Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 April 2014

Hydrogen

For all gorgeous stars
You're really mean to me
Beautiful but deadly
Useful and greedy
But, you need to know
Here I standing in nothing
Dancing alone in the emptiness
I'm always stand for you
Behind all the bright stars
Behind all their great light
Just for them
Being eaten
But I keep silent
I'm just like shadows
To push them being bright
Stand to make peoples happy
To watch their great smiles
To make all the pains that come with darkness fade away
To give a new dawn
Even not everyone know my sacrifice
I let myself fall into a sweet surrender
But I thanks to God
Because I know it's God's way for me
He choose the best part for anything
Including me
A hopeless things, an unseen one
I'll do it all
Until the time will tell us
When to start all over again.

taken from : Here
by : Kristina Andita Kaaro

Minggu, 26 Mei 2013

Maybe

I am not a perfect girl
I doesn't have a perfect love
I can't waiting for your love anymore

But I hope and I pray
Maybe that all changes
And I always hold my love
Just for you
I'll wait
:)

posted from Bloggeroid

Rabu, 19 Desember 2012

Kisah dalam Asa


Terbias pagi
Terbenam malam
Kepedihan dalam hati
Telah kembali terulang oleh tawa
Sebuah tangis tergemakan di dalam hati
Luka di balik relung hati tiada tersembunyi
Perasaan cinta di balik hati
Tiada nampak, tiada terkira besarnya
Kasih yang ada akan lebih besar dari yang kau kira
Terjebak dalam permainan semu yang seolah tak berujung
Tersimpan rapi di palungan hati
Penggapaian yang tampak sia-sia
Langkah yang kian melukaiku
Telah merah mataku karena air mata yang kian mengalir
Menenggelamkanku dalam kepahitan
Bertopeng senyuman
Di dalam tangis
Di balik tawa...

Rabu, 28 November 2012

Senjaku Bersamamu

Dalam senyum senja
Tersimpan beribu kata
Beribu tangis dan tawa
Dan berjuta kenangan sepanjang hari

Dalam ketenangan senja
Tiada kenangan yang tak diingat
Tiada sahabat yang dilupakan
Tak satupun senyum dihilangkan

Di keremangan senja
Saat terakhir menjelang istirahat panjang
Namamu takkan hilang
Segala ekspresimu telah terukir

Saat indahnya senja datang
Tak ada usaha yang dapat membeli mesin waktu
Taksatupun bisa diulang kembali
Hanya tangis rindu dalam tiap kenangan

Di akhir keremangan senja
Di saat hatiku tak setegar dulu
Saat perasaanku menjadi goyah seturut langkah kakiku
Saat tanganku takkuasa menggenggammu

Temani aku
Kehadiranmu sungguh berarti
Genggam tanganku saat aku rapuh
Mari kita lewati senja ini dengan senyuman
Menuju Yang Mahakuasa...

oleh : Kristina Andita Pradani

Jumat, 09 November 2012

Sebuah Harapan

Oleh :Kristina Andita P
Untuk :kamu yg membaca ini

Terdiam aku dalam sunyi
Keramaian di sekitarku hanyalah semu
Semua tawa ini
Semua senyummu
Semuanya  tak ada yang nyata
Terjebak dalam hidup
Tak berdaya melawan dunia
Akankah semua ini berakhir?
Tidakkah ada yang mendengar suaraku?
Hilangkah jejak-jejak berharga seorang manusia?

Aku tahu aku telah gagal
Telah hilang ditelan waktu
Pedati harapan telah meninggalkanku
Aku tahu tetapi aku tidak mengerti
Terbenam dalam senyum dan tangis palsu
Satu hal yang ingin kumengerti
Adalah betapa berharganya hidup seseorang

Renungkan ini dan pahamilah
Hidup memang susah dimengerti
Hidup memang penuh sandiwara
Tetapi ketahuilah
Bahwa siapapun kamu
Kamu adalah berharga
Kamu tidak sendirian
Meski aku belum melihatmu
Tapi percayalah bahwa tidak hanya aku saja yang mengerti kamu
Tuhan juga peduli

Menunggu

Menunggu dan menunggu
Menunggu seseorang yg tak kunjung tiba
Menghancurkan hatiku
Menghapus semua asa

Menunggu dan menunggu
Menunggu kebencian hilang dari hatinya
Menuai asa yang telah semu
Meremukkan seluruh jiwa dan raga

Akankah hal ini menjadi baru?
Menyisakan jejak lama
Menjawab semua rindu
Menghapus sisa air mata

Ya Tuhan dengarlah daku
Ampuni segala dosa
Jawablah ya Tuhan segala air mataku
Berilah daku asa

Menunggu dan menunggu
Semua jawaban yang ada
Meski hati terkikis waktu
Tetapi tetap kupercaya...

Oleh : Kristina A.P

Jumat, 19 Oktober 2012

Dalam Pandanganku...


Tak bisa tertidur aku malam ini, terjagalah aku saat mentari belum datang di sini, tiada henti pikiranku melayang memikirkan dirimu yang nan jauh di sana.
Teringatku pada senyumanmu yang membahagiakan, kilauan wajahmmu yang menebar sejuta rindu, mungkin.... bagi orang lain tatapanmu tiada berarti, tetapi setidaknya sedetik saja kau menatapku, terjatuh aku dalam naungan lembut cinta yang mematikan.
Hatimu sesuci merpati, seputih bulu domba, beberapa noda telah terhapus, kau begitu baik, semangatmu seolah api yang takkunjung padam tersiram dinginnya air kehidupan.
Kuingat jemarimu yang lentik memainkan sebuah gitar merdu, ah, seaindainya aku bisa merasakan menjadi gitar tersebut, setidaknya senyum hati yang  pecah ini akan terkembang, tiada sumbang tiap nada yang kaumainkan, seolah-olah menjadi pikatan untuk seorang kekasih menghampirimu.
Kutahu, ini terlalu mustahil untuk kucapai, memegangmu saja aku takmungkin, menjadi temanmu saja aku taksanggup,apalagi menjadi seorang kekasih?
Sebuah kabar telah meremukkan hatiku bagai palu, kuharap semua sandiwara ini akan bertahan, sekalipun kuingin kau tahu yang sebenarnya.
Takkan kulupakan dirimu my first love, cinta matiku yang pertama, seseorang yang telah mengubah hidupku menjadi 180 derajat lebih baik tanpa kusadari, apakah memang ini rencana Tuhan? Tetapi aku tidak akan tahan dalam pedihnya tusukan kabar berselimut waktu yang merobek kalbuku.
Tiada insan yang sanggup menahan ini selamanya, dan tiada lama lagi aku menahan ini semua ini, hancur sudah hatiku, tiada kenangan yang akan tersimpan dalam benakku saat tua nanti mengenai dirimu, saat aku sudah takpunya pesona kecantikan lagi, atau setidaknya di saat ini, di saat aku benar-benar membutuhkanmu sebagai kekasihku.
Sampai kapan? Sampai kapan ini akan terus berlanjut tanpa berubah oleh giringan hari yang berganti bulan, dan bulan berganti tahun. Hingga matahari pun terbosankan oleh ini dan bulan memandangku dengan keheranan.
Satu hal yang kuinginkan darimu, ialah selalu berada di sisimu sebagi satu-satunya kekasih yang kaucintai dan akan selalu mencintaimu.
Sebuah kalimat sederhana yang tiada dapat kuucapkan di hadapanmu yaitu ‘I love u’ serumit apakah tiga kata tersebut untuk diucapkan? Ataukah lebih baik aku perumit bahasa-bahasaku yang sederhana ini untukmu, seorang pemain gitar yang paling handal dengan sentuhan tiap nada dan sapaan titik-titik embun pesona yang tiada terelakkan.
Dirimu bagai sebuah emas termurni yang pernah aku lihat, tetapi tiada pernah bisa kugapai, dari sini aku hanya melihat dirimu bagaikan sebuah titik yang amat jauh,  hatimu tiada pernah bisa kusentuh barang sedetik dan sesedikit apapun.
Entah sampai kapan aku akan mengingat dirimu? Kuharap tidak selamanya, karena suatu saat nanti kau jelas bukan milikku dan aku bukan orang yang akan selalu berada di sampingmu melainkan di sisi orang lain yang nanti akan kucintai.
Tetapi kuharap setidaknya memoriku akan mengingat sedikit tentangmu di balik kebut kalbu yang menutupinya, mengingat keceriaanmu bagai berkas-berkas cahaya sang mentari pagi yang menghangatkan hidupku sekalipun aku di sini adalah bumi, sebuah planet ketiga darimu, tetapi masih kurasakan kehangatan cahayamu dari dalam sini.
Bahkan aku tidak mempunyai fotomu, tetapi gambar wajahmu telah kubingkai dalam hatiku dengan selimut kalbu yang sejuk.....











By     : Kristina Andita Pradani