Selasa, 01 Januari 2013

Alexander Max Band, Penyanyi dan Penulis Lagu dari California


Alex Band
Merupakan mantan vokalis dari band The Calling yang dulu ia bentuk tahun 2000 yang lalu dan pecah di tahun 2005 sambil meninggalkan banyak fans yang kecewa :’(  termasuk saya, tetapi dengar-dengar nih, kayaknya sih The Calling belum bubar!
Gaya bermusik dan fashion dari Alex Band, terpengaruh dari Pearl Jam, Bon Jovi, Live, Train, dan U2 yang merupakan band-band yang terkenal sebelum dia.
Nama asli dari Alex Band adalah Alexander Max Band dan lahir di Los Angeles, California tanggal 8 Juni 1981 dari orangtua dengan dua kepercayaan/agama yaitu ayahnya(Charles Band) yang beragama Yahudi dan ibunya(Meda Band) yang beragama Kristen.
Ia lahir di keluarga yang memang sudah berkecimpung di dunia entertainment sejak lama, buktinya nih, kakeknya(Albert Band) adalah seorang director dan bakat ini menurun ke ayah Alex Band yang menjadi director film horror.
Tampaknya sih seperti seseorang yang beruntung ya lahir di keluarga entertainment dan sukses melanjutkannya dengan menjadi seorang penyanyi dan penulis lagu, tetapi dalam beberapa lagunya, dapat diamati bahwa Alex Band sebenarnya bingung dalam menjalani kehidupan keagamaannya, ia sendiri juga mengakui bahwa ayahnya seorang Yahudi yang jarang beribadah sementara ibunya hanya mengingat Yesus pada saat Natal saja, hal ini juga diperparah saat Alex berusia 8 tahun dan orangtuanya bercerai, ia mengungkapkannya melalui lagunya yang berjudul “Could it be Any Harder”

Karir
Alex Band mulai membentuk kelompok musik pertamanya, (simplenya sih sebut saja band pertamanya, tetapi daripada kebingungan nama…) bersama dengan sahabatnya sekaligus directornya yaitu Jethro Rothe-Kushel, dan Aaron Kamin, cowok yang sedang berkencan dengan saudara perempuannya, serta bersama beberapa musisi yang lebih tua dan ditampilkan dalam film “Coyote Ugly”
Saat ia berusia 15 tahun, Alex Band dikontrak oleh RCA Recods untuk membentuk band yang diberi nama The Calling bersama dengan Aaron Kamin, sampai-sampai ia keluar dari sekolah dan melanjutkan sekolahnya melalui home schooling sampai tuntas.
Lagu pertama dari The Calling yang ditulis oleh Alex Band terjual keras di pasaran dan banyak disukai masyarakat, lagu itu berjudul “Wherever You Will Go” bahkan bertahan selama 23 minggu di posisi 1 dalam tangga lagu “Billboard Hot Chard” dan mencapai posisi ke 5 di “The Hot 100 Chards”
Dua lagu selanjutnya karya Alex Band masih bisa mengikuti keberhasilan Wherever You Will Go, yaitu “Adrianne” dan “Could it be Any Harder” dan mendongkrak keberhasilan album pertama mereka yang berjudul ‘Camino Palmero’
Sayangnya album kedua mereka yang berjudul ‘Two’ gagal mendongkrak popularitas mereka, tetapi single “Our Lives” menjadi lagu pembukaan utama dari acara Olimpiade tahun 2004 dan “Anything” menempati posisi ke 23 dari “Adult Top 40”
Akhirnya mereka mengumumkan bubar dan melaksanakan konser terakhir mereka 4 hari sebelum ulang tahun Alex Band, yaitu 4 Juni 2005 di Temecula, CA
Kemudian Alex Band melanjutkan bersolo karir da tidak lama kemudian berkerjasama dengan Carlos Santana dengan lagu “Why Don’t You and I” karya Chad Kroeger
Alex Band juga membuat lagu untuk film yang dibentuk dan didanai ayahnya, film itu berjudul “Doll Graveyard”horror abis tuh film! Dengan lagunya yang berjudul “The Truth”
Lagu dari Alex Band yang berjudul “It Doesn’t Get Better than This” dipakai dalam soundtrack “Bratz:The Movi” dan lagu hasil kerjasamanya yang berjudul “Coming Home” dipakai pada tahun 2007 untuk film “The Final Session”
Hmm… selain aktif dalam hal bersolo karir, rupanya Alex Band juga menyumbang solo karirnya dalam konser Donate Life, sebuah yayasan yang menyumbangkan organ pada orang yang membutuhkan.
Salah satu lagu Alex Band yang mungkin kamu sering dengar lainnya adalah “Only One” dan “Tonight” yang menjadi soundtrack dari “The Vampire Diaries” atau mungkin bagi para penggemar action, coba deh lihat film “Daredevil” nah soundracknya diisi oleh Alex Band atas nama The Calling dengan lagunya yang berjudul “For You” dan sekarang dia sibuk dalam membuat label rekamannya yaitu “AMB recods” atau “EMI Recods”


oleh : Kristina Andita P.Kaaro

Wherever You Will Go


by : The Calling

Verse1
So lately
Been wondering
Who will be there to take my place

When I’m gone
You need love
To light the shadow on your face

Pre chorus1
If a great wave shall fall
It’s a fall upon us all
Then between sand and stone
Could you make it on your own

Chorus
If I could then I would
I’ll go wherever you will go

Way up high or down road
I’ll go wherever you will go

Verse2
And maybe I'll find now
Away to make it back someday
To watch you
To guide you
Trough the darkest of your day

Pre chorus2
If a great wave shall fall
It's a fall upon us all
Then i hope there's someone on their own
Can bring me back to you

*Back to chorus

Runaway with my heart
Runaway with my hope
Runaway with my love

I know now
Just quite now
My life and love are still go on

In your heart and your mind
I'll stay with you for all the time

*back to chorus

ending
If I could turn back time
I'll go wherever you will go
If I could make you mine
I'll go wherever you will go

Senin, 31 Desember 2012

Take Me Back


By: Alex Band

Have you ever wished for something like
A second chance to make things right,
To stop the clock, return to where you’ve been.

In a world that’s spinning out of control,
We spend our days searching our souls,
For answers to the questions lost back then.

Now higher and higher I’ve built up this wall,
Reaching the Heaven, can you hear me call?

Take me back, take me back,
Life is passing by so fast.
Take me back, take me back,
I wanna make each moment last.
If I could start all over,
Knowing what I know now that I’m older,
My future is past, so take me back.

Through all the years of hurt and pain,
I’d relive each to love again,
To find the ones who might have got away.

Now higher and higher I’ve built up this wall,
Reaching the Heaven, can you hear me call?

Take me back, take me back,
Life is passing by so fast.
Take me back, take me back,
I wanna make each moment last.
If I could start all over,
Knowing what I know now that I’m older,
My future is past, so take me back.

Oh, I’m counting the stars in the sky
Just to make sure that I’m still alive.
‘cause I don’t wanna run out of time
Before I’ve even tried.

Take me back, take me back,
Life is passing by so fast.
Take me back, take me back,
I wanna make each moment last.
Take me back, take me back,
Life is passing by so fast.
Take me back, take me back,
I wanna make each moment last.
If I could start all over,
Knowing what I know now that I’m older,
My future is past, so take me back.

Minggu, 30 Desember 2012

Galaksi Andromeda, Galaksi Besar dari Ratusan Galaksi Purba


Galaksi Andromeda merupakan galaksi yang sedang tren akhir-akhir ini, well, aku nggak hanya ingin membahas tentang trennya tersebut, melainkan keindahan dan keunikan galaksi Andromeda ini.
Galaksi Andromeda dapat kita amati dengan mata telanjang di langit bumi, sekitar 41 derajat di sebelah utara khatulistiwa langit, baik diamati sekitar bulan September, Oktober, November, yah asalkan nggak ada polusi cahaya saja, anggaplah pada saat mati lampu besar-besaran, nah barulah kita dapat melihat galaksi Andromeda yang berjarak 2,5 juta tahun cahaya dari bumi, kalau Cuma pakai mata doang sih hanya terlihat kabut tipis yang agak bercahaya(remang-remang) gitu, tapi kalau sudah dibantu teropong, maka kita akan melihat bintang-bintang redup di sisi luar Andromeda.
Galaksi Andromeda sedang mendekat ke galaksi Bimasakti(galaksi kita) dengan kecepatan sekitar 300 km/detik tetapi galaksi Andromeda akan menyentuh galaksi Bimasakti sekitar 4 milyar tahun lagi->kurang lebih sih, hehehe

Galaksi Andromeda
Seperti halnya Bimasakti, di sekitar galaksi Andromeda pun terdapat beberapa satelit galaksi dan dwarf galaksi serta ratusan bintang.
Galaksi yang juga mendapat julukan Messier 31 ini diperkirakan memiliki 1 triliun bintang(matahari) di dalamnya, merupakan galaksi yang lebih besar daripada galaksi Bimasakti, hal ini dikarenakan sekitar 9 milyar tahun yang lalu, galaksi Andromeda bertabrakan dengan sebuah galaksi lain dan sekitar 4 milyar kemudian, mereka bergabung dan menyatu menjadi satu galaksi dengan satu inti, nah pada masa pembentukannya yang sekitar 10 milyar tahun yang lalu, galaksi Andromeda ini awalnya bukan merupakan galaksi utuh, melainkan gabungan dari beberapa protogalaxy, atau yang dipersimple dengan sebutan galaksi purba, galaksi purba ini hanya berbentuk gas-gas penyusun yang mengandung banyak materi gelap, kemudian sisa-sisa dari protogalaxy ini membentuk bintang dan planet-planet.
Kalau dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, misalnya saja tahun 1990an, jarak galaksi Andromeda memang lebih jauh dibandingkan sekarang, artinya galaksi Andromeda memang mendekati galaksi Bimasakti.
Bahkan dulu, ada sebuah galaksi yang diberi nama Triangulum berjarak lebih dekat dengan galaksi Bimasakti disbanding galaksi Andromeda, tetapi akhir-akhir ini galaksi Triangulum diperkirakan hanyalah satelit dari galaksi Andromeda.
Ohya, inti dari galaksi Andromeda tidak jauh berbeda dengan galaksi-galaksi lain, yaitu supernova di inti pusaran galaksi, Para ahli memprediksi bahwa di dalam inti pusaran inilah terdapat sebuah black hole atau lubang hitam. Beberapa bukti seperti foto-foto kilatan cahaya yang membentuk sebuah kilatan melingkar dan berevolusinya (berputar menggelilingi sebuah titik tertentu) bintang-bintang di pusat galaksi secara ekstrim menjadi penguat pendapat para astronom tersebut. Fenomena itu memang belum dapat dipastikan sebagai bukti bahwa Black Hole terdapat di tengah setiap galaksi spiral. Namun setidaknya, ada arah tujuan pasti di mana setiap astronom dapat mencari hal yang ingin mereka temukan.
Lubang Hitam selain dipercaya berada di pusat galaksi juga dapat terbentuk melalui sebuah ledakan bintang. Ledakan bintang atau yang sering kita sebut sebagai supernova adalah fenomena alam yang sebenarnya relatif mudah untuk diamati dari sisi astronomi. Dan dari hasil beberapa foto infra merah, terdapat sebuah ruang gelap setelah supernova terjadi.
Black Hole atau lubang hitam adalah fenomena alam biasa yang sebenarnya terjadi setiap saat di sekitar kita. Teori ini pertama kali diluncurkan oleh Albert Einstein akibat dari teori relativitas yang ia ciptakan. Black hole adalah sebuah contoh menarik di mana sebuah entitas tidak terikat pada hukum fisika klasik. Hukum fisika klasik adalah hukum fisika yang dicetuskan pada abad pencerahan di mana salah satu pionirnya adalah Newton. Black Hole adalah sebuah contoh di mana hukum relativitas dapat di terapkan dengan sebaik-baiknya.
Hal yang unik dari black hole adalah, ilmuwan belum pernah menemukan satupun black hole yang terbentuk secara alami. Bukan karena black hole itu tidak ada, namun karena black hole itu sangatlah sulit untuk di deteksi. Dari namanya saja, kita tahu bahwa black hole itu sangat gelap, dan karena sifatnya yang gelap itu maka untuk mendeteksinya dibutuhkan kerja keras. Satu-satunya cara adalah ketika black hole itu sedang menghisap sebuah partikel cahaya yang masuk ke dalamnya. Maka sebuah semburat linkaran pusaran akan nampak dalam hitungan seper sekian detik.


Mengapa Galaksi Andromeda Mendekati Galaksi Bimasakti?
Pertanyaan ini dijawab oleh beberapa ilmuwan dan teori-teori yang menyatakan hasil pasti dari jawaban ini.
Kedua galaksi ini memiliki gaya gravitasi yang luar biasa kuat ditambah lagi dengan adanya materi gelap yang mendekatkan kedua galaksi ini dan ratusan mini blackhole yang tersebar di sekitar galaksi mempengaruhi materi gelap yang ada dan menyebarkan efek-efek lain yang pada intinya saling memperkaya kedua galaksi ini, makin kaya, makin kuat gravitasi yang dihasilkan maka semakin cepat pula laju kedua galaksi ini.

By : Kristina Andita Kaaro

Tata Surya dengan Dua Matahari


Planet Circumbinary
Apa yang dimaksud dengan planet Circumbinary? Planet yang tergolong dalam planet Circumbinary adalah planet-planet yang berevolusi (mengorbit) pada sepasang bintang! Wow, di bumi, 1 saja sudah panas, apalagi 2! Hehehe.
Para ilmuwan sekarang telah mengumumkan deteksi sistem Kepler-47, sistem tata surya pertama yang terlihat dengan planet yang mengelilingi sepasang bintang. Bintang dan planetnya, yang disebut Kepler-47b dan Kepler-47c, berada pada jarak sekitar 5.000 tahun cahaya, di konstelasi Cygnus, sang Angsa.
Peredupan yang terjadi hanya 0,08 persen untuk planet Kepler-47b dan 0,2 persen untuk planet Kepler-47C. Sebagai perbandingan, Venus menghalangi sekitar 0,1 persen permukaan matahari saat transitnya baru-baru ini. Data dari Kepler memungkinkan peneliti untuk menyimpulkan ukuran relatif dari obyek dan orbitnya. Mereka juga mengandalkan pengamatan lebih lanjut yang dilakukan oleh teleskop di Observatorium McDonald di West Texas.
Bintang tersebut mirip dengan matahari kita, dan yang lainnya berukuran sepertiga lebih kecil dan 175 kali lebih redup. Planet dalam berukuran 3 kali diameter Bumi, sedangkan planet luarnya berukuran 4,6 kali diameter Bumi — planet yang lebih kecil adalah planet circumbinary terkecil yang pernah terlihat.
Planet dalamnya selesai memutari orbit setiap 49,5 hari, sedangkan yang luar membutuhkan waktu 303,2 hari, membuatnya menjadi orbit terbesar untuk transit planet di luar sistem tata surya yang pernah diketahui. Bintang-bintang itu sendiri berputar mengelilingi satu sama lain setiap 7,5 hari.
Nah, mungkin kamu akan bertanya-tanya, apakah kedua bintang ini akan ‘memakan’ planet-planet terdekat? Seperti yang sudah aku tulis di pengertian bintang, matahari memiliki daya tarik(gravitasi) yang mempengaruhi tata surya sejauh 2 tahun cahaya, jika ada 2, tentu yang menjadi pertanyaannya adalah daya tarik antar kedua bintang(matahari) tersebut.
Di Bumi, matahari adalah sumber cahaya yang relatif stabil, dengan energi matahari yang kita terima (insolation) hanya bervariasi sebesar 0,1 persen atau lebih, "Kepler-47 menunjukkan kepada kita bahwa bintang biner(ganda) dapat memiliki sistem planet yang berkumpul, seperti yang kita lihat pada bintang tunggal," ujar pemimpin penelitian Jerome Orosz di San Diego State University kepada SPACE.com. "Sebagian besar bintang-bintang di galaksi itu biner atau dalam sistem berganda yang lebih banyak lagi, sehingga fakta bahwa sistem planet tersebut dapat muncul dalam sistem jenis itu sangat penting. Jika kita hanya membatasi mencari planet di sekitar bintang tunggal, kita akan melewatkan sebagian besar bintang di galaksi."
Penemuan terbaru tersebut menunjukkan bahwa sistem planet dapat terbentuk dan bertahan bahkan dalam lingkungan kacau di sekitar bintang biner.
Tetapi kedua bintang ini memiliki sistem transit materi dengan cara yang lebih ‘ramah’ dibandingkan bintang-bintang ganda yang lain, di beberapa sistem tatasurya lain, transit materi antar bintang menjadikan salah satu bintang seperti parasit yang menghabiskan bintang pasangannya.

Keindahan Bintang Ganda
Pada suatu saat nanti, bintang pasti akan meninggal(supernova) yang diawali dengan membesarnya bintang dan perubahan warna -> seperti dalam gas elpiji atau kompor, api yang berwarna biru merupakan api yang lebih panas sementara warna merah artinya lebih dingin, demikianlah dikenal istilah warna merah dan biru dalam astronomi.
Nah, salah satu dari bintang ganda tersebut akan membesar dan menjadi semakin panas terlebih dahulu sampai akhirnya tidak mampu menahan lapisan luarnya dan akhirnya mulai mendingin dan memerah sambil melepaskan gas-gas atau materi-materi penyusunnya, waktu pelepasan tersebut, pasangan si bintang akan menarik gas-gas tersebut sehingga tetap berada di sekitar bintang yang meredup tadi dan menghasilkan bentuk-bentuk unik berwarna merah di sekitar kedua bintang.