Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Februari 2014

Awan Antar Bintang, awan diantara galaksi...

Pengertian Awan Antar Bintang
Kita mungkin kerap kali mendengar nama "Awan Antar Bintang" dan belum mengerti apa yang dimaksud dengan awan antar bintang tersebut.
Awan antar bintang kerap kali menjadi nama untuk sekumpulan gas, plasma dan debu yang berada pada suatu galaksi, dengan kata lain, awan antarbintang adalah daerah yang kerapatannya di atas rata-rata kerapatan medium antarbintang.
Untuk bisa menganalis 'daerah' awan antarbintang, dapat diketahui melalui mempelajari radiasi elektromagnetik yang ada pada suatu daerah tersebut. Hal itu tidaklah terlalu sulit untuk dilakukan, terutama ketika awan antarbintang tersebut menjadi dingin, sebab awan antarbintang yang dingin cenderung memberikan radiasi EM yang panjang dan dengan gelombang yang besar.
Salah satu teleskop yang dapat dipakai untuk mengamati awan antarbintang adalah "Radio Telescope" yang mampu memindai lebih dari satu titik frekuensipada peta, serta merekam intensitas setiap jenis molekul.
Sampai saat ini, diperkirakan bahwa tingkat reaksi yang ada pada awan antarbintang berjalan lambat dan berbagai 'produk' yang dihasilkan tidaklah banyak, hal ini disebabkan oleh rendahnya suhu dan kepadatan awan. Akan tetapi molekul-molekul organi yang ditemukan para ilmuwan menjadi kejutan yang tidak disangka-sangka, seperti formaldehida , metanol , dan vinil alkohol yang hanya ada pada temperatur yang tinggi.
Fakta bahwa mereka ditemukan menunjukkan bahwa reaksi kimia dalam awan antarbintang berlangsung lebih cepat dari yang diduga , kemungkinan dalam reaksi fase gas asing bagi kimia organik seperti yang diamati di bumi. Reaksi-reaksi ini dipelajari dalam percobaan CRESU.
Awan antarbintang juga menyediakan media untuk mempelajari keberadaan dan proporsi logam di ruang angkasa. Kehadiran dan rasio elemen ini dapat membantu mengembangkan teori tentang alat-alat produksi mereka , terutama ketika proporsi mereka tidak sesuai dengan yang diharapkan muncul dari bintang sebagai akibat dari fusi dan dengan demikian menyarankan cara-cara alternatif, seperti spallation sinar kosmik.

Fakta Menarik tentang Awan Antar Bintang
Kita tahu bahwa air sangat mudah terbentuk ketika ada oksigen dan hidrogen bertemu, dan ternyata di awan antarbintang dapat ditemui banyak sekali hidrogen serta oksigen beku yang ada, jadi, ketika dua 'hal' tersebut bertemu, maka terbentuklah air, sehingga ada air di luar angkasa bukanlah hal yang tidak mungkin lagi, terutama di bagian awan antarbintang.

Silahkan Baca Juga
Planet Haumea
300 : Rise of an Empire
Galaksi Lenticular, bentuk yang unik
Lubang Raksasa di Matahari
Eta Aquariids, hujan meteor di bulan Mei
Katai Coklat, bintang yang lebih dingin dari suhu kamar

Dari Blog Lain :
Isi Surat Perintah 11 Maret
Kota Smirna, kota yang fanatik pada Roma
5 Penyakit Ganas yang Hampir Tanpa Tanda
5 Mahkluk Mitos/Mitologi
Burung Dendang Air
Semua Dipanggil Sedikit yang Dipilih

Senin, 10 Juni 2013

Karbon Dioksida

Zat asam arang, atau yang lebih dikenal dengan nama karbon dioksida merupakan dua ato oksigen yang terikat secara kovalen dengan satu atom karbon, Rata-rata konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi kira-kira 387 ppm, gas ini juga dikenal sebagai penyebab terjadinya efek rumah kaca.
Siapa saja sih penghasil karbon dioksida? Semua mahkluk hidup yang menghirup oksigen, maka hasil pembakaran yang keluar adalah karbon dioksida, Karbon dioksida adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, Karbon dioksida adalah hasil akhir dari organisme yang mendapatkan energi dari penguraian gula, lemak, dan asam amino dengan oksigen sebagai bagian dari metabolisme dalam proses yang dikenal sebagai respirasi sel. Ketika dihirup pada konsentrasi yang lebih tinggi dari konsentrasi karbon dioksida di atmosfer, gas ini akan terasa asam di mulut. tetapi penghasil terbesar karbon dioksida adalah:
Hasil samping pengilangan amonia dengan hidrogen
Hasil pembakaran dari bahan bakar fosil
Terbentuk dalam pembuatan Natrium Pospat
Erupsi gunung berapi
Pada suhu −78,51° C, karbon dioksida langsung menyublim menjadi padat melalui proses deposisi. Bentuk padat karbon dioksida biasa disebut sebagai "es kering". Fenomena ini pertama kali dipantau oleh seorang kimiawan Perancis, Charles Thilorier, pada tahun 1825.
Pada abad ke-17, seorang kimiawan Fleming, Jan Baptist van Helmont, menemukan bahwa arang yang dibakar pada bejana tertutup akan menghasilkan abu yang massanya lebih kecil dari massa arang semula. Dia berkesimpulan bahwa sebagian arang tersebut telah ditransmutasikan menjadi zat yang tak terlihat, ia menamakan zat tersebut sebagai "gas" atau spiritus sylvestre (Bahasa Indonesia: arwah liar).

Bahaya Gas Karbon Dioksida

  • Terjadinya efek rumah kaca yang tidak wajar
  • melubangi lapisan ozon
  • Mencairkan lapisan es di kutub
  • Meningkatkan suhu bumi
  • Menimbulkan keracunan


Cara Mengurangi gas Karbon Dioksida

  • Reboisasi
  • Menggunakan kendaraan ramah lingkungan
  • Berusaha mengurangi pemakaian kendaraan berbahan bakar minyak bumi
  • Meningkatkan usaha penggunaan energi alternatif, misalnya saja mengganti minyak bumi pada PLN menjadi bertenaga air (PLTA) atau bertenaga uap (PLTU)
  • Menghentikan penggundulan hutan
  • Mencari bahan pengganti kayu agar tidak selalu membutuhkan kayu

H2S, hidrogen sulfida

Pernah Mendengar tentang H2S? Gas H2S, atau yang lebih akrab dengan sebutan Hidrogen sulfida ini merupakan gas yang berada di kawasan gunung berapi, penguraian bahan organic oleh bakteri dalam keadaan anaerobic (tanpa udara) atau bisa saja ditemui pada pembakaran minyak bumi dan batubara. Maka dari itu H2S terdapat dalam minyak dan gas bumi, selokan, air yang tergenang. Misalnya rawa-rawa dan juga terbentuk pada proses-proses industri maupun proses biologi
Gas ini beracun, mudah terbakar dan tidak berwarna, lalu bagaimana cara mengetahuinya? Bau gas Hidrogen sulfida ini seperti telur busuk, gas ini dapat pula mengubah perabotan logam menjadi berwarna hitam karena gas ini bersifat korosif, gas ini lebih berat dari udara sehingga selalu berada dan berkumpul pada daerah yang rendah.

Bahaya H2S:
 H2S bersifat toksik dengan konsentrasi yang sangat rendah (0,01 – 0,05 mg/L) pada hewan akuatik, termasuk udang bisa bersifat letal (Boyd, 1992). Udang bisa keracunan (kehilangan keseimbangan) pada konsentrasi H2S 0,1 – 0,2 ppm dan pada konsentrasi 0,25 mg/L kematian massal biasa terjadi. Menurut Peter Van Wyk (dalam manual HBOI), sebaiknya konsentrasi H2S < 0,002 ppm dan menurut BPAP – Situbondo, konsentrasi H2S < 0,003 ppm.

Cara Mengatasi H2S :

  • Dengan cara kimia : pengapuran kapur hidrat Ca(OH)2. 
  • Dengan cara biologi : memanfaatkan bakteri gram negatif yaitu Thiobacillus.
  • Dengan cara manual : mengurangi bahan nutrien organik. Sipon atau drainase/pembuangan lumpur.

Karena H2S terbentuk dalam kondisi anaerob, langkah antisipasif utama adalah mempertahankan kondisi dasar tambak aerob dengan pengaerasian yang memadai, dalam hal ini jumlah dan utamanya posisi kincir yang tepat, sehingga bisa menyapu dasar tambak untuk mencegah biogenesis H2S.

Contoh Adanya H2S di kehidupan:

  • Perabotan warga di dekat kawasan Kawah Timbang berubah warna menjadi hitam, tidak hanya perabotan, melainkan pagar tembaga pun berubah menjadi hitam, Kawah Timbang yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan aktivitas, tentu saja menghasilkan H2S yang lebih tinggi dari sebelumnya.
  • Pada proses pencernaan di perut, di dalam perut munculah gas yang bernama Hidrogen Sulfida, gas ini bekerja untuk melonggarkan jaringan pembuluh darah.

Jumat, 22 Februari 2013

Merkurius, planet panas yang memiliki es

Pengertian Planet Merkurius
Merkurius mempunyai banyak kawah dan juga tidak mempunyai satelit alami serta atmosfer. Merkurius mempunyai inti besi yang menciptakan sebuah medan magnet dengan kekuatan 0.1% dari kekuatan medan magnet bumi. Suhu permukaan dari Merkurius berkisar antara 90 sampai 700 Kelvin (-180 sampai 430 derajat Celcius). Bangsa Romawi menamakan planet ini dengan nama salah satu dari dewa mereka, Merkurius (dikenal juga sebagai Hermes pada mitologi Yunani dan Nabu pada mitologi Babilonia).Di Cina kuno, Mercury dikenal sebagai Chen Xing (辰星), Star Hour. Ini dikaitkan dengan arah utara dan fase air di Xing Wu mitologi Hindu Budha menggunakan nama untuk Merkurius, dan dewa ini dianggap memimpin hari Rabu, Dalam astronomi India kuno, Siddhanta Surya, sebuah teks astronomi India abad ke-5, memperkirakan diameter Merkurius sebagai 3.008 mil, kesalahan kurang dari 1% dari diameter saat diterima dari 3.032 mil (4.880 km). Perkiraan ini didasarkan pada dugaan akurat dari diameter sudut planet sebagai 3,0 arcminutes. Dalam astronomi Islam abad pertengahan, astronom Andalusia Abū Ishaq Ibrahim al-Zarqālī pada abad ke-11 menggambarkan relatif kecil dari orbit geosentris Merkurius sebagai oval, seperti telur atau Pignon, meskipun pemahaman ini tidak mempengaruhi teori astronomi atau perhitungan astronomi.  Pada abad ke-12, Ibnu Bajjah mengamati "dua planet sebagai bintik hitam di muka Matahari.
Lambang astronomis untuk merkurius adalah abstraksi dari kepala Merkurius sang dewa dengan topi bersayap di atas caduceus. Orang Yunani pada zaman Hesiod menamai Merkurius Stilbon dan Hermaon karena sebelum abad ke lima sebelum masehi mereka mengira bahwa Merkurius itu adalah dua benda antariksa yang berbeda, yang satu hanya tampak pada saat Matahari terbit dan yang satunya lagi hanya tampak pada saat Matahari terbenam.

Struktur Merkurius
Diameter sebesar 4879 km, luas permukaannya sebesar 7,48×107 km² 0,108 Bumi, volumenya kira-kira 6,083×1010 km³ 0,054 Bumi dan memiliki gravitasi 3,7 m/s² Jarak merkurius ke matahari 57 juta km, dan jarak Merkurius dengan Bumi 92 juta km. Merkurius berotasi dengan kecepatan 10,892 km/j
Merkurius terdiri dari 70% logam dan 30% silikat serta mempunyai kepadatan sebesar 5,43 g/cm3 Mantel setebal 600 km menyelimuti inti Merkurius dan kerak dari Merkurius diduga setebal 100 sampai 200 km. Permukaan merkurius mempunyai banyak perbukitan yang kurus, beberapa mencapai ratusan kilometer panjangnya.suhu di sekitar merkurius dapat mencapai sekitar 2500 sampai 3500 Kelvin dan mungkin mencapai 10000 Kelvin.
Tetapi sepanas-panasnya planet ini, pernah diduga bahwa ada bagian yang dingin di planet ini, mirip Bumi yang memiliki Antartika, planet ini pun memiliki kutub yang dingin bahkan memungkinkan adanya es, hal ini dikarenakan tempat adanya es ini tidak pernah terkena sinar  matahari, suhunya berada jauh di bawah 0 derajat celcius
Meskipun ukurannya yang kecil dan lambat 59-hari-panjang rotasi, Merkurius memiliki medan, signifikan, dan tampaknya global yang magnetik. Menurut pengukuran yang dilakukan oleh Mariner 10, itu adalah sekitar 1,1% sekuat bumi. Kekuatan medan magnet di ekuator Mercurian adalah sekitar 300 nT. Ada kemungkinan bahwa ini medan magnet yang dihasilkan oleh cara efek dinamo, dengan cara yang mirip dengan medan magnet bumi

dll tentang Planet Merkurius
Data sains dari wahana NASA yang mengorbit Planet Merkurius, MESSENGER (MErcury Surface, Space ENvironment, GEochemistry, and Ranging), memberi petunjuk bahwa planet ini pernah memiliki lautan magma.Mereka mengindentifikasi adanya dua komposisi batu yang berbeda di permukaan planet.tim dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mencipta ulang dua tipe batu tersebut di laboratorium. Masing-masing batu kemudian dipaparkan dengan temperatur dan tekanan tinggi untuk menstimulasi proses geologi yang beragam. Dari hasil percobaan, para peneliti menyadari hanya ada satu fenomena untuk menghasilkan dua komposisi tersebut dalam lautan magma. Meski nantinya akan ada perubahan kesimpulan melalui penelitian-penelitian lain, studi ini akan menjadi kerangka awal pemikiran dari data yang baru.



Silahkan baca Juga:
White Hole, lubang pemberi material dari antahberantah
Galaksi Antannae, galaksi mirip serangga Antannae
Galaksi Komet, galaksi yang menelantarkan bintang-bintangnya
Materi Gelap, materi penyusun alam semesta
5 Pulau Unik Alami di Indonesia
5 Kerusakan Bumi Akibat Benda Langit

Dari Blog Lain :
Merkurius, dewa pencipta lira
Isi Surat Perintah 11 Maret
Kota Smirna, kota yang fanatik pada Roma
5 Penyakit Ganas yang Hampir Tanpa Tanda
5 Mahkluk Mitos/Mitologi
Burung Dendang Air
Semua Dipanggil Sedikit yang Dipilih

Senin, 28 Januari 2013

Galaksi Antannae, galaksi mirip serangga Antannae

Galaksi Antennae, merupakan sebuah galaksi dari dua galaksi, bingung? Simplenya, galaksi besar ini dulunya merupakan dua galaksi yang terpisah, kemudian mengalami tabrakan dan menggabung menjadi satu, ingat! Menggabung, bukan mengalami proses dimakan ataupun memakan seperti galaksi Bimasakti kita dengan galaksi kerdil di sekitarnya.
Galaksi Antennae (juga dikenal sebagai NGC 4038/NGC 4039) merupakan sepasang galaksi yang berinteraksi di dalam konstelasi Corvus – Corvus constellation. Galaksi tersebut ditemukan oleh Friedrich Wilhelm Herschel pada tahun 1785, Antennae terletak pada RA 12h 01m 53.0s / 12h 01m 53.6s Dec -18° 52′ 10″ / -18° 53′ 11″
Kok disebut Antennae ya? Karena galaksi ini memiliki dua buah bintang besar yang panjang, sehingga debu dan gas dari tabrakan kedua galaksi membentu seperti serangga Antennae.

Asal Usul Antennae

Seperti yang aku sebutkan di atas, Antennae terbentuk dari 2 galaksi, nah nama galaksi yang pertama adalah NGC 4038 dan nama galaksi yang kedua adalah NGC 4039, kedua galaksi ini sama-sama galaksi spiral, tetapi NGC 4039 adalah galaksi yang lebih besar dari NGC 4038, sehingga bisa terjadi kemungkinan bahwa NGC 4039 memangsa NGC 4038, tetapi bukannya memangsa, kedua galaksi ini malah menjadi satu, kereen.
Sekitar 900 juta tahun yang lalu, galaksi NGC 4039 dan NGC 4038 saling mendekat, 300 juta tahun kemudian (berarti 600 juta tahun yang lalu) kedua galaksi ini mulai menggabung dan puncaknya pada 300 juta tahun yang lalu, dimana kedua galaksi ini saling melepaskan bintang-bintang mereka dan akhirnya mereka pun tergabung menjadi satu galaksi.

Struktur Antannae
Dua supernova di Antannae adalah SN 2004GT and SN 2007sr, galaksi yang terletak 45 juta tahun cahaya dari Bimasakti ini memiliki dimensi (V)5′.2 × 3′.1 / 3′.1 × 1′.6 dan besarnya sekitar 11.2 / 11.1
Galaksi besar ini kaya akan gas, silikon, neon, dan magnesium (WOW banget) Elemen tersebut berada di antara elemen yang membentuk bahan dasar planet yang berhabitat. Dan pokoknya, awan di sana lebih kaya dari matahari kita...

Btw, tabrakan galaksi Antennae ini kok mirip dengan bentuk love ya? Coba deh amat-amati lagi terutama dengan imajinasi :)

oleh : Kristina Andita P.Kaaro

Silahkan baca Juga:
Galaksi Antannae, galaksi mirip serangga Antannae
Galaksi Komet, galaksi yang menelantarkan bintang-bintangnya
Materi Gelap, materi penyusun alam semesta
5 Pulau Unik Alami di Indonesia
5 Kerusakan Bumi Akibat Benda Langit
Katai Coklat, bintang yang lebih dingin dari suhu ruangan
Komet, Lintang Kemukus yang Menghiasi Langit
Galaksi Omega Centauri, penuh dengan bintang tua redup

Dari Blog Lain :
Isi Surat Perintah 11 Maret
Kota Smirna, kota yang fanatik pada Roma
5 Penyakit Ganas yang Hampir Tanpa Tanda
5 Mahkluk Mitos/Mitologi
Burung Dendang Air
Semua Dipanggil Sedikit yang Dipilih
Mengenal Kalender Masehi(tahun kelahiran Tuhan kita) dari Zaman Romawi Kuno


Sabtu, 26 Januari 2013

Awan Oort, awan dengan triliyunan komet dan batuan

Pengertian Awan Oort
Pernah mendengar tentang Awan Oort? Awan ini terletak super jauh dari sabuk kuiper (btw, dari bumi ke sabuk kuiper aja sudah super jauh) dan Awan Oort bergerak super lambat, yah nggak lambat-lambat amat, gerakan awan Oort ini dapat dikatakan sangat stabil, bahkan hanya guncangan-guncangan besar (mis. supernova) saja yang bisa mempengaruhi gerakan awan oort.
Awan Oort sendiri sendiri sebenarnya hasil dari hipotesis Jane Hendrik Oort dari Belanda pada tahun 1950, ia menyempurnakan teori dari seorang astronom Estonian bernama Ernst Opik  tahun 1932 yang mengatakan bahwa periode panjang komet berasal dari tepi terluar dari tata surya, karena kurang dipercaya, maka teori tersebut agak susah dipahami, kemudian Jane menghidupkan ide itu untuk menyelesaikan kasus paradoks dari 'Solar system'

Asal Usul Awan Oort
Awan Oort dikatakan berasal dari sisa-sisa matahari yang gagal terbentuk, simplenya, setelah terjadinya Big Bang, maka bermunculan banyak bintang-bintang yang terbentuk pada saat bersamaan, nah sisa-sisa partikel yang tidak ikut membentuk bintang, tersapu oleh angin dan terkumpul menjadi satu membentuk awan Oort, makanya di sini banyak komet, debu, materi gelap, gas-gas dalam jumlah besar dan planet-planet yang belum dipetakan oleh manusia.

Kemungkinan Struktur Awan Oort
Awan Oort teridiri dari bermilyar-milyar(bisa menjadi bertriliyun-triliyun lho) objek es dan tentu saja tak ketinggalan milyaran materi gelap membantu terbentuknya awan ini.
Mengapa aku katakan kemungkinan? Karena awan ini terlalu jauh untuk diamati secara jelas dan mendalam, bahkan pernah dikatakan bahwa di dalam Awan Oort terdapat sebuah bintang katai coklat dan planet yang lebih besar dari Jupiter serta komet-komet raksasa.

Awan Oort dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
  • Awan Oort dalam
    Awan Oort dalam masih terpengaruh oleh gravitasi matahari kita, nah meskipun pengaruhnya super lemah (karena jaraknya juga super jauh) maka bentuk Awan Oort dipengaruhi oleh matahari dan beberapa komet raksasa sempat melintas di dekat matahari kita. Awan Oort dalam memiliki ratusan energi untuk menyusun dan mengembangkan strukturnya, sehingga awan oort luar(yang relatif lemah) tidak kehilangan bentuk dan strukturnya, salah satu caranya adalah dengan membentuk komet-komet baru di daerah Awan Oort ini 
  • Awan Oort luar
    Awan Oort luar memiliki struktur yang lemah, komet-kometnya akan menipis apabila tidak dipasok dari Awan Oort dalam, hal ini disebabkan oleh adanya gravitasi lain yang menarik material-materialnya, massa total dari kedua struktur Awan Oort memang belum diketahui, tetapi melihat Komet Halley (yang termasuk bagian Awan Oort luar) tampaknya massa Awan Oort luar kebanyakan disusun oleh es, Hidrogen, Karbon, Air, Metana dan Etana serta batuan.
Awan Oort juga dikatakan menangkap komet-komet dari bintang-bintang di sekitarnya yang baru lahir


oleh : Kristina Andita P.Kaaro


Baca juga:
Galaksi Antannae, galaksi mirip serangga Antannae
Galaksi Omega Centauri, penuh dengan bintang tua redup
5 Kerusakan Bumi akibat Tabrakan Benda Langit
Christmas Carol, Lagu Indah Untuk Natal

Dari Blog Lain :
Tentara Pembela Tanah Air(PETA)
Kepercayaan Masa Lampau di Indonesia
Perang Bharathayudha, kisah perang besar dalam pewayangan
Semua Orang Dipanggil, Sedikit yang Dipilih
Belajar Menguasai Lidah

Minggu, 20 Januari 2013

5 Kerusakan Bumi akibat Tabrakan Benda Langit

5 Kerusakan bumi yang dashyat oleh tabrakan benda-benda langit ini akan sangat mencengangkan kalian! Ukuran kerusakannya sangat parah dan dahsyat padahal di luar angkasa ukuran-ukuran benda langit yang bisa saja menghantam bumi banyak yang jauh lebih besar dari yang telah menghantam bumi, btw ini dia hasil pencarian yang kutemukan tentang kerusakan bumi oleh tabrakan benda langit

1.  Ledakan Tunguska
Tidak meninggalkan jejak kawah atau lubang besar semacamnya, ledakan ini terjadi di Tunguska River, Rusia tanggal 30 Juni 1908 yang mengakibatkan rusaknya jutaan pepohonan, ledakannya seribu kali lebih kuat dari bom atom Hirosima dan Nagasaki, tetapi tidak ada sisa-sisa yang bisa diteliti di TKP selain pohon yang terbakar, pernyataan beberapa saksi dan orang-orang yang pingsan mendadak di sekitarnya bahkan sampi beberapa kilometer dari TKP.
Btw, katanya sih ini alien(selalu aja jadi dugaan pertama!) trus ada yang bilang ini black hole yang melintasi tata surya kita, ada juga yang bilang tabrakan dari antimateri dan semacam materi gelap, ada yang bilang ini white hole.

2. Meteor Creater
Sekitar 49.000 tahun lalu, sebuah benda langit berukuran 150 kaki dan berat kurang lebih 300.000 ton (berarti ledakannya setara dengan 20 juta TNT) dan partikel utama benda ini adalah nikel dan besi, mungkinkah ini sebuah planet?? Tabrakan meteor ini dapat dilihat 55 km sebelah timur Flasgaff, Arizona USA dinamakan kawah Barringer.

3. Bosumtwi Ghana
Sekitar 30 km di sebelah tenggara kota Kumasi, Ghana. Tabrakan ini terjadi sekitar 1,3 juta tahun lalu dan lubang ini diisi oleh air hujan sehingga membentuk sebuah danau yang indah dan dipercaya menjadi tempat bagi jiwa yang mati untuk menghadap Tuhannya

4. Chicxulub Mexico
Berdiameter 107km, sebuah benda langit menabrak bumi 65 juta tahun yang lalu dan berkekuatan 100 teraton TNT, tentunya mengakibatkan tsunami super besar dan gempa super dahsyat, nggak tahu asteroid atau komet, tetapi beberapa partikel yang ditemukan adalah nikel, jadi nggak mungkin kalau komet, soalnya kan komet itu partikel utamanya gas dan jarang ada nikel. Trus apaan ya? Planetkah? atau satelit alami bumi yang lain?

5. Danau Mistastin
Lokas : Labrador, Kanada danau indah ini ternyata hasil dari tabrakan meteor sekitar 4 milyar tahun lalu dan perlahan-lahan diisi air dan kehidupan mulai tumbuh di sekitarnya. Ukurannya kurleb 28 km


by  : Kristina Andita P.Kaaro


Silahkan baca Juga:
White Hole, lubang pemberi material dari antah berantah
Galaksi Komet, galaksi yang menelantarkan bintang-bintangnya
Materi Gelap, materi penyusun alam semesta
5 Pulau Unik Alami di Indonesia
Katai Coklat, bintang yang lebih dingin dari suhu ruangan
Komet, Lintang Kemukus yang Menghiasi Langit
Galaksi Omega Centauri, penuh dengan bintang tua redup

Dari Blog Lain :
Isi Surat Perintah 11 Maret
Kota Smirna, kota yang fanatik pada Roma
5 Penyakit Ganas yang Hampir Tanpa Tanda
5 Mahkluk Mitos/Mitologi
Burung Dendang Air
Semua Dipanggil Sedikit yang Dipilih
Mengenal Kalender Masehi(tahun kelahiran Tuhan kita) dari Zaman Romawi Kuno

Kamis, 17 Januari 2013

Pengertian Litosfer, sebuah lapisan berbatu padat

Litosfer adalah kulit terluar dari planet berbatu. Litosfer secara Etimologi berasal dari kata Yunani, lithos (λίθος) yang berarti berbatu, dan sphere (σφαῖρα) yang berarti padat/lapisan, jadi Litosfer adalah lapisan batuan padat.
Litosfer secara Definitif: litosfer adalah lapisan Bumi yang paling luar atau biasa disebut dengan kulit Bumi. Pada lapisan ini pada umumnya terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan Si02, itulah sebabnya lapisan litosfer sering dinamakan lapisan silikat dan memiliki ketebalan rata-rata 30 km yang terdiri atas dua bagian, yaitu Litosfer atas (merupakan daratan dengan kira-kira 35% atau 1/3 bagian) dan Litosfer bawah (merupakan lautan dengan kira-kira 65% atau 2/3 bagian).
Litosfer Bumi meliputi kerak dan bagian teratas dari mantel Bumi yang mengakibatkan kerasnya lapisan terluar dari planet Bumi. Litosfer ditopang oleh astenosfer, yang merupakan bagian yang lebih lemah, lebih panas, dan lebih dalam dari mantel. Batas antara litosfer dan astenosfer dibedakan dalam hal responnya terhadap tegangan: litosfer tetap padat dalam jangka waktu geologis yang relatif lama dan berubah secara elastis karena retakan-retakan, sednagkan astenosfer berubah seperti cairan kental.
Litosfer terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik yang mengakibatkan terjadinya gerak benua akibat konveksi yang terjadi dalam astenosfer.

Material Pembentuk Litosfer:
1. Batuan Beku
Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, "api") Merupakan magma pijar yang mengalami proses pendinginan hingga beku. Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan terjadi oleh salah satu dari proses-proses berikut: kenaikan temperatur, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, sebagian besar terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.
Seperti telah diketahui bahwa pembekuan magma menjadi batuan beku dapat terjadi pada saat sebelum magma keluar dari dapurnya, ditengah perjalanan, dan ketika sudah berada diatas permukaan bumi. Batuan beku yang membeku sebelum magma keluar dan terjadi pada saat lapisan dalam disebut batuan plutonik, jika membeku ditengah perjalanan disebut batuan korok atau porforik. Adapun jika magma telah keluar dan membeku di permukaan bumi, disebut batuan beku luar atau efusif.

2. Batuan Sedimen
Batuan Sedimen merupakan batuan mineral yang telah terbentuk dipermukaan Bumi yang mengalami pelapukan. Bagian - bagian yang lepas dari hasil pelapukan tersebut terlepas dan ditansportasikan oleh aliran air, angin, maupun oleh gletser yang kemudian terendapkan atau tersedimentasi dan terjadilah proses diagenesis yang menyebabkan endapan tersebut mengeras dan menjadi bantuan sedimen. Batuan Sedimen berdasar proses pembentukannya terdiri atas,

  • Batuan Sedimen Klastik
    terbentuk melalui proses pengendapan dari material-material yang mengalami proses transportasi.
  • Batuan Sedimen Kimiawi
    terbentuk melalui proses presipitasi dari larutan.
  • Batuan Sedimen Organik
    Batuan sediment organik terbentuk dari gabungan sisa-sisa makhluk hidup. Batuan ini biasanya menjadi batuan induk (source) atau batuan penyimpan (reservoir).
  • Batuan Metamorf
    terbentuk karena terjadinya penambahan suhu atau penambahan tekanan yang tinggi dan terjadi secara bersamaan pada batuan sedimen. Batuan metamorf menyusun sebagian besar dari kerak Bumi dan digolongkan berdasarkan tekstur dan dari susunan kimia dan mineral (fasies metamorf)


Struktur Litosfer
Di dalam litosfer terdapat lebih dari 2000 mineral dan hanya 20 mineral yang terdapat dalam batuan. Mineral pembentuk batuan yang penting, yaitu Kuarsa (Si02), Feldspar, Piroksen, Mika Putih (K-Al-Silikat), Biotit atau Mika Cokelat (K-Fe-Al-Silikat), Amphibol, Khlorit, Kalsit (CaC03), Dolomit (CaMgCOT3), Olivin (Mg, Fe), Bijih Besi Hematit (Fe2O3), Magnetik (Fe3O2), dan Limonit (Fe3OH2O). Selain itu, litosfer juga terdiri atas dua bagian, yaitu lapisan Sial(silisium dan alumunium) dan lapisan Sima(silisium magnesium).

Proses di Litosfer
-Pelapukan
Proses terpecah dan terurainya batuan dan logam ataupun bahan-bahan lain yang bisa disebabkan oleh hujan asam, dalam jangka waktu yang pendek maupun secara biologis dan alami, dalam jangka waktu yang lama
-Mass Wasting
Perpindahan material-material dari tempat satu ke tempat lain akibat dari adanya gravitasi dan kecuraman bidang gelincir, simplenya: semacam longsor
-Erosi dan Abrasi
Pengangkutan massa suatu benda secara sedikit demi sedikit oleh tenaga alam
-Diastropisme
proses strutual yang mengakibatkan terjadinya lipatan dan patahan tanpa dipengaruhi magma tapi tenaga dari dalam bumi.
-Vulkanisme
Proses vulkanisme terjadi karena adanya magma yang keluar dari zona tumbukan antarlampang. Beberapa gunugapi ditemukan berada di tengah lempeng yang disebsbkan oleh tersumbatnya panas di kerak bumi gejala ini disebut titik panas (hotspot).Para ilmuan menduga aliaran magma mendesak keluar membakar kerak bumi dan meletus di permukaan

oleh : Kristina Andita P.Kaaro

Acid Rain, the Silent Killer

We often hear about "Acid Rain" but do you know what is the main things that causes this "Acid Rain"?
The cause is NOx and SO2 gas emissions (smoke from factories and motor vehicles) into the air can react with water vapor to form clouds and HNO3 (nitric acid) and H2SO4 (sulfuric acid) and they both a strong acid, if exposed water, the water will down the levels of pH. But this gas were spread out into the air and contaminated water in the clouds and cause Acid Rain
The effect from Acid Rain:
  • If the rain fall in the lake, river or sea, it can kill life in the water
  • Acid Rain is the main cause from dissolution of buildings
  • Disrupt the plant's production
  • If our skin had too much  contaminated by Acid Rain, it can cause the cancer
  • Poison the soil
Do all of that effect doesn't enough to make you care for this beloved earth?

by : Kristina Andita P. Kaaro

Selasa, 25 Desember 2012

Pengertian Katai Putih

Pengertian Katai Putih
Apa itu katai putih? Katai putih adalah bintang kecil yang sudah tidak lagi bersinar, terdiri dari materi terdegenerasi. Katai putih diduga sebagai tahap evolusi terakhir bintang bermassa kecil dan menengah.
Keanehan katai putih pertama tali dikenali pada tahun 1910 oleh Henry Norris Russell, Edward Charles Pickering dan Williamina Fleming; namakatai putih digunakan oleh Willem Luyten tahun 1922.
Bintang jenis ini memiliki kerapatan cukup tinggi dan kecerlangan yang lemah. Bintang katai putih ini biasanya terbentuk dari bintang yang akan mengakhiri evolusinya, terutama bintang-bintang yang memiliki massa tidak terlalu tinggi. Salah satu bintang yang diperkirakan akan mengakhiri hidupnya sebagai bintang katai putih adalah matahari kita…
Di alam semesta, jumlah bintang itu sangat banyak. Di galaksi Bimasakti saja ada milyaran bintang, dan di antara milyaran bintang itu sekitar 97% diantaranya akan mengakhiri hidup sebagai bintang katai putih. Nah, dengan mempelajari pulsasi (perubahan cahaya yang dipancarkan) bintang dari contoh kelas yang baru akan menjadi jendela informasi penting mengenai titik akhir kehidupan sebagian besar bintang.
Bintang katai putih sendiri bisa dikatakan merupakan sisa bintang serupa Matahari yang telah membakar habis semua bahan bakar nuklir di intinya. Bintang ini sangat rapat, dipepatkan sampai 1.5 kali Massa Matahari dengan volum seukuran Bumi. Sebelum penemuan ini, bintang katai putih diklasifikasikan dalam 2 tipe utama yakni, tipe yang memiliki lapisan terluar hidrogen (80%) dan tipe yang memiliki lapisan teruluar berupa helium (20%). Pada tipe bintang katai putih dengan lapisan terluar berupa helium, diperkirakan lapisan hidrogennya karena sebab tertentu telah hilang.
Diperkirakan bintang katai putih tipe ketiga tersebut ada di antara bintang katai putih yang sangat masif dan merupakan sisa bintang yang cukup kecil untuk bisa mengahiri hidupnya dalam ledakan supernova.

Kengerian Katai Putih
Katai Putih kan bintang yang sudah kehabisan tenaga, sebab dengan tingkat kerapatan tinggi, tentu tidak lama lagi bintang Katai Putih pasti akan meledak seperti supernova, maka dia mencari ‘energy’ kembali dengan memakan planet-planet terdekat, anggaplah bintang Katai Putih ini makhkluk kelaparan, pasti kan sangat aktif mencari makanan, lha kita manusia saja kadang sampai lupa etika kalau sudah kelaparan, apalagi bintang Katai Putih ini.
Bagaimana dengan planet yang selamat dalam orbit Katai Putih? Katai Putih itu kan matahari, dikelilingi banyak planet dan planet yang selamat ini akan mengalami gangguan orbit sehingga mengganggu kestabilan planet di orbit lain bahkan terlepas dari galaksi dan mengalami kegelapan total!
Ya kalau gitu, lha kalau keluar orbit dan kena bintang Katai Putih lain atau malah jadi mengorbit dekat dengan matahari di orbit lain? Ngeri deh!

Penemuan Katai Putih
1. Dari hasil pengamatan tim Montgomery, DeGenaro berhasil menemukan bintang yang memenuhi kriteria untuk masuk dalam tipe katai putih karbon. Bintang yang ditemukan tersebut berada sekitar 800 tahun cahaya di rasi Ursa Mayor. Bintang katai putih bernama SDSS J142625.71+575218.3 memiliki variasi intensitas cahaya regular mendekati 2% setiap 8 menit.
2. Tahun 2010, astronom dari Universitas Arizona menemukan bintang Katai Putih tipe 3 yang massif dan telah kehilangan lapisan helium dan hidrogennya
3. Tahun 2011, para astronom dari Jerman menemukan bintang Katai Putih terpanas dan diberi nama N KPD 005+5160 dan bagian fotosfernya terlihat menampakkan garis emisi (belum pernah terjadi pada pengamatan sebelumnya) dan dengar-dengar nih sebenarnya bintang ini sudah bertahan dari tahun 1985!

Minggu, 16 Desember 2012

Alat Lab (1)

1. Kalorimeter

Kalorimeter makanan adalah alat untuk menentukan nilai kalor zat makanan karbohidrat,protein, atau lemak.
Alat ini terdiri dari sebuah tabung kaca yang tingginya kurang lebih 19 cm dan garis menengahnya kurang lebih 7,5 cm. Bagian dasarnya melengkung ke atas membentuk sebuah penyungkup. Penyungkup ini disumbat dengan sebuah sumbat karet yang yang berlubang di bagian tengah. Bagian atas tabung kaca ini ditutup dengan lempeng ebonit yang bundar. Di dalam tabung kaca itu terdapat sebuah pengaduk, yang tangkainya menembus tutup ebonit, juga terdapat sebuah pipa spiral dari tembaga. Ujung bawah pipa spiral itu menembus lubang sumbat karet pada penyungkup dan ujung atasnya menembus tutup ebonit bagian tengah. Pada tutup ebonit itu masih terdapat lagi sebuah lubang, tempat untuk memasukkan sebuah termometer ke dalam tabung kaca. Tabung kaca itu diletakkan di atas sebuah keping asbes dan ditahan oleh 3 buah keping. Keping itu berbentuk bujur sangkar yang sisinya kurang lebih 9,5 cm. Di bawah keping asbes itu terdapat kabel listrik yang akan dihubungkan dengan sumber listrik bila digunakan. Di atas keping asbes itu terdapat sebuah cawan aluminium. Di atas cawan itu tergantung sebuah kawat nikelin yang berhubungan dengan kabel listrik di bawah keping asbes. Kawat nikelin itulah yang akan menyalakan makanan dalam cawan bila berpijar oleh arus listrik. Dekat cawan terdapat pipa logam untuk mengalirkan oksigen.

2. Neraca O’haus
Timbangan/neraca adalah alat yang dipakai melakukan pengukuran massa suatu benda. Timbangan/neraca dikategorikan kedalam sistemmekanik dan juga elektronik. Timbangan adalah suatu alat yang sangat penting keberadaannya dalam kehidupan sehari-hari kita, dan hal ini diperhatikan oleh pemerintah dengan mendirikan Dinas Metrologi untuk mengelolanya. By “Timbangan Avery”
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membeli sebuah timbangan adalah linearitas timbangan, pelayanan purna jual, dukungan tenagateknisi yang banyak dan berpengalaman, suku cadang (spare part) selalu tersedia, karena ini akan menjadi suatu hal yang sangat penting untuk kelanjutannya nanti.
Salah satu contoh timbangan adalah neraca pegas (dinamometer). Neraca pegas adalah timbangan sederhana yang menggunakan pegas sebagai alat untuk menentukan massa benda yang diukurnya. Neraca pegas (seperti timbangan badan) mengukur berat, defleksi pegasnya ditampilkan dalam skala massa (label angkanya sudah dibagi gravitasi).
Persamaan matematis suatu neraca pegas dinyatakan dalam:
k * X = m * g
dengan
k = konstanta pegas
X = defleksi
m = massa
g = gravitasi
Neraca/timbangan dengan bandul pemberat (seperti yang terdapat di pasar ikan/sayur) menimbang massa. Biasanya menggunakan massa pembanding yang lebih kecil dengan lever (tuas) yg panjang. Mengikuti hukum tuas (persamaan momen).
m1 * g * L1 = m2 * g * L2
dengan
m1,m2 = massa benda pertama, massa benda kedua
L1,L2 = panjang tuas pertama, panjang tuas kedua
g = gravitasi
Neraca pegas menunjukkan angka yang berbeda di bumi dan bulan, atau di daerah yg gravitasinya berbeda. Timbangan bandul menunjukkan angka yg sama di mana pun, asal masih ada gravitasi untuk menggerakkan timbangan.