Jumat, 28 Desember 2012

Pengertian Planet Kerdil


Tentunya bagi kamu mungkin istilah planet kerdil tidaklah asing bagi kamu, nah kalau dwarf planet? Hehehe, sebenarnya sih sama saja, Cuma beda istilah. Planet kerdil bisa disebut juga sebagai dwarf planet dan juga bisa dikenal dengan nama planet katai(tapi berbeda dengan katai putih). Planet kerdil dulu disebut juga sebagai planetoid dan asteroid, tetapi kini planet kerdil mempunyai cirri khas tersendiri serta golongan tersendiri, sebab meskipun memiliki perbedaan dengan planet raksasa dan planet-planet lain, planet yang tergolong planet kerdil seperti Pluto dan Ceres, tetaplah bisa disebut sebagai planet bukan asteroid.
Awalnya, menurut KBBI, planet adalah benda langit yang tidak memancarkan cahayanya sendiri dan mengorbit pada bintang.
Sebelum awal abad 21, para ilmuwan dan peneliti belum memiliki definisi kuat mengenai sebuah planet, sehingga penemuan Pluto pada tahun 1930 membuat Solar Sistem dikatakan memiliki 9 planet, bahkan Pluto memiliki bulan!
Pada 1990-an, astronom mulai menemukan benda-benda di daerah yang sama ruang sebagai Pluto (sekarang dikenal sebagai Sabuk Kuiper), dan beberapa bahkan lebih jauh. Banyak dari ini bersama beberapa kunci karakteristik orbit Pluto, dan Pluto mulai terlihat sebagai anggota terbesar kelas baru objek, plutinos. Hal ini menyebabkan beberapa astronom untuk berhenti merujuk Pluto sebagai sebuah planet.
Tetapi kemudian pengertian planet diubah menjadi:

  •  mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang;
  •  mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik;
  • telah “membersihkan lingkungan” (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya.

Sehingga Pluto dulu masih dianggap sebuah planet, kemudian setelah muncul penggolongan planet kerdil, Pluto menjadi tidak termasuk di dalamnya, dan sayangnya pengertian tentang planet kerdil menjadi salah di beberapa masyarakat bahkan ilmuwan, hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan planet Eris yang dianggap oleh beberapa ilmuwan sebagai planet ke10, sebab planet Eris memiliki ukuran yang lebih besar dari Pluto
Kemudian pada Agustus 2006, IAU mengeluarkan pengertian dwarf planet, yaitu benda langit yang :

  • Mengelilingi matahari atau bintang;
  • mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat);
  • Belum mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya;
  • Bukan merupakan satelit.

Nah, karena itulah sekarang telah ditentukan beberapa planet kerdil, antara lain:
1. Ceres
sebuah planet katai yang terletak di Sabuk Asteroid. Ceres ditemukan pada 1 Januari 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Awalnya saat ditemukan Ceres dianggap sebagai sebuah planet, namun setengah abad kemudian dan selama 150 tahun selanjutnya, Ceres diklasifikasikan sebagai sebuah asteroid. Pada 24 Agustus 2006, Persatuan Astronomi Internasional memutuskan untuk mengubah status Ceres menjadi "planet katai".
Ceres mempunyai massa sebesar 9,45±0,04 × 1020 kg. Dengan diameter sekitar 950 km, Ceres adalah benda angkasa terbesar di sabuk asteroid utama.

2. Pluto
(nama resmi: 134340) adalah sebuah planet katai (dwarf planet) dalam Tata Surya. Sebelum 24 Agustus 2006, Pluto berstatus sebagai sebuah planet dan setelah pengukuran, merupakan planet terkecil dan terjauh (urutan kesembilan) dari matahari.
Pada 7 September 2006, nama Pluto diganti dengan nomor saja, yaitu 134340. Nama ini diberikan oleh Minor Planet Center (MPC), organisasi resmi yang bertanggung jawab dalam mengumpulkan data tentang asteroid dan komet dalam tata surya kita.

3. Haumea
Haumea (pengucapan bahasa Inggris: [haʊˈmeɪə] how-MAY-ə), secara resmi disebut (136108) Haumea dan sebutan sementara (136108) 2003 EL61 adalah planet katai di sabuk Kuiper, secara kasar sekitar sepertiga massa Pluto, ditemukan oleh tim Mike Brown di Caltechdi Amerika Serikat atau J. L. Ortiz et al. dari Instituto de Astrofísica de Andalucía di Observatorium Sierra Nevada di Spanyol (masih merupakan kontroversi). Minor Planet Center menyatakan grup Ortiz sebagai penemu karena merupakan yang pertama mengumumkan obyek tersebut. Pada tanggal 17 September 2008, Haumea diklasifikasikan sebagai planet katai oleh IAU.

4. Makemake
Makemake (pengucapan bahasa Inggris: [ˌmɑːkiːˈmɑːkiː], atau dalam Rapanui [ˈmakeˈmake]), secara resmi disebut(136472) Makemake, adalah planet katai di Tata Surya yang terletak di sabuk Kuiper. Diameter planet katai ini kira-kira sekitar tiga per empat Pluto. Makemake tidak memiliki satelit. Rata-rata suhunya yang sangat rendah (sekitar 30 K) menunjukkan bahwa lapisan Makemake terdiri dari metana, etana dan kemungkinan es nitrogen

5. Eris
Eris (nama resmi: 136199 Eris; sebelumnya dikenal sebagai 2003 UB313 dan juga Xena) adalah sebuah planet katai yang ditemukan pada hari Jumat, 29 Juli 2005 oleh tiga astronom dari Amerika Serikat, Profesor Mike Brown dan koleganya dari Institut TeknologiCalifornia (Caltech), yang juga menemukan beberapa objek-objek serupa planet pada area Sabuk Kuiper.
Awalnya diklaim oleh penemunya sebagai sebuah planet (namun status "planet katai" kemudian diterima), Eris sangat dingin, berbatu-batu dan lebih besar daripada Pluto. Eris diketahui mempunyai sebuah bulan, Dysnomia, yang ditemukan pada 10 September 2005.

6. Planet Kerdil lain
selain kelima planet tersebut, sebenarnya sudah ditemukan pula banyak planet-planet kerdil lainnya yang belum memiliki nama dari manusia. terutama di galaksi-galaksi lain

by : Kristina Andita Pradani/Kristina Andita Kaaro



Silahkan Baca Juga
White Hole, lubang pemberi material dari antah berantah
Galaksi Antannae, galaksi mirip serangga Antannae
Materi Gelap, Materi untuk Menyusun Alam Semesta
Katai Coklat, bintang yang lebih dingin dari suhu ruangan
Komet, Lintang Kemukus yang Menghiasi Langit

Dari blog lain
Isi Surat Perintah 11 Maret
5 Makhluk Mitos/Mitologi
House of Wisom Baghdad, perpustakaan yang hilang
Efesus, Sejarah Kota Indah yang Dipersembahkan Pada Dewi Artemis
Mengenal Kalender Masehi(tahun kelahiran Tuhan kita) dari Zaman Romawi Kuno
Burung Dendang Air

Kamis, 27 Desember 2012

Pengertian Asteroid dan Sabuk Asteroid


Asteroid, pernah disebut sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalamTata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya.
Asteroid pertama yang ditemukan adalah 1 Ceres yang ditemukan pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Kala itu, asteroid disebut sebagai planetoid.
Jadi kalau mau dipersimple, asteroid itu bisa diartikan juga sebagai planet kecil yang beredar mengelilingi matahari dalam satu koloni(sabuk asteroid)
Sudah sebanyak ratusan ribu asteroid di dalam tatasurya kita diketemukan dan kini penemuan baru itu rata-rata sebanyak 5000 buah per bulannya. Pada27 Agustus 2006, dari total 339.376 planet kecil yang terdaftar, 136.563 di antaranya memiliki orbit yang cukup dikenal sehingga bisa diberi nomor resmi yang permanen. Di antara planet-planet tersebut, 13.350
Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta; keduanya memiliki diameter ~ 500 km. Vesta merupakan asteroid sabuk paling utama yang kadang-kadang terlihat oleh mata telanjang (pada beberapa kejadian yang cukup jarang, asteroid yang dekat dengan bumi dapat terlihat tanpa bantuan teknis; lihat 99942 Apophis).
Sabuk asteroid adalah bagian Tata Surya terletak kira-kira antara orbit planet Mars dan Jupiter. Daerah ini dipenuhi oleh sejumlah objek tak beraturan yang disebut asteroid atau planet kerdil. Sabuk asteroid disebut juga sebagai sabuk utama (main belt) untuk membedakan dari konsentrasi planet kerdil lainnya di dalam sistem tata surya, seperti Sabuk Kuiper dan scattered disc
Lebih dari separuh massa sabuk utama terdapat di empat terbesar objek: Ceres, 4 Vesta, 2 Pallas, dan 10 Hygiea. Kesemuanya berdiameter lebih dari 400 km, sementara Ceres, planet kerdil yang ada di sabuk utama memiliki diameter sekitar 950 kilometer. Selebihnya mempunyai berbagai ukuran sampai sekecil partikel debu. Distribusi penyebaran bahan asteroid ini sangat tipis sehingga kapal ruang angkasa dapat melewatinya tanpa celaka. Akan tetapi, ada tabrakan antara asteroid-asteroid besar, yang menghasilkan kumpulan asteroid yang memiliki karakteristik yang mirip (orbital dan komposisi). Tabrakan juga menghasilkan debu yang membentuk komponen utama cahaya zodiak (zodiacal light). Sebuah asteroid di dalam sabuk utama dapat dikategorikan berdasarkan spektrumnya, yang sebagian besar jatuh ke dalam tiga kelompok dasar: karbon (C-type), silikat (S-tipe), dan kaya logam (M-type)


dikumpulkan dan ditulis ulang oleh : Kristina Andita Kaaro/Kristina Andita Pradani

Komet, Lintang Kemukus yang Menghiasi Langit


Pernah melihat yang dinamakan bintang jatuh? Itulah meteor, nah berbeda dengan meteor, komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari, tetapi ia tidak memiliki lintasan sendiri(orbit) dan terkadang lewat dekat dengan bumi sehingga dapat dilihat dengan mata dan tidak jarang kita bingung membedakan antara komet dengan meteor.
Komet berasal dari bahasa Yunani yaitu Kometes yang berarti berambut panjang. Komet juga disebut bintang berekor, yaitu sebuah bintang yang diliputi kabut remang-remang. Kabut itu makin hari makin terlihat panjang seperti ekor bintang sehingga disebut bintang berekor. Orang jawa menyebut dengan istilah lintang kemukus.Komet termasuk keluarga (penyusun) tata surya dan diperkirakan jumlahnya mencapai 100 milyar. Komet sulit dilihat walaupun menggunakan teleskop karena letaknya sangat jauh dan ukurannya sangat kecil.
Atau bisa juga dikatakan bahwa komet itu adalah suatu solar es dan ketika komet berjarak agak dekat matahari, maka mulailah terbentuk ekor komet yang diakibatkan oleh radiasi matahari
Pada Januari 2011dilaporkan terdapat 4.185 komet, sekitar 1.500  Kreutz Sungrazers dan sekitar 484 adalah jangka pendek. Angka ini terus meningkat. Namun, ini hanya mewakili sebagian kecil dari total populasi komet potensial: reservoir tubuh komet-seperti di luar tata surya mungkin nomor satu triliun

Struktur Komet
• Inti
Merupakan bagian terdalam komet yang padat dan super besar yang tersusun dari bongkahan-bongkahan es dan batu serta gas-gas seperti karbon dioksida, karbon monoksida, hydrogen sianida serta etanol dan etana

• Koma
Daerah berkabut yang mirip tirai di sekitar inti

• Lapisan Hidrogen
Lapisan kasat mata yang menyelubungi koma dan bisa berukuran super besar

• Ekor
Gas bercahaya yang ada di bagian paling belakang komet, yah mirip seperti jejak-jejak komet, ekor komet selalu mengarah menjauh dari matahari, contoh mudahnya: seperti kita memegang tisu di depan kipas angin dan anggaplah kipas angin itu adalah matahari, maka ekor tisu pasti akan menjauh dari arah datangnya angin

Jenis-jenis Komet berdasarkan lintasan dan bentuk
Periode lintasan komet itu sebenarnya ada yang panjang dan ada yang pendek, yah sekitar beberapa tahun(pendek) sampai dengan ribuan tahu(panjang) bahkan pernah terllintas di beberapa catatan bahwa ada komet yang terlihat 75.000 tahun sekali, WOW gitu!

• Komet ekor panjang
Komet ini berukuran cukup besar dan memiliki banyak cadangan gas-gas di angkasa, kok bisa? Karena komet ini perputarannya memilih lingkar terjauh dari matahari dan melalui daerah-daerah dingin di luar angkasa serta perputarannya menjadi lebih lambat dan berkesempatan untuk mengemasi banyak gas tersebut.

• Komet ekor pendek
Komet ini ukurannya lebih kecil dan perputarannya lebih pendek sehingga tidak sempat mengemasi gas-gas di udara

Pengertian Bintang(Pengertian Matahari)



Pengertian Bintang(Pengertian matahari)
Pernah melihat bintang-bintang di malam hari? Tentu saja kamu pasti pernah, jumlahnya ratusan yang terlihat di atas sana bukan? Pernahkah kamu berfikir apakah bintang tersebut?
Benda langit yang memancarkan cahayanya sendiri disebut bintang, nah kebanyakan bintang yang kamu lihat di langit malam, adalah matahari dari sejumlah galaksi yang berada di luar sana, matahari di dalam sistem tata surya kita ini juga termasuk salah satunya.
Matahari adalah bola raksasa yang terbentuk dari gas hidrogen dan helium. Matahari termasuk bintang berwarna putih yang berperan sebagai pusat tata surya. Seluruh komponen tata surya termasuk 8 planet dan satelit masing-masing, planet-planet kerdil, asteroid,komet, dan debu angkasa berputar mengelilingi Matahari.
Matahari berbentuk bola yang berpijar dengan senyawa penyusun utama berupa gas hidrogen (74%) dan helium (25%) terionisasi.
Senyawa penyusun lainnya terdiri dari besi, nikel, silikon, sulfur, magnesium, karbon, neon, kalsium, dan kromium. Cahaya Matahari berasal dari hasil reaksi fusi hidrogen menjadi helium.
Berdasarkan penghitungan menggunakan Hukum Newton dengan melibatkan nilai kecepatan orbit Bumi, jarak Matahari, dan gaya gravitasi, diperoleh massa Matahari sebesar 1,989x1030 kilogram. Angka tersebut sama dengan 333.000 kali massa Bumi. Sementara itu, diameter Matahari adalah 1.392.000 kilometer atau 865.000 mil, sama dengan 109 kali diameter Bumi. Sebagai perbandingan, sebanyak 1,3 juta planet seukuran Bumi dapat masuk ke dalam Matahari.
Oleh karena itu, Matahari menjadi obyek terbesar di tata surya dengan massa mencapai 99,85% dari total massa tata surya.
Gaya gravitasi di Matahari sebanding dengan 28 kali gravitasi di Bumi. Secara teori hal tersebut berarti bila seseorang memiliki berat 100 kg di Bumi maka bila berjalan di permukaan Matahari beratnya akan terasa seperti 2.800 kg.
Gravitasi Matahari memungkinkannya menarik semua komponen-komponen penyusunnya membentuk suatu bentuk bola sempurna. Gravitasi Matahari jugalah yang menahan planet-planet yang mengelilinginya tetap berada pada orbit masing-masing. Pengaruh dari gravitasi Matahari masih dapat terasa hingga jarak 2 tahun cahaya

Struktur Matahari
• Inti Matahari
Namanya juga inti, maka inti matahari adalah daerah yang paling dalam dari matahari, nah kalau daerah terluarnya saja sudah panas, apalagi dalamnya?? Pantas saja suhu di sini bisa mencapai 15 juta derajat celcius!! Di dalam inti matahari inilah terjadi reaksi fusi nuklir pembakaran helium menjadi hydrogen yang menghasilkan sinar gamma dan neutrino(partikel dasar dengan massa super kecil) dan dibawa keluar melalui radiasi.

• Zona Radiatif
Zona kedua dari inti matahari, zona inilah yang menyelubungi inti matahari dan bersuhu antara 2-7 juta derajat celcius, ‘agak’ dingin nih sehingga tidak memungkinkan terjadinya reaksi fusi nuklir

• Zona Konvektif
Setalah Zona Radiatif, ada pula selubung lain bernama Zona konvektif, karena letaknya jauh dari inti bumi dan menyelubungi zona radiatif, zona ini bersuhu 2 juta derajat celcius sehingga atom-atom dari inti matahari mengalami penurunan kecepatan

• Fotosfer
Zona berikutnya setelah zona konvektif, suhunya kembali mengalami penurunan, yaitu menjadi 5.500 derajat celcius dan kalau matahari kita, zona fotosfernya kurang lebih mencapai 500 km

• Kromosfer
Kromosfer adalah bagian yang menyelubungi fotosfer, nggak gampang untuk melihat warna merah kromosfer yang diakibatkan banyaknya helium di sana, soalnya cahaya dari fotosfer menutupi lapisan ini seolah tidak pernah ada, tetapi pada saat gerhana matahari, barulah kita bisa melihat kromosfer matahari.

• Korona/Corona
Zona terluar dari matahari yang berwarna putih, sama seperti kromosfer, korona kalau nggak saat gerhana matahari, nggak bisa dilihat, sekalipun lapisan terluar matahari, suhu di sana bisa mencapai kira-kira 4-5 juta derajat celcius

Gerak Matahari
• Rotasi
Sama seperti bumi, matahari juga berputar pada tempatnya dan satu putarannya sama dengan 27 hari, hmm berarti 27 hari di bumi sama dengan satu hari di matahari, tapi sapa coba yang mau di matahari? Kalau di matahari department store sih nggak apa-apa, hehehe
• Revolusi
Matahari dalam hal ini berperan sebagai pemimpin dari benda-benda di orbitnya(benda langit yang terkena gravitasinya yang kurang lebih sejauh 2 tahun cahaya) untuk mengelilingi Bimasakti dank arena jauhnya inti Bimasakti, maka satu putaran membutuhkan 230 juta tahun.

Peristiwa yang terjadi di Matahari
• Prominensa
Matahari memiliki medan magnet yang tidak merata di setiap bagiannya. Berbeda dengan Bumi yang padat sehingga medan magnetnya konstan. Meski Matahari tetap memiliki kutub utara dan selatan, namun akibat rotasi serta medan magnet yang ada dimana-mana dan tidak stabil, mengakibatkan terjadinya sunspot. Bila terdapat sunspot, berarti ada medan magnet Matahari yang masuk atau atau keluar dengan membawa plasma. Karena terbentuknya di beberapa tempat, mengakibatkan terjadinya tabrakan dan jadilah prominensa. Saat prominensa ini putus atau saling bertabrakan lagi, akan terbentuk flare.
Sunspot atau lebih dikenal dengan bintik hitam Matahari, memiliki diameter sekitar 50,000 km, yang artinya lebih besar daripada diameter Bumi. Suhu pada sunspot lebih dingin dibandingkan yang bagian lain yaitu kurang lebih 3800 K. Hal itu yang menyebabkan sunspot berwarna gelap. Jumlah sunspot pada Matahari tidak konstan setiap saat. Kenampakan sunspot pada umumnya dalam orde minggu atau bahkan kurang.
Bentuknya yang mirip loop atau pita yang dikibaskan, membuat prominensa lebih dikenal dengan nama lidah api Matahari. Meski berada di fotosfer, namun panjangnya bisa melewati korona. Prominensa terpanjang yang pernah teramati oleh SOHO pada tahun 1997 mencapai 350,000 km, atau sebanding dengan 28 kali diameter Bumi. Kala hidup prominensa ini bisa mencapai 5 bulan. Dari hasil pengamatan, sepertiga dari prominensa muncul 3 minggu setelah terbentuknya sunspot. Berbeda dengan sunspot yang bergerak menuju ekuator, prominensa bergerak menuju kutub.

• Bintik Matahari
Bintik matahari adalah suatu titik yang terjadi di luar permukaan matahari dan jika difoto, maka akan tampak seperti noda, bintik ini terjadi saat medan magnet matahari menembus fotosfer dan suhu di sana mencapai 2.200 derajat celcius, meski dikatakan bintik, tetapi ukurannya bisa lebih besar dari bumi!

• Angin Matahari
Angin Matahari terbentuk aliran konstan dari partikel-partikel yang dikeluarkan oleh bagian atas atomosfer Matahari, yang bergerak ke seluruh tata surya

• Badai Matahari
Badai Matahari terjadi ketika ada pelepasan seketika energi magnetik yang terbentuk di atmosfer Matahari.  Plasma Matahari yang meningkat suhunya hingga jutaan Kelvin beserta partikel-partikel lainnya berakselerasi mendekati kecepatan cahaya. Total energi yang dilepaskan setara dengan jutaan bom hidrogen berukuran 100 megaton

Penelitian di Matahari
Kok bisa tahu semua informasi itu? Tentu saja ada ilmuwan, astronom, dan kawan-kawannya(sponsor yang menyediakan dana :) ) yang melakukan penelitian terhadap matahari, ini beberapa contohnya:
• Pioneer 4
3 Maret 1959, Pioneer 4 menjadi kebanggaan saat berhasil mengorbit cukup dekat dengan matahari dan membawa hasil memuaskan terhadap penelitian matahari, keberhasilan ini disusul pula dengan peluncuran Pioneer yang berikutnya sampai ke Pioneer 9, melalui Apolo Telescope Mount (ATM) manusia menjadi mendapat ratusan gambar terhadap penelitian matahari
• Helios 1
10 Desember 1974, Helios mencapai 47 juta km matahari dan berhasil mengumpulkan data penelitian lebih lanjut tentang matahari

• Helios 2
16 Januari 1976, melanjutkan misi dari Helios 1

• Solar Maximum Mission
14 Februari 1980, tugas dari SMM ini adalah meneliti tentang bintik matahari

• Ulysses
6 Oktober 1990, pesawat ulang alik ini dikirim untuk meneliti kutub-kutub matahari

• Solar and Heliospheric Observatory (SOHO)
12 Desember 1995, SOHO bertugas mengumpulkan data struktur internal, proses fisik yang terjadi, serta pengambilan gambar dan diagnosis spektroskopis Matahari.

• Stereo
26 Oktober 2006, Solar Dynamics Observatory Mission diperkirakan akan mengorbit untuk mempelajari dinamika Matahari yang meliputi aktivitas Matahari, evolusi atmosfer Matahari, dan pengaruh radiasi Matahari terhadap planet-planet lain.

• Roket
Di tahun 2012 ini, NASA dikabarkan meluncurkan roket selama 6 menit untuk meneliti sinar radiasi matahari besera hal-hal lain mengenai matahari, yah hal ini ditempuh katanya sih agar biaya penelitian lanjutan ini menjadi lebih murah


Oleh : Kristina Andita Kaaro

Sang Pialang the movie


Sesuai dengan namanya, film ini menceritakan tentang kisah dua orang sahabat yang sama-sama menjadi pialang(orang yang bekerja dalam lalu lintas bursa saham) yaitu Mahesa(Arbimana Aryasatya) dan Kevin(Christian Sugiono)
Dalam hal bekerja, Mahesa lebih suka bekerja secara jujur sementara Kevin tidak mengikuti cara sahabatnya tersebut karena dianggap kurang efektif, tetapi justru kerja Mahesa lah yang sering mendapat pujian dari Rendra(Pierre Gruno) ayah Kevin dan membuat Kevin iri dan persahabatan mereka pun mulai retak, ditambah lagi dengan masalah cinta segitiga antara mereka berdua dengan Analea(Kamidia Radisti) yang diaku-aku sebagai pacar Kevin saat pesta perayaan atas posisi baru Kevin dan Analea sendiri bingung, sebab ia lebih mencintai Mahesa, sayangnya Mahesa tidak menunjukkan-tanda-tanda cintanya pada Analea.
Karena Kevin semakin iri dengan Mahesa, maka Kevin berusaha menunjukkan dirinya dengan bekerja sekeras mungkin untuk perusahaan ayahnya, tetapi situasi semakin buruk akibat dari sifat Kevin yang kurang jujur.
Sementara itu, Mahesa menjadi kurang akur dengan ayahnya, sebab ayahnya mengharapkan Mahesa menjadi arsitek dan bahkan ketika Mahesa menganjurkan ayahnya menanam modal, ayahnya terus menolak sampai suatu saat, ayahnya mau menuruti Mahesa, eh akibat nggak ngerti banyak tentang saham dan sebagainya, ayah Mahesa jatuh sakit dan marah besar pada Mahesa sampai tidak mau ditemui Mahesa.
Lha terus bagaimana kelanjutannya? Tonton aja filmnya di tahun 2013
:)