Kamis, 21 Maret 2013

Bintang Antares, bintang super raksasa


Pengertian Bintang Antares
Nama Antares muncul dari kata Yunani kuno yang berarti Anti-Mars(Anti-Ares) karena cahayanya yang kemerahan mirip planet Mars.
Di Mesopotamia kuno, Antares mungkin telah dikenal dengan nama berikut: Urbat, Bilu-sha-Ziri ("Tuhan Benih"), Kak-shisa ("Pencipta Kesejahteraan"), Dar Lugal ("The King" ), Masu Sar ("Hero dan Raja"), dan Kakkab Bir ("Star Vermilion").
Antares adalah super-raksasa merah yang terletak di rasi bintang Scorpio dalam galaksi Bimasakti, Antares adalah anggota dari sub kelompok Scorpius Upper Scorpius-Centaurus Association, yang berisi ribuan bintang dengan usia rata-rata 11 juta tahun pada jarak sekitar 145 parsec (470 tahun cahaya)
Ukurannya 850 kali lebih besar daripada matahari kita(berdiameter 34,079,500 kilometer persegi), cahayanya 65.000 kali lebih terang daripada matahari, jaraknya kurang lebih 600 tahun cahaya dari galaksi kita, bintang ini terkadang muncul bersama dengan Regulus, Aldebaran, Spica dan bintang-bintang super terang lainnya, bintang ini menempati urutan ke 16 sebagai bintang paling terang di galaksi Bimasakti.
Terletak sekitar 550 tahun cahaya jauhnya, pada foto di atas Antares terletak di sebelah kiri, dikelilingi oleh nebula atau awan gas berwarna kekuningan yang dikeluarkan dari dirinya sendiri. Radiasi dari bintang biru disebelahnya, membantu nebula gas tersebut bersinar.

Struktur Antares
Antares memiliki suhu sekitar 3400 derajat kelvin, Antares adalah jenis bintang variabel dengan tipe LC lambat,  besarnya bervariasi secara perlahan dan semakin membesar, seperti +0.88 menjadi +1.16, magnitudonya  rata-rata 1,09(Sifat khas dari bintang raksasa merah adalah cenderung variabel, artinya intensitas cahaya bintang senantiasa nampak berubah-ubah) kecepatan bintang ini kuranglebih 3,4 km/s

Pendamping Antares
Antares memiliki bintang sekunder, atau pendamping, Antares B, yang berubah dari pemisahan sudut (dari utamanya, Antares A) dari 3,3 detik busur di 1854-2,86 detik busur pada tahun 1990. Cahayanya 170 kali lebih terang daripada matahari, bintang Antares B sulit untuk bisa dilihat, hal ini dikarenakan kilau Antares A yang menghalangi. Tetapi kadang-kadang perpaduan cahaya dari keduanya dapat dilihat selama beberapa detik melalui teleskop kecil.

oleh : Kristina Andita P. Kaaro

5 Fakta Unik di Luar Angkasa

Langit di luar kita memang memberikan banyak pertanyaan untuk dijawab, ada banyak fakta unik dan misteri yang tersedia, ini 5 diantaranya:

  • Black Hole dan White Hole
    Black Hole adalah sebuah lubang di luar angkasa yang menyedot segala materi di dekatnya untuk masuk ke ruang antah berantah bahkan cahaya pun tidak dapat lolos, sementara White Hole adalah lubang yang memuntahkan material dari antah berantah.
  • Tidak ada suara di bulan
    Jika kita pergi ke bulan dan berusaha berteriak sekencang-kencangnya, maka orang dengan jarak setengah meter tidak akan bisa mendengarnya karena di luar sana adalah ruang hampa dan tidak ada cara agar bunyi suara kita bisa merambat ke telinga orang yang dituju
  • Matahari bukan yang terbesar
    Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu bahwa jelas matahari bukanlah bintang yang paling besar, walaupun bumi ukurannya hanya sebintik matahari, tetapi matahari kita ukurannya hanya sebintik sebuah bintang terbesar di luar angkasa, misalnnya saja dibanding Alpha Orionis atau Antares, matahari kita kalah besar
  • Cahaya Kuno
    Cahaya bintang-bintang yang kita lihat dari bumi kebanyakan berasal dari ratusan sampai ribuan juta tahun yang lalu, buktinya saja jarak beberapa galaksi terdekat kurang lebih ratusan juta tahun cahaya, bahkan bintang-bintang tersebut ada yang sudah lama mati tetapi cahayanya baru kita lihat
  • Konstelasi Terkecil
    Rekor konstelasi terkecil saat ini dipegang oleh Crux Australis (Salib Selatan) yang mencakup area sekitar 0,16% dari area langit yang kita lihat


disusun oleh : Kristina Andita P. Kaaro


Senin, 25 Februari 2013

Jenis-jenis Tanah di Indonesia



Beberapa jenis tanah yang ada di Indonesia:
1. Tanah Organik
Disebut juga tanah gambut atau tanah organosol atau juga histosol, terbentuk tatkala bagian-bagian tumbuhan yang luruh terhambat pembusukannya, biasanya di lahan-lahan berawa, karena kadar keasaman yang tinggi atau kondisi anaerob di perairan setempat.; oleh sebab itu, kandungan bahan organiknya tinggi, volume gambut di seluruh dunia diperkirakan sejumlah 4 trilyun m³, yang menutupi wilayah sebesar kurang-lebih 3 juta km² atau sekitar 2% luas daratan di dunia, dan mengandung potensi energi kira-kira 8 miliar terajoule banyak ditemukan di Sumatera, Kaliamantan dan Papua. Cocok untuk perkebunan

2. Tanah Grumusol
tanah yang terbentuk dari material halus berlempung. Jenis tanah ini berwarna kelabu hitam dan bersifat subur. Ada di daerah Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara dan Maluku

3. Tanah Latosol
Tanah yang banyak mengandung zat besi dan aluminium.Tanah ini sudah sangat tua sehingga kesuburannya rendah. Warna tanahnya merah hingga kuning sehingga sering disebut tanah merah. Pembentukannya berasal dari batuan beku, sedimen dan metamorf(yang sudah lama lapuk) cocok untuk palawijaya, tetapi penggunaannya dapat menjadi sawah apabila tersedia banyak air.

4. Tanah Andosol
Tanah yang berasal dari abu gunung api. Tanah andosol terdapat di lereng-lereng gunung api, contohnya di lereng gunung merapi, lereng gunung semeru, lereng gunung Krakatau, dll, selain abu vulkanik, rupanya tanah ini dipengaruhi oleh tuff. Penggunaan lahan biasanya dijadikan pertanian sayuran dan perkebunan.

5. Tanah Aluvial
Tanah yang berasal dari endapan lumpur halus atau material halus hasil dari pengendapan sungai, biasanya ditemukan di daerah dataran rendah dan di daerah sepanjang sungai, misalnya dekat sungai Bengawan Solo, sungai Mahakam, Sungai Musi, dll.

6. Tanah Podsol
Tanah yang teksturnya berupa pasir, kandungan bahan organiknya tidak banyak dan tidak sedikit(tetapi tetap cukup subur) Tanah ini terbentuk dari lapuknya batuan induk akibat pengaruh panas. Dapat ditemukan di sepanjang sungai-sungai besar Sumatera, Kalimantan dan Irian



Silahkan baca Juga:
White Hole, lubang pemberi material dari antahberantah
Galaksi Antannae, galaksi mirip serangga Antannae
Galaksi Komet, galaksi yang menelantarkan bintang-bintangnya
Materi Gelap, materi penyusun alam semesta
5 Pulau Unik Alami di Indonesia
5 Kerusakan Bumi Akibat Benda Langit

Dari Blog Lain :
Dewi Venus, penguasa Jumat
Merkurius, dewa pencipta lira
Isi Surat Perintah 11 Maret
Kota Smirna, kota yang fanatik pada Roma
5 Penyakit Ganas yang Hampir Tanpa Tanda
5 Mahkluk Mitos/Mitologi
Burung Dendang Air
Semua Dipanggil Sedikit yang Dipilih

Sabtu, 23 Februari 2013

Planet Venus, si bintang fajar

Pengertian Planet Venus
Venus mengorbit selama 224,7 hari Bumi. Planet ini dinamai dewi cinta Romawi dan keindahan.  Setelah Bulan, ini merupakan obyek alami terang di langit malam, mencapai magnitudo tampak dari -4.6, cukup terang untuk melemparkan bayangan.  elongasi maksimum mencapai 47,8 °. Venus mencapai kecerahan maksimum sesaat sebelum matahari terbit atau segera setelah matahari terbenam, yang untuk alasan ini telah disebut oleh budaya kuno sebagai Bintang Fajar atau Bintang Sore. Pada bujur fisik fitur Venus dinyatakan relatif terhadap para meridian utama.
meskipun Venus hampir dua kali jarak Merkurius ke Matahari dan dengan demikian hanya menerima 25% dari radiasi matahari Merkurius. Permukaan Venus sering digambarkan sebagai neraka. Studi telah menunjukkan bahwa miliaran tahun yang lalu, suasana Venus jauh lebih mirip Bumi daripada sekarang, dan bahwa mungkin ada jumlah besar air cair di permukaan, namun, setelah periode 600 juta hingga beberapa miliar tahun, planet ini mulai kehilangan airnya, tetapi beberapa ilmuwan masih menganggap bahwa di Venus terdapat bagian yang tidak terkena sinar matahari dan ceruk-ceruk yang masih dapat dihuni.

Struktur planet Venus
Diameter Venus adalah 12.092 km (hanya 650 km kurang dari bumi) dan massanya adalah 81,5% dari massa bumi. Kondisi pada permukaan Venusian sangat berbeda dari bumi, karena atmosfernya padat karbon dioksida. Massa dari atmosfer Venus adalah 96,5% karbon dioksida, dengan sebagian besar sisanya 3,5% adalah nitrogen. Ia tidak memiliki siklus karbon untuk mengunci karbon kembali ke permukaan batu. Venus mungkin telah memiliki lautan di masa lalu, tetapi ini akan menguap karena suhu naik karena efek rumah kaca.
Sekitar 80% dari permukaan Venus ditutupi oleh dataran vulkanik, yang terdiri dari 70% dataran dengan pegunungan dan dataran kerut halus atau lobate 10%
Tanpa data seismik atau pengetahuan dari momen inersia, informasi yang langsung tersedia masih sedikit tentang struktur internal dan geokimia dari Venus, kesamaan dalam ukuran dan kepadatan antara Venus dan Bumi menunjukkan mereka berbagi struktur internal yang sama:. Inti, mantel , dan kerak. Seperti yang Bumi, inti Venus setidaknya sebagian cair karena dua planet telah mengalami pendinginan pada tingkat yang sama.
Perbedaan utama antara dua planet adalah kurangnya bukti untuk lempengan tektonik di Venus, mungkin karena kerak terlalu kuat untuk merampas air sehingga membuatnya kurang cair.

dll tentang planet Venus
Semua planet dari orbit tata surya Matahari dalam arah berlawanan arah jarum jam seperti yang dilihat dari atas kutub utara matahari. Kebanyakan planet juga berputar pada sumbu mereka dalam arah berlawanan arah jarum jam, namun Venus berputar searah jarum jam (disebut "retrograde" rotasi) bumi sekali setiap 243 hari-periode rotasi planet paling lambat apapun. Ekuator permukaan Venus berputar pada 6,5 km / jam, sedangkan pada kecepatan bumi rotasi di khatulistiwa adalah sekitar 1.670 km / jam.


Silahkan baca Juga:
White Hole, lubang pemberi material dari antahberantah
Galaksi Antannae, galaksi mirip serangga Antannae
Galaksi Komet, galaksi yang menelantarkan bintang-bintangnya
Materi Gelap, materi penyusun alam semesta
5 Pulau Unik Alami di Indonesia
5 Kerusakan Bumi Akibat Benda Langit

Dari Blog Lain :
Dewi Venus, penguasa Jumat
Merkurius, dewa pencipta lira
Isi Surat Perintah 11 Maret
Kota Smirna, kota yang fanatik pada Roma
5 Penyakit Ganas yang Hampir Tanpa Tanda
5 Mahkluk Mitos/Mitologi
Burung Dendang Air
Semua Dipanggil Sedikit yang Dipilih

3 Faktor Penyebab Gempa (alami)


3 Faktor Penyebab Gempa (alami)
1. Gempa Tektonik
Gempa yang terjadiakibat pergerakan tektonik (retakan dan patahan) secara mendadak. Hal ini terjadi apabila terjadi pergeseran di dalam lempeng-lempeng tektonik, sebagian besar gempa di muka bumi terjadi akibat aktivitas tektonik. Apabila terjadi di bawah laut, maka akan menimbulkan gelombang berkecepatan kira-kira 800 km/jam.

2. Gempa Vulkanik
Gempa yang terjadi akibat aktivitas vulkanisme yang biasanya juga diiringi meletusnya gunung berapi, getarannya cenderung tidak lebih kuat daripada gempa tektonik dan area yang terkena gempa hanya di sekitar gunung berai tersebut.

3. Gempa Runtuhan
Gempa yang terjadi akibat runtuhnya tanah yang di bawahnya terdapat banyak rongga-tongga, misalnya di daerah kapur yang banyak terdapat gua-gua dan sungai bawah tanah, dan daerah pertambangan atau penggalian bahan tambang