Tampilkan postingan dengan label sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosiologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Januari 2013

Perilaku Konsumen


Teori Perilaku Konsumen
Rupanya perilaku konsumen juga mempunyai dua buah teori. Nah, sebelum membaca tentang teori perilaku konsumen, apa sih perilaku konsumen itu? Perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan oleh masing-masing individu untuk evaluasi, pendapatan, penggunaan atau mengatur barang dan jasa.
Teori perilaku konsumen disebut juga sebagi teori nilai guna yang dibagi menjadi 2, yaitu:

  • Teori Nilai Guna Kardinal
    Bertitik tolak pada anggapan bahwa kepuasan setiap konsumen dapat diukur dengan apapun (sama seperti dalam hukum Gossen), artinya tinggi rendahnya nilai suatu barang tergantung pada tiap penilaian
  • Teori Nilai Guna Ordinal
    Pengukuran kepuasan setiap konsumen diurutkan dalam tingkatan-tingkatan tertentu (mis. Tinggi, sedang, rendah) 

Macam-macam Perilaku Konsumen
Nah, selain teori, perilaku konsumen juga dibagi menjadi 2 yaitu:

  • Perilaku Rasional
    Artinya, konsumen mampu memilih barang yang hendak dikonsumsi secara matang dalam penggunaan dan harga serta terkadang kualitas/keawetan barang
  • Perilaku Irrasional
    Artinya, konsumen tidak mampu memilih barang yang henda dikonsumsi dan membeli barang akibat pengaruh dari luar atau hanya untuk prestise sehingga konsumen irrasional juga terkadang diartikan (bagi beberapa orang) sebagai shopaholic

Faktor yang mempengaruhi
Sama nih! Sama-sama dibagi menjadi 2 yaitu:

  • Internal
    Artinya, hal yang mendorong konsumen untuk membeli barang atau jasa adalah berasal dari dalam dirinya sendiri
  • Eksternal
    Artinya, hal yang mendorong konsumen untuk membeli barang atau jasa adalah berasal dari pengaruh-pengaruh lingkungan di sekitar konsumen serta penjual yang melebih-lebihkan barang dagangannya terkadang dimasukkan ke dalam factor eksternal ini.


Semoga membantu :)

Senin, 07 Januari 2013

3 Cara Mendapatkan Status Sosial

Status social itu apa sih? Status social adalah kedudukan seseorang di hadapan masyarakat, menurut Ralph Linton, ada tiga cara memperoleh status social

Ascribed Status
Kalau yang ini, mudah sekali, karena status social telah didapatkan sejak lahir, hanya perlu mempertahankannya, tetapi pada intinya dan penerapannya dalam kehidupan, status social yang merupakan bawaan dari orang tua, akan tetap melekat, misalnya anak dari seorang raja akan mendapat status sebagai pangeran.

Achieved Status
Cara yang kedua untuk memperoleh status social adalah dengan berusaha dan kerja keras, serta berdoa tentunya, untuk memperoleh status social melalui cara ini maka dibutuhkan kemauan yang keras dan berdoa, contohnya untuk menjadi sarjana, makan diperlukan perjuangan keras melewati bangku kuliah.

Assigned Status
Cara yang ketiga ini tergantung pada keberuntungan dan jasa yang telah kamu lakukan

posted from Bloggeroid

Sabtu, 05 Januari 2013

Hirarki Nilai Sosial

Hirarki Nilai Sosial
Apa sih itu? Kalau kamu pernah membaca buku yang berjudul “Organisasi, Teori Struktur, dan Proses” maka kamu jelas sudah mengetahui apa itu hirarki nilai social.
Sebelum melanjutkan, tahukah kamu apa itu nilai social? Kalau sudah, silahkan lompat ke paragraph selanjutnya, hehehe :) nilai social adalah sebuah patokan, anggapan dan keyakinan bagi individu dalam melakukan tindakan, jadi apabila terbentuk suatu kelompok masyarakat, maka kelompok tersebut akan memiliki keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai social yang dianut oleh seseorang mempunyai tingkatan yang tersusun secara hirarki, yaitu:
-Reaktif
Individu tidak menyadari bahwa dirinya dan orang lain sebagai makhluk berbudaya (biasanya ini adalah anak-anak balita)

-Tribalistik
Individu terikat pada ketergantungan yang tinggi pada tradisi kelompok atau taat pada perintah

-Egosentris
Individu lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri disbanding orang lain

-Konformis
Tidak memiliki rasa toleransi pada nilai yang dianut orang lain, sehingga individu tersebut memaksakan nilai-nilai yang dianutnya pada orang lain

-Manipulatif
Kata lain : licik, Individu ini akan memanipulasi segala hal (termasuk orang lain) untuk mencapai tujuannya

-Sosiosentrik
Individu sosiosentrik akan menganggap bahwa kerjasama lebih baik daripada kerja sendirian

-Eksistensial
Individu di tingkatan ini memiliki rasa toleransi tinggi terhadap berbagai perbedaan nilai social

posted from Bloggeroid

Sabtu, 22 Desember 2012

5 Kado untuk Tahun Baru


Kado yang cocok buat tahun baru dan tanda cinta
Memang kasih sayang dan cinta itu nggak bisa diukur dengan apapun, dan tidak bisa digambarkan sebagai benda apapun, tetapi kalau ingin mensharingkan kasih sayang atau cinta kepada teman, sahabat, pacar atau orang tua, aku kasih beberapa benda yang mungkin cocok:

1.       Foto
Di dalam foto terdapat banyak kenangan, maka foto adalah salah satu kado yang cocok untuk melambangkan tanda cinta atau kasih sayang, bisa saja kamu menaruh foto itu dalam sebuah pigora cantik ataupun sekalian album foto yang besar
2.       Bunga
Bukan bunga segar tentunya, berikanlah bunga plastik yang cantik dan menawan dengan tulisan nama penerima dan namamu
3.       Kalender
Well, untuk yang ini tampaknya harus ada sedikit perjuangan nih, sebab kalender yang kumaksud bukanlah kalender yang beli di toko-toko atau kalender cetakan, melainkan tulisan tanganmu sendiri! Kemudian hiasi dengan simple menggunakan foto-foto kenangan penerima saat bersamamu atau sesuai keinginanmu, lingkari tanggal-tanggal yang menurutnya penting, kemudian kalau bisa di bulan-bulan Agustus atau November, tulisannya agak dirubah lebih jelek dan garisnya agak gemetar biar kelihatan kalau kamu kerja keras bikinin kalender itu untuk dia, hehehe… J
4.       Buku
Hmm… coba berikan dia buku diary, bahkan cowok pun bakal ngebelain nulis buku diary kalau itu berasal dari sahabat atau pacarnya, apalagi jika di halaman awalnya ada tulisan “Happy New Year, semoga dengan tulisanmu di buku ini dapat membuatmu selalu mengingatku dan aku selalu mengingat kamu”  J
5.       Kartu Ucapan
Sama seperti kalender, kartu ucapan “Selamat Tahun Baru” sebaiknya jangan yang hasil cetakan atau beli di toko-toko, buat sendiri sesuai kreasimu
Selamat mencoba

Kamis, 29 November 2012

Menerobos Lampu Merah


Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala
hijau. Jack segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau
terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga
lampu merah biasanya menyala cukup lama.
Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati
Jack berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter
menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang, haruskah ia
berhenti atau terus saja.

"Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,"
pikirnya sambil terus melaju.
Prit! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya
berhenti. Jack menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat
dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak
terlalu asing.Hey, itu khan Bob, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.

"Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!"
"Hai, Jack." Tanpa senyum.
"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru.
Istri saya sedang menunggu di rumah."
"Oh ya?" Tampaknya Bob agak ragu.
Nah, bagus kalau begitu. "Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan
anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh
terlambat, dong."

"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu
melintasi lampu merah di persimpangan ini."
O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack harus ganti
strategi.
"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu
merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala." ... Aha,
terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

"Ayo dong Jack. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan
SIMmu."

Dengan ketus Jack menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan
menutup kaca jendelanya. Sementara Bob menulis sesuatu di buku
tilangnya. Beberapa saat kemudian Bob mengetuk kaca jendela.
Jack memandangi wajah Bob dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela
itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat
tilang. Tanpa berkata-kata Bob kembali ke posnya.
Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob di sela-sela kaca
jendela.

Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota.
Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau
apa?

Buru-buru Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan
Bob.

"Halo Jack, Tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak
perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut
menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan.
Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi.
Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus
berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak
agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi
itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jack. Doakan
agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bob)."

Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob. Namun,
Bob sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan
pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap
kesalahannya dimaafkan.
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang
lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini
sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.

Ajarku Setia


A              C#m   D    E       A

Ajarku setia,      ajarku setia

      D         E       C#m     F#m

Lakukan kehendak  Tuhan

Bm                   E

Dalam hidupku 

A               C#m   D    E       A

Ajarku setia,      ajarku setia

       D       E    C#m   F#m 

Dalam keadaan apapun

 Bm  E       A

Ajarku setia

Tempayan Retak


Seorang tukang air di India memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawanya menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak. Tempayan yang tidak retak selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah tukang air tersebut, namun tempayan yang retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.
Selama 2 tahun hal ini terjadi setiap hari. Si Tukang air hanya dapat membawa pulang 1,5 tempayan air ke rumah.
         Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya yang selalu dapat membawa penuh air, sebaliknya si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaan-nya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannya.
         Setelah 2 tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, si tempayan retak itu berkata pada si tukang air, “saya sungguh malu pada diri saya sendiri dan saya ingin mohon maaf padamu”.”Kenapa ?” tanya si tukang air, “Kenapa kamu merasa malu ?”. “Saya hanya mampu selama 2 tahun ini membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa, karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumahmu, karena cacadku ini, saya telah membuat rugi.” Kata si tempayan retak. Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya ia berkata, “Jika kita lembali kerumah besok aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.”
         Benar.!!! Esoknya ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali merasai sedih karena separuh air yang di bawanya telah bocor, si tempayan retak itu meminta maaf lagi pada si tukang air atas kegagalannya.
         Si tukang air berkata kepada si tempayan retak “Apakah kamu memperhatikan rumahku, tanpa kamu sebagaimana kamu ada dengan cacatmu aku takkan mendapatkan bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu, sedangkan di sepanjang jalan di sisi jalan si temapayan yang tidak retak yang lain tidak terdapat bunga, itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama 2 tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga yang indah itu untuk menghias meja rumahku, tanpa kamu sebagaimana kamu ada dengan cacatmu, akau takkan dapat menghias rumahku seindah sekarang.”

Kebahagiaan


Suatu ketika, terdapat seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak  termenung. Tatapan matanya kosong,menatap hamparan air di depannya. Seluruh penjuru mata angin telah di lewatinya, namun tak ada satupun  titik  yang membuatnya puas. Kekosongan makin senyap, sampai ada suara yang  menyapanya. Ada orang lain disana.  "Sedang apa kau disini anak muda?" tanya seseorang. Rupanya ada seorang  kakek tua. "Apa yang kau risaukan..?" Anak muda itu menoleh ke samping,  "Aku lelah Pak Tua. Telah berkilo-kilo jarak yang kutempuh  untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam  diriku.  Aku telah berlari melewati gunung dan lembah, tapi tak ada tanda  kebahagiaan
 yang hadir dalam diriku. Kemana kah aku harus mencarinya?  Bilakah kutemukan rasa itu?" Kakek Tua duduk semakin dekat, mendengarkan dengan penuh perhatian. Di  pandangnya wajah lelah di depannya. Lalu, ia mulai bicara, "di depan  sana,  ada sebuah taman. Jika kamu ingin jawaban dari pertanyaanmu,
tangkaplah  seekor kupu-kupu buatku. Mereka berpandangan. "Ya...tangkaplah seekor  kupu-kupu buatku dengan tanganmu" sang Kakek mengulang kalimatnya lagi.  Perlahan pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satu arah, taman. Tak  berapa lama, dijumpainya taman itu.  Taman yang yang semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran. Tak  heran, banyak  kupu-kupu yang berterbangan disana. Sang kakek, melihat  dari  kejauhan, memperhatikan  tingkah yang diperbuat pemuda  yang sedang gelisah itu.  Anak muda itu mulai bergerak. lengan mengendap-endap,ditujunya sebuah  sasaran. Perlahan. Namun, Hap! sasaran itu luput. Dikejarnya kupu-kupu  itu ke arah lain. Ia tak mau kehilangan buruan. Namun lagi-lagi. Hap!. Ia gagal. Ia mulai berlari tak beraturan.  Diterjangnya sana-sini. Ditabraknya rerumputan dan tanaman untuk  mendapatkan kupu-kupu itu. Diterobosnya semak dan perdu di sana. berakannya semakin liar. Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satu kupu-kupu yang
dapat ditangkap. Sang pemuda mulai kelelahan. Nafasnya memburu, dadanya bergerak naik-turun dengan cepat. Sampai akhirnya ada teriakan, "Hentikan dulu anak muda. Istirahatlah." Tampak sang Kakek yang berjalan perlahan. Tapi lihatlah, ada sekumpulan kupu-kupu yang berterbangan di sisi kanan-kiri kakek itu. Mereka terbang berkeliling,  sesekali hinggap di tubuh tua itu. "Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang?  Menabrak-nabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau  rusak?" Sang Kakek menatap  pemuda itu. "Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin  pula ia pergi dari dirimu."Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau sesuatu yang dapat kau simpan.  Carilah kebahagiaan itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam  kalbumu. Ia tak akan lari kemana-mana. Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri." Kakek Tua itu mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor kupu-kupu yang hinggap di ujung jari. Terlihat kepak-kepak sayap kupu-kupu  itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Pesonanya begitu mengagumkan, kelopak sayap yang  mengalun perlahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu  menyelaminya.  Mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu. Sulit, bagi  mereka yang terlalu bernafsu, namun mudah, bagi mereka yang tahu apa
 yang  mereka  cari. Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana-sini, menabrak sana-sini, atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya. Kita dapat  saja mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti menangkap buruan yang dapat  kita  santap  setelah mendapatkannya.  Namun kita belajar. Kita belajar bahwa kebahagiaan tak bisa di dapat  dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia bukanlah sesuatu  yang dapat di  genggam atau benda yang dapat disimpan. Bahagia adalah udara, dan  kebahagiaan adalah aroma dari udara itu.  Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula  kebahagiaan itu akan pergi dari   kita. Semakin kita berusaha meraihnya,  semakin pula ebahagiaan itu akan menjauh.  Cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu. Biarkanlah rasa itu  menetap,  dan abadi dalam hati kita. Temukanlah kebahagiaan itu dalam setiap  langkah yang kita lakukan. Dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup  kita. Dalam sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam riuh. Temukanlah  bahagia itu,dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan hati kita. Saya percaya, bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada di sekitar kita.  Bahkan mungkin, bahagia itu "hinggap" di hati kita, namun kita tak  pernah memperdulikannya. Mungkin juga, bahagia itu  berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu acuh untuk  menikmatinya.