya adalah darimana galaksi mempunyai kekuatan? Nah, galaksi tentunya tidak memiliki inti yang kosong begitu saja, karena inti galaksi harus cukup kuat untuk menarik ratusan bintang-bintang menjadi satu, maka ditelitilah inti galaksi kita dan hasilnya mencengangkan!
Inti galaksi terdiri dari black hole, atau banyak supernova yang besar dan menggabung sehingga membentuk supermassive black hole, daya tarik dari black hole ini mempengaruhi bentuk galaksi lho! Makanya nggak semua galaksi berbentuk spiral, ada yang berbentuk seperti topi sombrero, mata kucing, dan lain-lain.
Well, menurutku(kurang terpercaya) tampaknya kalau inti galaksi adalah black hole, maka kita sebenarnya sedang dihisap seperti waktu mengeringkan air di bak mandi dengan membuka tutupnya, maka akan tercipta bentuk spiral seperti galaksi(bedanya cuma nggak bercahaya dan jauh lebih kecil) hehehe, cuma opini.

Cara Terbentuknya Galaksi
Galaksi yang kita ketahui sekarang adalah hasil pembentukan dari protogalaxy, atau galaksi purba yang berupa gas-gas kaya akan materi-materi pembentuk galaksi dan materi gelap.


Berdasarkan sumber-sumber terpercaya serta beberapa file memoryku dan opini(ditandai jelas yang mana opini yang mana bukan), ditulis oleh : Kristina Andita P. Kaaro
:)

Minggu, 23 Desember 2012

Supernova, Ledakan yang Menguntungkan

Pengertian Supernova
Supernova adalah sebuah ledakan bintang di galaksi sehingga menimbulkan buuaanyaak nova(reaksi katai putih saat menghisap energy dari bintang pasangannya), jadi namanya supernova, gitu simplenya. Nah, peristiwa ini menandai berakhirnya masa sebuah bintang, bintang yang kumaksud di sini adalah matahari, (segala benda langit yang memancarkan cahayanya sendiri disebut bintang) bingung?
Setiap bintang yang kita lihat di malam hari adalah matahari, jadi sebanyak bintang yang kita lihat, maka kira-kira sebanyak itulah galaksi yang ada di luar sana, buanyak kan? Super banyak!
Bahkan tiap menit, ada supernova yang sedang terjadi di luar sana, mengamatinya memang sulit, dan bukankah ada ratusan bahkan milyaran bintang? Reaksi Supernova memang terjadi dalam waktu yang cukup lama, sebab usia bintang mencapai milyaran tahun, tetapi kan ada milyaran bintang juga di luar sana, di bimasakti (galaksi kita) saja supernova terjadi setiap 50 tahun sekali
Supernova terjadi pada saat sebuah bintang telah menjadi tua dan tidak mampu melanjutkan riwayat hidupnya, maka bintang tersebut akan mengalami gejolak atau ledakan di dalam intinya yang super panas sehingga materi-materi penyusunnya akan terpicu untuk semakin membesar akibat pengiriman helium ke permukaan bintang dan menyisakan materi besi di dalam inti bintang, nah, karena yang tersisa hanya besi, maka inti bintang tidak bisa melakukan fusi nuklir untuk menjadi atom yang lebih besar, sampai titik terakhir atau batas maksimal si bintang dan kemudian, perlahan-lahan gravitasi dalam bintang tersebut mulai rapuh, rusak dan akhirnya runtuh sehingga bintang tersebut tidak bisa mempertahankan gravitasinya lagi dan akhirnya meledak sehingga ratusan materi-materi penyusunnya tersebar dengan kecepatan luar biasa dan merusak medium antar bintang dan memicu terjadinya lubang hitam
Nah, sebenarnya reaksi seperti ini juga bisa dipicu oleh fusi nuklir   à saat dimana inti dari dua atom bergabung dan membentuk inti atom yang lebih besar

Ciri-ciri Supernova
Bintang menjadi sangat sangat sangat terang, berjuta-juta kali lebih terang daripada biasanya, berukuran lebih besar (membesar) dan tentunya lebih panas, hal ini adalah ciri-ciri beberapa minggu sebelum terjadinya ledakan bintang.


Guna Supernova
Supernova mampu memperkaya medium antar bintang akibat ledakan yang dihasilkannya dan materi-materi penyusun bintang yang ‘dikirim’ oleh ledakan tersebut, misalnya saja menghasilkan logam yang memberatkan awan-awan di sekitarnya, membuat planet baru dari sisa-sisanya, bumi saja kan terbentuk dari ledakan supernova.

Jenis Supernova
1.Berdasarkan spectrum:
-         Supernova Tipe Ia
Pada supernova ini, tidak ditemukan adanya garis spektrum Hidrogen saat pengamatan.
-         Supernova Tipe Ib/c
Pada supernova ini, tidak ditemukan adanya garis spektrum Hidrogen ataupun Helium saat pengamatan.
-         Supernova Tipe II
Pada supernova ini, ditemukan adanya garis spektrum Hidrogen saat pengamatan.
-         Hipernova
Supernova tipe ini melepaskan energi yang amat besar saat meledak. Energi ini jauh lebih besar dibandingkan energi saat supernova tipe yang lain terjadi.

2.Berdasarkan energinya :
-         Supernova Termonuklir (Thermonuclear Supernovae)
v Berasal dari bintang yang memiliki massa yang kecil
v Berasal dari bintang yang telah berevolusi lanjut
v Bintang yang meledak merupakan anggota dari sistem bintang ganda.
v Ledakan menghancurkan bintang tanpa sisa
v Energi ledakan berasal dari pembakaran Karbon (C) dan Oksigen (O)
-         Supernova Runtuh-inti (Core-collapse Supernovae)
v Berasal dari bintang yang memiliki massa besar
v Berasal dari bintang yang memiliki selubung bintang yang besar dan masih membakar Hidrogen di dalamnya.
v Bintang yang meledak merupakan bintang tunggal (seperti Supernova Tipe II), dan bintang ganda (seperti supernova Tipe Ib/c)
v Ledakan bintang menghasilkan objek mampat berupa bintang neutron ataupun lubang hitam (black hole).
v Energi ledakan berasal dari tekanan


Dikumpulkan dari berbagai sumber dan ditulis ulang oleh : Kristina Andita P. Kaaro