Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 April 2014

Hydrogen

For all gorgeous stars
You're really mean to me
Beautiful but deadly
Useful and greedy
But, you need to know
Here I standing in nothing
Dancing alone in the emptiness
I'm always stand for you
Behind all the bright stars
Behind all their great light
Just for them
Being eaten
But I keep silent
I'm just like shadows
To push them being bright
Stand to make peoples happy
To watch their great smiles
To make all the pains that come with darkness fade away
To give a new dawn
Even not everyone know my sacrifice
I let myself fall into a sweet surrender
But I thanks to God
Because I know it's God's way for me
He choose the best part for anything
Including me
A hopeless things, an unseen one
I'll do it all
Until the time will tell us
When to start all over again.

taken from : Here
by : Kristina Andita Kaaro

Minggu, 17 Februari 2013

Rasi Bintang(konstelasi bintang), berguna nan rumit

Pegertian Rasi Bintang (konstelasi Bintang)
Pengelompokan bintang-bintang menjadi rasi bintang sebenarnya cukup acak, dan kebudayaan yang berbeda akan memiliki rasi bintang yang berbeda pula, sekalipun beberapa yang sangat mudah dikenali biasanya seringkali ditemukan, misalnya Orion atau Scorpius.
Himpunan Astronomi Internasional telah membagi langit menjadi 88 rasi bintang resmi dengan batas-batas yang jelas, sehingga setiap arah hanya dimiliki oleh satu rasi bintang saja.

Tentang penemuan Rasi Bintang
1. Pada belahan bumi (hemisfer) utara, kebanyakan rasi bintangnya didasarkan pada tradisi Yunani, yang diwariskan melalui Abad Pertengahan, dan mengandung simbol-simbol Zodiak. Hanya ada informasi terbatas pada konstelasi Yunani asli. Beberapa bukti yang ditemukan di Hesiod, astronomi Yunani pada dasarnya mengadopsi sistem Babel tua di era Helenistik, pertama kali diperkenalkan ke Yunani oleh Eudoxus dari Cnidus pada abad ke-4 SM. Karya asli dari Eudoxus hilang, tetapi bertahan sebagai bentuk diversifikasi oleh Aratus, dating ke abad ke-3 SM. Karya-karya yang ada yang paling lengkap yang berhubungan dengan asal-usul mitos rasi bintang yang oleh penulis Helenistik disebut pseudo-Eratosthenes dan penulis Romawi awal gaya pseudo-Hyginus.

2. Catatan sejarah tertua mengenai daftar rasi bintang ditemukan dalam kisah penciptaan dari tahun 650 SM. Legenda ini disalin dalam cuneiform (tulisan paku) dari naskah yang lebih tua lagi. Semenjak saat tersebut, referensi terus diberikan pada legenda-legenda rasi bintang dalam tulisan sastra dan historis. Landasan pembagian rasi bintang modern ditemukan dalam daftar 48 rasi bintang yang dibuat oleh Ptolomeus sekitar tahun 150 M. Daftar berikut berdasarkan tulisan penerus Ptolomeus, terutama Hipparchus.

3.  Tradisi Sumeria Zaman Perunggu Awal. The Zodiac klasik merupakan produk revisi dari sistem Babilonia Lama di kemudian Neo-Babilonia abad 6 SM astronomi. Pengetahuan tentang zodiak Neo-Babilonia juga tercermin dalam Alkitab Ibrani. EW Bullinger menafsirkan makhluk muncul dalam kitab Yehezkiel (dan dari situ dalam Wahyu) sebagai tanda-tanda tengah empat perempat dari zodiak

4. Dalam astronomi Cina klasik, langit utara dibagi geometris, menjadi lima "kandang" dan dua puluh delapan rumah-rumah di sepanjang ekliptika tersebut, dikelompokkan ke dalam Empat Simbol dari tujuh asterisms masing-masing. The 28 bulan rumah-rumah adalah salah satu yang paling penting dan juga struktur yang paling kuno di langit China, dibuktikan dari abad ke-5 SM.

Fungsi Rasi Bintang

  • Rasi bintang Pari/Gubuk Penceng
    Fungsi: petunjuk ke arah selatan
  • Rasi bintang Biduk/Pedati Sungsang/Beruang Besar/Bintang Tujuh
    Fungsi: petunjuk ke arah utara
  • Rasi bintang Waluku
    Fungsi: para petani mulai menggarap sawah / tanahnya
  • Rasi bintang Kalajengking
    Fungsi: petunjuk ke arah tenggara


Silahkan baca Juga:
White Hole, lubang pemberi material dari antahberantah
Galaksi Antannae, galaksi mirip serangga Antannae
Galaksi Komet, galaksi yang menelantarkan bintang-bintangnya
Materi Gelap, materi penyusun alam semesta
5 Pulau Unik Alami di Indonesia
5 Kerusakan Bumi Akibat Benda Langit

Dari Blog Lain :
Isi Surat Perintah 11 Maret
Kota Smirna, kota yang fanatik pada Roma
5 Penyakit Ganas yang Hampir Tanpa Tanda
5 Mahkluk Mitos/Mitologi
Candi Ratu Baka, keraton yang terlupakan
Burung Dendang Air
Semua Dipanggil Sedikit yang Dipilih

Rabu, 06 Februari 2013

White Hole, lubang pemberi material dari antah berantah

White Hole, nama itu mungkin agak asing dan terbilang sebagai penemuan baru di astronomi, White hole memang kebalikan dari black hole, apabila black hole menghisap material di luar angkasa(setelah terjadinya supernova), maka white hole ini justru mengeluarkan material dari tempat antah berantah dan muncul dimanapun sehingga belum bisa diperkirakan kemunculannya.
Dikutip dari Dvice, 27 Mei 2011, lubang putih beroperasi dengan modus yang berbeda dengan lubang hitam. Mereka mendadak muncul untuk masa waktu yang singkat. Mereka kemudian melontarkan sejumlah material ke alam semesta lalu mereka sendiri runtuh, membentuk lubang hitam dan kemudian tidak pernah tampak lagi.
Lubang putih yang diperkirakan sebagai bagian dari solusi untuk persamaan medan Einstein yang dikenal sebagai versi maksimal yang diperpanjang dari Schwarzschild metrik yang menggambarkan suatu lubang hitam abadi tanpa berhenti dan berotasi terus. Sebagai seorang pengamat luar angkasa, Schwarzschild menggunakan koordinat, partikel infalling dan mengambil waktu yang terbatas untuk mencapai cakrawala lubang hitam jauh di masa depan.
Dalam ruang-waktu, adalah mungkin untuk datang dengan sistem koordinat sedemikian rupa sehingga jika Anda memilih hypersurface waktu konstan (satu set poin yang semua memiliki koordinat saat yang sama, sehingga setiap titik di permukaan memiliki pemisahan ruang-seperti, memberikan apa yang disebut 'ruang-permukaan seperti') dan menggambar sebuah "diagram embedding" menggambarkan kelengkungan ruang pada waktu itu, diagram embedding akan terlihat seperti tabung yang menghubungkan dua daerah eksterior, yang dikenal sebagai "Jembatan Einstein-Rosen" atau Schwarzschild Wormhole yang menggantung, dimana ruang-seperti hypersurface yang dipilih jembatan Einstein-Rosen, dapat menghubungkan dua cakrawala lubang hitam di alam semesta acara masing-masing (dengan poin dalam interior jembatan menjadi bagian dari lubang hitam wilayah ruang-waktu), atau dua cakrawala peristiwa white hole di alam semesta masing-masing (dengan poin dalam interior jembatan menjadi bagian dari wilayah lubang putih).
Karena tidak mungkin untuk menggunakan jembatan untuk menyeberang dari satu alam semesta yang lain, dan tidak mungkin pula untuk memasukkan event horizon lubang putih dari luar, sehingga siapa pun yang memasuki cakrawala lubang hitam dari alam semesta, pasti akan memukul singularitas lubang hitam

Kemungkinan cara terjadinya White Hole
1. Terbentuknya sebuah lubang hitam saat ada supernova
2. Lubang hitam atau Black hole menyedot semua partikel di sekitarnya
3. Terkadang, inti bintang yang meledak tadi masih berputar sebentar dan menciptakan sebuah terowongan
4. Nah, terowongan ini berujung pada masa lampau, mirip versi kecil dari big bang.


oleh : Kristina Andita P. Kaaro


Silahkan baca Juga:
Galaksi Antannae, galaksi mirip serangga Antannae
Galaksi Komet, galaksi yang menelantarkan bintang-bintangnya
Materi Gelap, materi penyusun alam semesta
5 Pulau Unik Alami di Indonesia
5 Kerusakan Bumi Akibat Benda Langit

Dari Blog Lain :
Isi Surat Perintah 11 Maret
Kota Smirna, kota yang fanatik pada Roma
5 Penyakit Ganas yang Hampir Tanpa Tanda
5 Mahkluk Mitos/Mitologi
Burung Dendang Air
Semua Dipanggil Sedikit yang Dipilih

Sabtu, 19 Januari 2013

7 Jalan Raya Kuno

Ternyata dari dulu manusia sudah mengenal yang namanya jalan raya ya? Tujuan mereka membuat jalan raya adalah agar mereka yang ingin berpergian ke suatu tempat tidak tersesat dengan cara mengikuti bekas perjalanan yang ditinggalkan oleh seseorang. Bisa juga jalan raya pada zaman dulu itu adalah sebuah rute yang dilewati secara berulang-ulang oleh sebuah keluarga, kemudian menjadi kebiasaan keluarga tersebut sampai turun temurun dan semakin lama semakin banyak yang ikut dalam kebiasaan melewati rute tersebut sehingga terbentuklah jalan raya. Anyway, ini dia 7 jalan raya kuno yang aku ketahui:

1.  Jalan Raya Anyer-Panarukan
 jalan yang panjangnya kurang lebih 1000 km yang terbentang sepanjang utara Pulau Jawa, dari Anyer sampai Panarukan. Dibangun pada masa pemerintahan Gubernur-Jenderal Herman Willem Daendels. Pada tiap-tiap 4,5 kilometer didirikan pos sebagai tempat perhentian dan penghubung pengiriman surat-surat. Tujuan Daendels membangun jalan ini adalah untuk memperkuat pertahanan Belanda di Indonesia

2. Jalan Karang Kamulyan Pajajaran Majapahit
Patokan untuk situs Karangkamulyan ini adalah sekitar km 17 setelah melewati kota Ciamis, Jalan ini merupakan sebuah jalan legenda dari Ciung Wanara, seorang putra mahkota dari permaisuri kerajaan yang terbuang akibat cemburu dan iri dari istri kedua raja yang memfitnah ibunya.
Kisah Ciung Wanara ini terjadi pada abad ke 8 Masehi dan menurut telisik sejarah tercatat saat kerajaan Galuh terpisah dari kerajaan Sunda dan merupakan turunan dari kerajaan Tarumanegara. Situs Karang Kamulyan sendiri menurut penggalian arkeologi ditemukan bukti pecahan keramik Dinasti Ming dari abad ke 9 yang menjadi bukti bahwa adanya kehidupan bersejarah di daerah tersebut.
Btw, kalau kamu berjalan-jalan ke sini, pasti udah kayak kembali ke masa lalu deh.

3. The Via Egnatia, Albania/Turkey
Bangsa Romawi membangun jalan ini pada abad ke-2 SM dari wilayah yang saat ini dikenal sebagai negara Albania hingga ke Turki. Jalan ini memiliki panjang 1,120 kilometer dan seperti pada umumnya jalan buatan bangsa Romawi kuno, memiliki lebar 6 meter (19.6 kaki). Sama seperti The Persian Royal Road buatan Darius The Great, The Via Egnatia dibangun juga untuk menyalinghubungkan wilayah-wilayah jajahan Romawi yang luas.

4. The Old North Trail, North America
Jalan ini terbentang sepanjang 2,000 mil (3,220 kilometer) dari utara ke selatan, dari Kanada ke Meksiko membelah pegunungan Rocky di Amerika Utara. Di masa lalu jalan ini digunakan oleh suku Indian Kaki Hitam (Blackfeet Indians) untuk melakukan ziarah dan juga melakukan perdagangan dengan orang kulit putih asal Inggris di Kanada, di waktu-waktu awal kedatangan orang kulit putih ke benua Amerika. Membutuhkan waktu kurang lebih 4 tahun bagi seseorang untuk melakukan perjalanan dari ujung utara ke selatan waktu itu.

5. The Khmer Highway, Cambodia/Thailand
Jalanan sepanjang 225 kilometer ini membentang antara Angkor di Kamboja hingga ke Phimai di Thailand. Jalanan ini digunakan untuk berziarah dengan mengunjungi candi-candi dan kuil-kuil yang terdapat di sepanjang jalan, selain juga untuk menghadiri upacara-upacara keagamaan saat itu. Sebagian besar jalanan ini sekarang telah tertutupi oleh hutan.

6. The Persian Royal Road, Turkey/Iran
Darius The Great, raja Persia antara 550-486 BC, membangun jalan sepanjang 2,699 kilometer ini yang menghubungkan wilayah Mediterania dan Teluk Persia dengan tujuan untuk membangun sebuah jalur komunikasi yang cepat antar daerah di dalam wilayah kekuasaannya yang luas. Banyak orang termasyhur menggunakan jalanan ini untuk berbagai macam keperluan, diantaranya adalah raja Midas, Alexander The Great, ratu Esther, juga sejarawan Herodotus.

7. Canopic Road
Bukan sekedar jalan raya, tetapi jalan raya super istimewa! Kenapa? Karena jalan ini dibangun sejajar dengan posisi matahari terbit di Alexandria pada abad ke 4, dan merupakan sebuah 'hadiah' bagi ulang tahun Alexander Agung, Para peneliti melihat Alexandria sebagai prototipe dari kota Helenistik, dimaksudkan untuk memamerkan "kekuatan ilahiah" Sang Penakluk, Alexander Agung.
"Menyejajarkan kota dengan matahari, tepat di hari kelahiran Alexander adalah cara untuk memakai arsitektur untuk menunjukkan kekuasaannya," kata Magli. Penggunaan Regulus juga dimaksudkan untuk memperkuat mitos tersebut.
Magli berharap, temuannya itu akan menambah data untuk  memburu makam Alexander yang hilang hingga saat ini. Di mana jasadnya berada masih menjadi misteri selama 2.000 tahun.

Rabu, 02 Januari 2013

Merayakan Penemuan Eris, Planet Beku Terjauh


5 Januari 2005
Yee… mendekati 5 Januari, ada planet yang mau merayakan tahun penemuannya oleh manusia nih! Hehehe, lebih tepatnya sebuah planet katai yang terletak jauuuh di sana bernama Eris, atau juga disebut Xena.
Planet ini pertama kali ditemukan pada tanggal 5 Januari 2005 oleh Palomar Observatory yang dipimpin oleh Mike Brown.
Planet berbatu dan super dingin ini berukuran lebih besar dari Pluto yaitu berukuran sekitar 3000km serta memiliki sebuah bulan bernama Dysnomia yang selalu setia mengelilinginya, bahkan dulu Eris berstatus sebagai planet dan dikatakan sebagai planet kesepuluh, tetapi karena penelitian lebih lanjut dan adanya peraturan tentang planet, maka Eris berubah status sebagai dwarf planet, atau planet kerdil.

Eris
Eris membutuhkan waktu kurang lebih 557 tahun untuk satu kali putaran mengelilingi matahari, bahkan para peneliti mengatakan bahwa Eris dan bulannya, Dysnomia merupakan planet terjauh dari matahari dengan jarak yang bisa dikatakan mustahil terjadi, sebab jangkauan gravitasi matahari seharusnya kurang mampu menarik planet Eris, bayangkan saja letak Eris yang tiga kali lebih jauh dari jarak Pluto-matahari, mestinya bisa dengan mudahnya ditarik oleh tata surya lain atau galaksi-galaksi lain, karena jaraknya yang jauh itu, planet Eris susah untuk ditemukan dan tampak lebih redup, padahal aslinya tentu lebih terang daripada Pluto, kok bisa bercahaya? Ya iyalah, permukaan planet Eris terbentuk dari metana, maka ia sanggup memantulkan cahaya dari matahari dengan baik.
Nah, karena susahnya pengamatan dan terjadi banyak perdebatan mengenai status planet ini gara-gara Eris dikatakan salah satu ‘objek’ di sabuk Kuiper(berisi batu-batuan angkasa, debu, dll yang diperkirakan sampai 100.000 objek), padahal kalau dari cirri-cirinya, maka Eris bisa disebut sebagai ‘Planet Katai’ daripada hanya objek di sabuk Kuiper, maka planet ini dinamakan Eris, yaitu seorang dewi keraguan dalam mitologi Yunani.

Kondisi lain Eris
Sebelum berkunjung ke suatu tempat, pasti kita bakalan menanyakan cuaca dan suhu di tempat tersebut, nggak perlu kaget, karena jauhnya jarak, suhu di Eris mencapai -243 sampai -217 derajat celcius! Bahkan katanya di sini ditemukan es methane karena dinginnya suhu dan banyak gas-gas penyusunnya lepas dari atmosfer bahkan atmosfernya sendiri pun hilang, ealah…
Tetapi dalam suatu forum perdebatan, es yang ditemukan di planet Eris merupakan air es bukan methane!
Orbit Eris tidaklah sama seperti orbit planet-planet pada umumnya, orbit Eris berbentuk seperti telur, melonjong atau bisa juga disebut eclips, dan setelah beberapa tahun, akan ada sebuah titik dimana Eris mengalami masa-masa hangat karena ia menjadi lebih dekat dengan matahari daripada Pluto.

Lain-lain
Bulan milik Eris awalnya mau diberi nama Gabrielle oleh Brown, hal ini dikarenakan sebuah acara yang habis ditonton oleh team Brown, tetapi mengingat nama-nama planet dan bulan semuanya berasal dari mitologi Yunani atau Romawi, maka nama Gabrielle diganti dengan nama Dysnomia.

Kamis, 29 November 2012

Kebahagiaan


Suatu ketika, terdapat seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak  termenung. Tatapan matanya kosong,menatap hamparan air di depannya. Seluruh penjuru mata angin telah di lewatinya, namun tak ada satupun  titik  yang membuatnya puas. Kekosongan makin senyap, sampai ada suara yang  menyapanya. Ada orang lain disana.  "Sedang apa kau disini anak muda?" tanya seseorang. Rupanya ada seorang  kakek tua. "Apa yang kau risaukan..?" Anak muda itu menoleh ke samping,  "Aku lelah Pak Tua. Telah berkilo-kilo jarak yang kutempuh  untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam  diriku.  Aku telah berlari melewati gunung dan lembah, tapi tak ada tanda  kebahagiaan
 yang hadir dalam diriku. Kemana kah aku harus mencarinya?  Bilakah kutemukan rasa itu?" Kakek Tua duduk semakin dekat, mendengarkan dengan penuh perhatian. Di  pandangnya wajah lelah di depannya. Lalu, ia mulai bicara, "di depan  sana,  ada sebuah taman. Jika kamu ingin jawaban dari pertanyaanmu,
tangkaplah  seekor kupu-kupu buatku. Mereka berpandangan. "Ya...tangkaplah seekor  kupu-kupu buatku dengan tanganmu" sang Kakek mengulang kalimatnya lagi.  Perlahan pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satu arah, taman. Tak  berapa lama, dijumpainya taman itu.  Taman yang yang semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran. Tak  heran, banyak  kupu-kupu yang berterbangan disana. Sang kakek, melihat  dari  kejauhan, memperhatikan  tingkah yang diperbuat pemuda  yang sedang gelisah itu.  Anak muda itu mulai bergerak. lengan mengendap-endap,ditujunya sebuah  sasaran. Perlahan. Namun, Hap! sasaran itu luput. Dikejarnya kupu-kupu  itu ke arah lain. Ia tak mau kehilangan buruan. Namun lagi-lagi. Hap!. Ia gagal. Ia mulai berlari tak beraturan.  Diterjangnya sana-sini. Ditabraknya rerumputan dan tanaman untuk  mendapatkan kupu-kupu itu. Diterobosnya semak dan perdu di sana. berakannya semakin liar. Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satu kupu-kupu yang
dapat ditangkap. Sang pemuda mulai kelelahan. Nafasnya memburu, dadanya bergerak naik-turun dengan cepat. Sampai akhirnya ada teriakan, "Hentikan dulu anak muda. Istirahatlah." Tampak sang Kakek yang berjalan perlahan. Tapi lihatlah, ada sekumpulan kupu-kupu yang berterbangan di sisi kanan-kiri kakek itu. Mereka terbang berkeliling,  sesekali hinggap di tubuh tua itu. "Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang?  Menabrak-nabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau  rusak?" Sang Kakek menatap  pemuda itu. "Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin  pula ia pergi dari dirimu."Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau sesuatu yang dapat kau simpan.  Carilah kebahagiaan itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam  kalbumu. Ia tak akan lari kemana-mana. Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri." Kakek Tua itu mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor kupu-kupu yang hinggap di ujung jari. Terlihat kepak-kepak sayap kupu-kupu  itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Pesonanya begitu mengagumkan, kelopak sayap yang  mengalun perlahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu  menyelaminya.  Mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu. Sulit, bagi  mereka yang terlalu bernafsu, namun mudah, bagi mereka yang tahu apa
 yang  mereka  cari. Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana-sini, menabrak sana-sini, atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya. Kita dapat  saja mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti menangkap buruan yang dapat  kita  santap  setelah mendapatkannya.  Namun kita belajar. Kita belajar bahwa kebahagiaan tak bisa di dapat  dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia bukanlah sesuatu  yang dapat di  genggam atau benda yang dapat disimpan. Bahagia adalah udara, dan  kebahagiaan adalah aroma dari udara itu.  Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula  kebahagiaan itu akan pergi dari   kita. Semakin kita berusaha meraihnya,  semakin pula ebahagiaan itu akan menjauh.  Cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu. Biarkanlah rasa itu  menetap,  dan abadi dalam hati kita. Temukanlah kebahagiaan itu dalam setiap  langkah yang kita lakukan. Dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup  kita. Dalam sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam riuh. Temukanlah  bahagia itu,dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan hati kita. Saya percaya, bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada di sekitar kita.  Bahkan mungkin, bahagia itu "hinggap" di hati kita, namun kita tak  pernah memperdulikannya. Mungkin juga, bahagia itu  berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu acuh untuk  menikmatinya.

Rumah Seribu Cermin


Dahulu, di sebuah desa kecil yang terpencil, ada
sebuah rumah yang 
dikenal dengan nama "Rumah Seribu Cermin."
 
Suatu hari seekor anjing kecil sedang berjalan-jalan
di desa itu dan 
melintasi "Rumah Seribu Cermin". Ia tertarik pada
rumah itu dan 
memutuskan untuk masuk melihat-lihat apa yang ada di
dalamnya. 
 
Sambil melompat-lompat ceria ia menaiki tangga rumah
dan masuk melalui 
pintu depan. Telinga terangkat tinggi-tinggi. Ekornya
bergerak-gerak 
secepat mungkin. Betapa terkejutnya ia ketika masuk ke
dalam rumah, ia 
melihat ada seribu wajah ceria anjing-anjing kecil
dengan ekor yang 
bergerak-gerak cepat. 
 
Ia tersenyum lebar, dan seribu wajah anjing kecil itu
juga membalas 
dengan senyum lebar, hangat dan bersahabat. Ketika ia
meninggalkan rumah 
itu, ia berkata pada dirinya sendiri, "Tempat ini
sangat menyenangkan. 
Suatu saat aku akan kembali mengunjunginya sesering
mungkin."
 
Sesaat setelah anjing itu pergi, datanglah anjing
kecil yang lain. 
Namun, anjing yang satu ini tidak seceria anjing yang
sebelumnya. Ia juga 
memasuki rumah itu. Dengan perlahan ia menaiki tangga
rumah dan masuk 
melalui pintu. Ketika berada di dalam, ia terkejut
melihat ada seribu 
wajah anjing kecil yang muram dan tidak bersahabat. 
 
Segera saja ia menyalak keras-keras, dan dibalas juga
dengan seribu 
gonggongan yang menyeramkan. Ia merasa ketakutan dan
keluar dari rumah 
sambil berkata pada dirinya sendiri, "Tempat ini
sungguh menakutkan, aku 
takkan pernah mau kembali ke sini lagi."
 
Semua wajah yang ada di dunia ini adalah cermin wajah
kita sendiri. 
Wajah bagaimanakah yang tampak pada orang-orang yang
anda jumpai?
(Japanese Folktale) 

Jumat, 02 November 2012

Pilihan Dalam Air Mata

Nggak ada angin, nggak ada hujan, Bella menamparku di pagi hari Sabtu yang cerah dengan matahari yang tampak malu2 di balik awan.
“Bel, apa-apaan ini?” Tanyaku heran “Ingat nggak janji kita semalam?” Bella balik bertanya, astaga! Aku lupa meneleponnya! Pasti Bella sudah menungguku sejak lama! ”Ingat dong janjimu!” Kata Bella dan kemudian ia pergi dari hadapanku.
Aku segera mengejarnya dan berusaha meminta maaf, berbuat baik padanya juga sudah kulakukan, tetapi tetap saja senyum ketusnya yang nampak dan dia terus saja diam, membuatku frustasi! Akhirnya kutinggalkan dia agar dia mendapat waktu untuk berfikir jernih.
Siang hari yang panas mulai datang dan kucoba untuk mengamati Bella, hmm... tampaknya ia masih marah padaku, uuh, konyol banget sih masalahnya? Padahal di hari Sabtu ini aku biasanya jalan-jalan dengan Bella, tapi... karena masalah konyol ini aku hanya bisa mengikuti Bella memasuki gedung olahraga tempat biasanya kami berdua berlatih bulu tangkis, di hari Sabtu ini memang sepi karena liburan panjang yang telah tiba.
Mendadak tanah yang kupijak mulai bergetar, awalnya pelan dan aku pun panik, tetapi aku tidak ingin meninggalkan Bella, akhirnya gempa mulai kuat hingga tanah mulai retak, tetapi mendadak berhenti ”Bella! Bella!” Teriakku berlari ke arah Bella ”Ayo keluar!” Kataku ”Ok, Ven” Jawab Bella yang tampaknya masih saja marah padaku di saat seperti ini, tetapi wajah takut jelas tergambar di wajahnya sat bumi kembali bergetar dan langkahnya yang perlahan itu terhenti, aku malah segera menariknya untuk berlari keluar melalui retakan-retakan yang makin lebar, tetapi gedung olahraga itu sangat tidak mendukung, pintu utama pun terhalang oleh atap yang roboh dan dalam hitungan detik, atappun roboh menimpa kami dan hanya meninggalkan rongga kecil untuk kami.
“Bel, kamu nggak apa-apa kan?” Tanyaku sambil meringkuk di celah itu bersama Bella “Iya Ven, tapi sempit nih” Jawab Bella “Eh, Bel lihat itu!” Kataku sambil berusaha menunjuk ke arah lubang kecil yang menjadi satu-satunya cahaya kami ”Kita bisa keluar lewat sana!” Teriak Bella dengan girang, tetapi mendadak wajahnya kembali cemberut “Tapi Ven, hanya ada satu orang yang bisa keluar” Kata Bella, aku terkejut dengan jawaban Bella, segera kuamati celah kecil itu dan ketika seorang dari kita keluar, jelas-jelasakan menyenggol sebatang besi yang akan menimbulkan reaksi beruntun yang akan menutup lubang tersebut atau parahnya, merobohkan bangunan hingga rata dengan tanah “Aduh Bel, aku nggak mau keluar tanpa kamu” Kataku “Sudahlah Ven, kaluar saja!” Kata Bella dengan suara tergetar, aku tahu ia takut, tetapi mengapa ia berkata demikian? Bukankah dia masih marah padaku?
“Dengar Ven, kamu terjebak di sini kan karena aku, kamu yang harus keluar” kata Bella, dan air mataku pun mengalir saat mendengar sahabatku berkata demikian, padahal beberapa menit lalu kita masih marahan karena hal yang  konyol “Bel, kamu bilang apa sih? Kita tunggu saja sebentar, pasti akan ada bantuan!” Kataku sedikit membentak untuk meyakinkan Bella, dan kurasa Bella hanya diam menanggapi sikapku.
Beberapa menit yang panjang telah berlalu dan telah terganti oleh jam-jam menegangkan dalam hidup kami, entah berapa lama kami berada di sana, tetapi dari jam tanganku, kami telah terjebak tanpa bisa bergerak bebas selama hampir 3 jam dan tiada sinyal di handphone kami, suasana di atas yang awalnya ramai menjadi kian sunyi, dan meski kami terus berteriak-teriak tiap ada harapan, tampak tidak membuahkan apa-apa.
“Ven, udah tiga jam nih, kamu keluar sana” Kata Bella, sejujurnya aku mau bertahan labih lama lagi asal Bella selamat, atau lebih baik jika Bella yang keluar, tetapi Bella terus saja memojokkanku, hingga akhirnya aku mengambil langkah pendakian pertama menuju celah itu.
Dengan amat sangat hati-hati aku mulai merangkak naik hingga mencapai lubang itu, aku berhenti sejenak, kamudian mulai keluar dari lubang dan langsung terjatuh ke luar sementara kausku sobek terkena besi penentu yang tak mungkin kuhindari.
Lega dapat menghirup udara segar, tetapi mataku mulai buram, dan terdengar suara kertakan di belakangku, segera saja aku berusaha berdiri meski kakiku terasa amat lemas dan tidak kuperhatikan darah yang mengalir dari tubuhku, aku hanya terfokus pada bangunan yang jatuh menimpa Bella sahabat baikku.
Meski tenagaku terkuras dan darah terus mangalir, aku tetap berusaha mencari Bella dalam reruntuhan itu, kukeluarkan semua tenaga dan pikiranku untuk membuka kayu demi kayu dan batu bata di depanku, aku berusaha berteriak memanggil Bella meski kerongkonganku terasa sakit, dan aku terus berharap pada Tuhan agar Bella tetap hidup saat kutemukan dia.
Pencarianku membuahkan hasil, dapat kulihat Bella tergeletak lemas, tetapi matanya masih memandangku dan senyum kecilnya masih mengarah padaku, aku segera mengulurkan tanganku untuk memegang tangannya sementara tangan kiriku masih terus membuka kayu yang menghalangi, hingga akhirnya ia dapat kutarik keluar.
“Bel, kamu nggak apa-apa?” Tanyaku panik “Nggak tau Ven” Bisiknya lirih, aku nggak tau apa yang harus kulakukan, dan akhirnya aku menggendong Bella menuju rumah sakit yang kuharpkan masih berdiri.
Dengan sisa tenaga terakhirku kubawa sahabatku dalam pangkuan tanganku yang bergemetaran karena lelah “Udah Ven, nggak usah” Bisik Bella pelan “Nggak Bel, aku masih sehat” Kataku sambil tersenyum menutupi fakta yang sebenarnya bahwa tenagaku hampir habis.
Mungkin baru separuh perjalanan, aku hampir pingsan, tetapi tidak kubiarkan Bella menderita, tetapi... kakiku tidak bisa diajak kompromi, aku terjatuh di atas dua lututku dan tetap berdoa agar Tuhan menolong kami.
Kurasa doaku telah Ia dengar, suara sirine ambulance mendatangi kami dan berhenti di samping kami. Yang kuingat saat itu adalah beberapa orang mengenakan baju putih turun dan segera menolong Bella, dan setelah itu... aku tidak tahu apa yang terjadi, sebab mataku telah gelap.
Ketika aku terbangun, yang kulihat adalah langit yang tampak biru seperti biasanya, ah, berarti aku masih di bumi. Segera saja aku duduk dan berusaha berdiri, namun ada seorang wanita cantik yang menyuruhku tetap tenang “Nggak mbak, aku nggak apa-apa” Kataku seraya berdiri dan melihat sekitarku, yang ada hanya kumpulan orang-orang korban gempa dan para relawan “Bella, Bella” Erangku pelan, entah kenapa suaraku tertahan di tenggorokkanku, aku segera berjalan mencari Bella di antara kerumunan orang, kurasa kakiku kali ini cukup dapat diajak kompromi dan suaraku mulai berkerjasama, sekuat tenaga aku memanggil nama Bella, meski kurasa itu tidak cukup keras.
Hingga akhirnya kutemukan Bella sedang duduk dan tampak bingung, kepala, tangan dan kakinya terperban, hampir mirip mumi, hahaha.
Aku segera manghampiri sahabatku dan memeluknya dengan hati-hati seolah tak ingin dia lepas dari pandanganku “Ven, makasih ya, kamu sudah menolongku” Kata Bella “Bukan Bel, ini pertolongan Tuhan” Jawabku dan takingin rasanya kehilangan satu-satunya sahabat terbaikku, yaitu Bella.

oleh : Kristina Andita Pradani

Jumat, 19 Oktober 2012

Mengenal Musik Arab


Sejak tahun 3000 SM daerah antara Mesir dan Mesopotamia menjadi pusat kebudayaan dunia.
Di Arab Selatan ada Tubal (Anak Lamak) menemukan tamborin (Duff) dan gendang (Tabl) sementara adiknya, Dilal menemukan lyra (Mi’raz) dan ayah mereka (Lamak) menemukan lute (‘ud) dan di dalam sejarah Arab, wanita pun ikut turut bagian dalam memainkan musik.
Sumber pertama tentang hal ini diperoleh dari prasasti Asyira. Di Arab dikenal irama rajaz, irama yang berasal dari perjalanan orang Badui (Badawi) dan menurut legenda, irama ini diambil dari suara langkah kaki unta. Musik Arab dipengaruhi oleh musik Yunani karena hubungan perdagangan bangsa Arab, orang Mesopotamia, dan bangsa Yahudi.
Gendang di Arab disebut tabl, di Ibrani di sebut tibela, di Syria disebut tabla, di babilonia disebut tabbula, di India disebut tabla, di Turki disebut dawul, di Persia disebut duhul.
Alat-alat musik Arab:
            1. Daff                        : Sejenis rebana, menggunakan krinci di samping
            2. Tar               : Sama dengan Daff, bentuknya lebih besar, krinci terletak di
dalam
            3. Mizmar        : suling seperti trompet Reog Ponorogo dengan nada Arab
            4. Rebab          : mirip rebab Jawa dengan nada khas Arab
            5. And             : seperti mandolin(gitar berbentuk beduk)
Musik Tradisional Arab dasarnya tidak harmonis dan menggunakan banyak nada hebat(tinggi) dalam oktafnya, beda dengan musik Eropa. Ketukan musik Arab ditentukan oleh gendang dan tamborin. Beberapa irama dan hiasan melodi adalah ciri khas musik Arab.
Tangga nada solmisasi yang diakui Internasional diciptakan oleh Guido Arezzo, seorang pemusik Italia dalam program Bristish channel 4.
Kenyataannya solmisasi merupakan hasil penemuan para ilmuwan Arab yang awalnya adalah notasi dalam abjad Arab terdiri dari mi fa shad la sin dal ra yang kemudian ditransliterasikan ke dalam bahasa Latin menjadi mi fa sol la ti ut re yang digunakan pertama kali oleh Guido Arezzo sehingga terkenal menjadi notasi Guido’s Hand. Kemudian berkembang lagi menjadi notasi musik saat ini yaitu mi fa sol la si do re

Kontes dan Pameran Hewan Ternak di Pandaan

Tahukah kamu bahwa tanggal 9-13 September 1974 diadakan kontes untuk sapi dan pameran hewan ternak yang berlangsung di Pandaan?
*Flashback*
Bagi yang suka sejarah, tentu kamu akan tertarik membaca postingan ini.
Indonesia waktu itu masih berumur 29 tahun, sebuah negara yang masih bisa dikatakan labil dalam sistem dan pemerintahan negaranya. Tidak hanya itu, perekonomian yang ada pun masih belum maju, namanya juga baru saja merdeka? Maka pemerintah Republik Indonesia pada saat itu melihat besarnya potensi Indonesia dalam hasil ternak, terutama susu, telur dan daging. Hal-hal lain seperti kulit dan bulu, waktu itu masih diproduksi dalam jumlah kecil.
Waktu itu... masyarakat masih belum mengetahui cara mencegah penyakit pada hewan ternak, jadi hewan-hewan tersebut mudah sekali diserang penyakit dan mereka masih menggunakan perawatan tradisional, sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi terlalu banyak dan masyarakat mulai kurang meminati usaha berternak, padahal produksi peternakan sangat menyumbang kemajuan ekonomi.
Dalam rangka perluasan dan intensifikasi di bidang peternakan, pemerintah membuat "Proyek Panca Usaha Ternak Potong" di tahun 1974 yang meliputi:
1. Penggunaan bibit unggul
2. Penggunaan makanan ternak yang cukup
3. Pencegahan penyakit secara efektif
4. Ketatalaksanaan dengan penyuluhan keterampilan teknologi yang tepat dan baik
5. Penggunaan modal usaha dengan persyaratan yang lunak disertai pengusahaan pasar untuk pemasaran hasil

Kenangan Dalam Debu


Hangatnya cahaya bola kuning besar tampak semu tertutup awan menyinari teras rumah mungil ini, ku terdiam di relung kursi ukir kayu yang masih tampak kokoh meski telah berabad-abad menanggung beban, lembutnya angin dalam embun pagi menarik memoriku kembali, sementara secangkir teh sudah mulai dingin di sampingku.
Akhir-akhir ini aku sering memandangi sebuah liontin perak cantik yang tergenggam di tanganku, pantulan peraknya seolah takkan pernah pudar dimakan waktu. Mungkin, karena sahabatku akan datang kemari? Meski aku sangat ingin berjumpa wajah merahnya yang cantik, tetapi tidak akan mungkin di balik rimba yang berbahaya ini, dan aku tidak ingin ia terluka.
Dedaunan semak mulai bergesek-gesek, mungkin saja para geriliya sedang lewat, harusnya aku segera masuk, tetapi aku tidak ingin melewatkan kecerahan pagi ini “Hai” seru suara indah yang rasanya tidak mungkin kupercaya di sini. Aku segera menoleh ke arah suara tersebut, meski tidak kupercayai mataku sendiri, tetapi tampaknya telingaku mengungkap yang sebenarnya.
“Li...li...liana?” Kataku pelan dengan nada tidak percaya “Iya Rista, ini aku” Kata Liana dengan lembut “Aku sudah bilang jangan kemari, bagaimana caramu menemukankku?” Tanyaku “Dari warga di desa sebelah” Jawab Liana “Li, ini terlalu berbahaya” Kataku “Tetapi kamu di sini, aku tidak akan takut” Kata Liana “Sudah tugasku untuk berada di sini, menjadi seorang dokter memang cita-citaku” Kataku “Iya, tapi seingatku, kau tak pernah bilang mengenai rimba” Kata Liana sambil tersenyum dan memelukku erat, seolah melepas kerinduan seribu tahun.
Tiba-tiba terdengar suara timah panas berdesing di sekitar kami, ketakutan mencengkram batinku saat kulihat delapan orang bergerak menuju rumahku, siapakah mereka? Kawan dan lawan seolah tak ada beda, mereka sama-sama orang kejam yang membantai kami dengan makan lapar dan minum darah.
Kaki kami seolah terpaku erat ke lantai dan tetesan air mengucur dari kelenjar keringatku, saat itu aku tidak bisa merasakan apa-apa lagi kecuali genggaman tangan sahabatku yang mulai basah karena keringat dan sedetik kemudian, Liana kehilangan keseimbangan dan pukulan keras mendarat di belakang kepalaku dan segalanya menjadi buram dan kakiku terasa amat lemas, suara terakhir yang kudengar adalah benturan tubuhku dengan lantai kayu rumahku.
Ketika aku terbangun oleh guncangan lembut Liana, yang ada hanya kegelapan di setiap mata memandang, aku mulai takut apabila aku menjadi buta akibat kerasnya pukulan tadi “Li, semuanya gelap” Kataku dengan pelan dan air mata mulai terjatuh saat membayangkan jika diriku mengalami kebutaan, Liana hanya terdiam seribu bahasa, kegelapan itu menjadi selimut sunyi yang amat mencekam, ya Tuhan, dimana sahabatku? Apa yang sebenarnya terjadi? Aku di mana?
Sejuta pertanyaan membelitku “Li” Kataku pelan berusaha mencarinya “Iya Ris” terdengar suara lembut memecahkan keheningan yang mulai melepaskan cengkramannya, Liana segera memegang tanganku dan aku segera memeluknya “Li, di sini gelap” Kataku pelan “Iya Ris, di sini gelap” Kata Liana dan hal itu membuatku bisa sedikit bernafas lega, dan aku yakin, aku tidaklah buta.
Mendadak tampak cahaya kecil merobek kegelapan ini dan terdengar suara yang terasa berat dan menakutkan memanggil namaku dan berkata aku akan dibebaskan atas nama negaraku tercinta, aku menoleh ke arah Liana yang ketakutan di wajahnya terbiaskan dari air mata yang deras mengalir “Li, bilang saja namamu adalah Rista” Kataku sambil memaksakan senyum di wajahku yang telah banjir dengan ketakutan “Tapi Ris, itu bukan hakku dan negara sangat membutuhkanmu” Kata Liana “Tidak Li, aku yang sangat membutuhkanmu, berada di sini adalah resiko, aku akan menunggumu kembali” Kataku yang saat itu tidak dapat membendung air mata lagi “Pergi Li, lanjutkan hidupmu menjadi seorang penulis” Kataku seraya memberikan liontin perakkku kepadanya sementara pintu di luar mulai dibuka.
“Dimana Rista?” Tanya orang yang dengan kakinya menginjak hak kami “Dia” Jawabku dan Liana hanya bisa terdiam menuruti rencanaku, air matanya kini membiaskan cahaya persahabatan kami, aku berusaha menahan keinginanku untuk mengaku bahwa akulah Rista.
Tanpa panjang lebar lagi, ia segera membawa Liana keluar yang ia sangka adalah Rista, sementara ada seorang laki-laki yang tampak besar dan menutupi sebagian besar cahaya dari pintu yang kemudian ia tutup dan membuat kegelapan kembali datang.
Ketakutan mencengkramku, aku siap untuk kemungkinan terburuk hingga kematian yang ia percepat datang padaku, dan aku ingin sekali mengatakan “Ya Tuhan, aku ingin Liana tahu aku sayang sama dia” Bisikku pelan sementara air mata mengalir deras di pipiku dan aku terduduk dengan memegang erat kedua kakiku yang mulai gemetar.
“Tuhan, semuanya ini pasti adalah yang terbaik untukku” Kataku dalam hati ketika orang tersebut memegang pundakku dan berbisik “Terlalu cantik untuk mati” katanya yang membuatku semakin gemetar, kemudian ia merangkulku dan beberapa detik kemudian leherku terasa perih dan semua terasa berputar dan seberkas cahaya membuatku melihat tubuh seorang gadis dan detik kemudian cahaya putih mengantarku naik, mungkinkah aku telah tiada? Jika iya, berarti Liana tak perlu kembali kemari dan kuharap ia tahu aku sayang padanya dan kutunggu ia di tempat yang indah ini...



by: Kristina Andita Pradani

Mak Comblang Profesional


Mencomblangin orang, sudah biasa bagiku, kebanyakan teman-temanku yang jadian adalah berkat dari jasa “Mak Comblang” ku, nggak tau kenapa kok bisa sukses terus menerus, asyik deh rasanya.
Eits... tapi kenapa aku belum berhasil dalam mencomblangkan diriku sendiri? Ah, pertanyaan itu terus menerus berputar di kepalaku, dan hari ini adalah puncak dari kegalauanku! Yang bener aja? Masak musuhku jatuh cinta pada Reza, orang yang kucintai? Dan rasanya cintaku benar-benar bertepuk sebelah tangan!
Sebenarnya aku nggak musuhan banget sama anak yang bernama Anita itu, dan kebanyakan anak di kelasku menyembunyikan kebencian mereka pada Anita yang terlalu gimana... gitu.
Siang ini, rasanya sudah sumpek kena pelajaran, dan tiba-tiba aku nggak sengaja ngelihat kalau mereka itu duduk berduaan dempet banget! Yaampun kayak gula sama semut saja! Meskipun hatiku terbakar, tapi aku nggak ingin nyinggung perasaan siapapun, jadinya... aku pasrah deh, aku pun mengalihkan pandanganku dan melamun.
“Haaaii” Sapa Anita membuyarkan lamunanku dan nggak tau kesamber apaan minta tolong bantuanku untuk mencomblangin dia dengan orang itu, what? Nggak, bakalan deh! Nggak perlu repot-repot kalau mau nampar itu! “Em... kayaknya aku nggak bisa deh, soalnya aku masih harus fokus ujian nih” Kataku sehalus mungkin, padahal kalau bisa aku pasti sudah marah-marah di depannya “Halah, ayo ta, masak kamu nggak bisa sih?” Kata Anita memohon, tetapi, seberapapun imbalan berupa dana dan konsumsi yang dia tawarkan ke aku, akiu menolaknya dengan sehalus mungkin dan akhirnya dia menyerah.
Keesokan paginya, aku sangat nggak semangat ke sekolah, mataku merah karena menangis dan berkantung karena kurang tidur, habisnya aku belajar sambil memikirkan Reza, ah lupakan sajalah.
Dengan mata hampir tertutup dan langkah goyah, aku memasuki kelas yang ributnya luar biasa, wah, pasti ada yang spesial hari ini. Dan benar sajalah, baru sedetik di kelas, anak-anak uptudate segera saja memberi tahu status Twitter Anita yang bergalau ria, ah, sudah kutebak pasti statusnya bergalau ria. Tapi... itu bukan hanya satu-satunya kabar aneh yang kudengar, melainkan Anita juga meminta pada teman sekelasku bernama Merry untuk mencomblangin dia!
Mau jatuh rasanya aku mendengar berita itu, aku segera pergi ke tempat dudukku dan berusaha menyibukkan diri dengan tugas-tugas yang ada untuk menghindari menangis.
Hari ini, sudah gurunya nggak enak, aku terus mengetahui usaha Merry mencomblangin Anita dengan Reza, dan Anita yang tingkahnya gimana... gitu sama Reza menambah beban pikiranku.
Setelah 7 jam berada di kelas yang samasekali nggak nyaman, aku akhirnya bisa juga untuk pulang dan memuaskan diriku menangis bersama boneka anjingku.
Hari ini aku nggak belajar sama sekali karena galau, dan aku nggak tahu harus bagaimana, aku nggak mudah untuk merelakan Reza samasekali, padahal kalau kuamati sebagai mak comblang profesional, tampaknya Reza nggak ada rasa apa-apa sama aku, dan kabar baiknya dia juga nggak ada rasa sama Anita.
Hal ini nggak berlangsung sebentar lho! Sialnya hal ini terjadi sampai seminggu! Yaampun! Dan di hari yang ke sepuluh ini mataku sudah benar-benar bengkak dan belajarku nggak bisa maksimal, bahkan aku sering bolos les gara-gara tidur siang dan begadang di malam hari, andai saja ada les yang jam 10 malam gitu pasti aku ikut buat galau-galauan malam.
Hari kesepuluh dari perilaku anomali ini benar-benar menjadi hari yang sangat nggak bersemangat, bedakku tidak mampu menutupi bengkaknya mataku, hmm, jika teman-temanku menanyakan mengenai mataku, pasti aku jawab kurang tidur, tetapi nggak bakal kujawab kalau aku menangis semalaman dan hari ini saat aku menguap pun, air mata yang keluar rasanya perih seperti yang dirasakan hatiku saat melihat Anita dan Reza.
Dari kejahuan bisa kudengar suara ribut anak-anak di kelasku, wah, berisik banget? Anomali! Pasti ada sesuatu. Dan benarlah, saat aku melangkah masuk ke kelas, seisi kelas menjadi semakin ribut dan kulihat Reza nggak ada di bangkunya, ah, aku cuek saja dan melangkah ke bangkuku.
Astaga, betapa terkejutnya aku ketika aku melihat kertas putih dengan tulisan di baliknya, ah, kupikir itu hanya sampah, tapi... aku nggak tahan untuk membacanya terlebih dahulu sebelum kubuang di tempat sampah, dan ternyata... itu dari Reza! Aku pun duduk sambil terus membaca puisi romantis itu tanpa memperhatikan sekeliling.
Saat aku selesai membaca kertas itu, kupikir itu untuk Anita, tetapi seseorang di sampingku menyodorkan sebuah kertas berbentuk hati bertuliskan namaku.
Perlahan-lahan aku menoleh dan tampak wajah yang sangat familiar, Reza! Ia hanya tersenyum di sana dan menunggu jawaban dariku.
Aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk, seraya berdiri dan memeluk hangat Reza yang diiringi sorak riuh anak-anak yang berkata “Mak comblang dapat pacar”
Thanks God


by: Kristina Andita Pradani