Senin, 25 Februari 2013

Jenis-jenis Tanah di Indonesia



Beberapa jenis tanah yang ada di Indonesia:
1. Tanah Organik
Disebut juga tanah gambut atau tanah organosol atau juga histosol, terbentuk tatkala bagian-bagian tumbuhan yang luruh terhambat pembusukannya, biasanya di lahan-lahan berawa, karena kadar keasaman yang tinggi atau kondisi anaerob di perairan setempat.; oleh sebab itu, kandungan bahan organiknya tinggi, volume gambut di seluruh dunia diperkirakan sejumlah 4 trilyun m³, yang menutupi wilayah sebesar kurang-lebih 3 juta km² atau sekitar 2% luas daratan di dunia, dan mengandung potensi energi kira-kira 8 miliar terajoule banyak ditemukan di Sumatera, Kaliamantan dan Papua. Cocok untuk perkebunan

2. Tanah Grumusol
tanah yang terbentuk dari material halus berlempung. Jenis tanah ini berwarna kelabu hitam dan bersifat subur. Ada di daerah Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara dan Maluku

3. Tanah Latosol
Tanah yang banyak mengandung zat besi dan aluminium.Tanah ini sudah sangat tua sehingga kesuburannya rendah. Warna tanahnya merah hingga kuning sehingga sering disebut tanah merah. Pembentukannya berasal dari batuan beku, sedimen dan metamorf(yang sudah lama lapuk) cocok untuk palawijaya, tetapi penggunaannya dapat menjadi sawah apabila tersedia banyak air.

4. Tanah Andosol
Tanah yang berasal dari abu gunung api. Tanah andosol terdapat di lereng-lereng gunung api, contohnya di lereng gunung merapi, lereng gunung semeru, lereng gunung Krakatau, dll, selain abu vulkanik, rupanya tanah ini dipengaruhi oleh tuff. Penggunaan lahan biasanya dijadikan pertanian sayuran dan perkebunan.

5. Tanah Aluvial
Tanah yang berasal dari endapan lumpur halus atau material halus hasil dari pengendapan sungai, biasanya ditemukan di daerah dataran rendah dan di daerah sepanjang sungai, misalnya dekat sungai Bengawan Solo, sungai Mahakam, Sungai Musi, dll.

6. Tanah Podsol
Tanah yang teksturnya berupa pasir, kandungan bahan organiknya tidak banyak dan tidak sedikit(tetapi tetap cukup subur) Tanah ini terbentuk dari lapuknya batuan induk akibat pengaruh panas. Dapat ditemukan di sepanjang sungai-sungai besar Sumatera, Kalimantan dan Irian



Silahkan baca Juga:
White Hole, lubang pemberi material dari antahberantah
Galaksi Antannae, galaksi mirip serangga Antannae
Galaksi Komet, galaksi yang menelantarkan bintang-bintangnya
Materi Gelap, materi penyusun alam semesta
5 Pulau Unik Alami di Indonesia
5 Kerusakan Bumi Akibat Benda Langit

Dari Blog Lain :
Dewi Venus, penguasa Jumat
Merkurius, dewa pencipta lira
Isi Surat Perintah 11 Maret
Kota Smirna, kota yang fanatik pada Roma
5 Penyakit Ganas yang Hampir Tanpa Tanda
5 Mahkluk Mitos/Mitologi
Burung Dendang Air
Semua Dipanggil Sedikit yang Dipilih

Sabtu, 23 Februari 2013

Planet Venus, si bintang fajar

Pengertian Planet Venus
Venus mengorbit selama 224,7 hari Bumi. Planet ini dinamai dewi cinta Romawi dan keindahan.  Setelah Bulan, ini merupakan obyek alami terang di langit malam, mencapai magnitudo tampak dari -4.6, cukup terang untuk melemparkan bayangan.  elongasi maksimum mencapai 47,8 °. Venus mencapai kecerahan maksimum sesaat sebelum matahari terbit atau segera setelah matahari terbenam, yang untuk alasan ini telah disebut oleh budaya kuno sebagai Bintang Fajar atau Bintang Sore. Pada bujur fisik fitur Venus dinyatakan relatif terhadap para meridian utama.
meskipun Venus hampir dua kali jarak Merkurius ke Matahari dan dengan demikian hanya menerima 25% dari radiasi matahari Merkurius. Permukaan Venus sering digambarkan sebagai neraka. Studi telah menunjukkan bahwa miliaran tahun yang lalu, suasana Venus jauh lebih mirip Bumi daripada sekarang, dan bahwa mungkin ada jumlah besar air cair di permukaan, namun, setelah periode 600 juta hingga beberapa miliar tahun, planet ini mulai kehilangan airnya, tetapi beberapa ilmuwan masih menganggap bahwa di Venus terdapat bagian yang tidak terkena sinar matahari dan ceruk-ceruk yang masih dapat dihuni.

Struktur planet Venus
Diameter Venus adalah 12.092 km (hanya 650 km kurang dari bumi) dan massanya adalah 81,5% dari massa bumi. Kondisi pada permukaan Venusian sangat berbeda dari bumi, karena atmosfernya padat karbon dioksida. Massa dari atmosfer Venus adalah 96,5% karbon dioksida, dengan sebagian besar sisanya 3,5% adalah nitrogen. Ia tidak memiliki siklus karbon untuk mengunci karbon kembali ke permukaan batu. Venus mungkin telah memiliki lautan di masa lalu, tetapi ini akan menguap karena suhu naik karena efek rumah kaca.
Sekitar 80% dari permukaan Venus ditutupi oleh dataran vulkanik, yang terdiri dari 70% dataran dengan pegunungan dan dataran kerut halus atau lobate 10%
Tanpa data seismik atau pengetahuan dari momen inersia, informasi yang langsung tersedia masih sedikit tentang struktur internal dan geokimia dari Venus, kesamaan dalam ukuran dan kepadatan antara Venus dan Bumi menunjukkan mereka berbagi struktur internal yang sama:. Inti, mantel , dan kerak. Seperti yang Bumi, inti Venus setidaknya sebagian cair karena dua planet telah mengalami pendinginan pada tingkat yang sama.
Perbedaan utama antara dua planet adalah kurangnya bukti untuk lempengan tektonik di Venus, mungkin karena kerak terlalu kuat untuk merampas air sehingga membuatnya kurang cair.

dll tentang planet Venus
Semua planet dari orbit tata surya Matahari dalam arah berlawanan arah jarum jam seperti yang dilihat dari atas kutub utara matahari. Kebanyakan planet juga berputar pada sumbu mereka dalam arah berlawanan arah jarum jam, namun Venus berputar searah jarum jam (disebut "retrograde" rotasi) bumi sekali setiap 243 hari-periode rotasi planet paling lambat apapun. Ekuator permukaan Venus berputar pada 6,5 km / jam, sedangkan pada kecepatan bumi rotasi di khatulistiwa adalah sekitar 1.670 km / jam.


Silahkan baca Juga:
White Hole, lubang pemberi material dari antahberantah
Galaksi Antannae, galaksi mirip serangga Antannae
Galaksi Komet, galaksi yang menelantarkan bintang-bintangnya
Materi Gelap, materi penyusun alam semesta
5 Pulau Unik Alami di Indonesia
5 Kerusakan Bumi Akibat Benda Langit

Dari Blog Lain :
Dewi Venus, penguasa Jumat
Merkurius, dewa pencipta lira
Isi Surat Perintah 11 Maret
Kota Smirna, kota yang fanatik pada Roma
5 Penyakit Ganas yang Hampir Tanpa Tanda
5 Mahkluk Mitos/Mitologi
Burung Dendang Air
Semua Dipanggil Sedikit yang Dipilih

3 Faktor Penyebab Gempa (alami)


3 Faktor Penyebab Gempa (alami)
1. Gempa Tektonik
Gempa yang terjadiakibat pergerakan tektonik (retakan dan patahan) secara mendadak. Hal ini terjadi apabila terjadi pergeseran di dalam lempeng-lempeng tektonik, sebagian besar gempa di muka bumi terjadi akibat aktivitas tektonik. Apabila terjadi di bawah laut, maka akan menimbulkan gelombang berkecepatan kira-kira 800 km/jam.

2. Gempa Vulkanik
Gempa yang terjadi akibat aktivitas vulkanisme yang biasanya juga diiringi meletusnya gunung berapi, getarannya cenderung tidak lebih kuat daripada gempa tektonik dan area yang terkena gempa hanya di sekitar gunung berai tersebut.

3. Gempa Runtuhan
Gempa yang terjadi akibat runtuhnya tanah yang di bawahnya terdapat banyak rongga-tongga, misalnya di daerah kapur yang banyak terdapat gua-gua dan sungai bawah tanah, dan daerah pertambangan atau penggalian bahan tambang

Jumat, 22 Februari 2013

Merkurius, planet panas yang memiliki es

Pengertian Planet Merkurius
Merkurius mempunyai banyak kawah dan juga tidak mempunyai satelit alami serta atmosfer. Merkurius mempunyai inti besi yang menciptakan sebuah medan magnet dengan kekuatan 0.1% dari kekuatan medan magnet bumi. Suhu permukaan dari Merkurius berkisar antara 90 sampai 700 Kelvin (-180 sampai 430 derajat Celcius). Bangsa Romawi menamakan planet ini dengan nama salah satu dari dewa mereka, Merkurius (dikenal juga sebagai Hermes pada mitologi Yunani dan Nabu pada mitologi Babilonia).Di Cina kuno, Mercury dikenal sebagai Chen Xing (辰星), Star Hour. Ini dikaitkan dengan arah utara dan fase air di Xing Wu mitologi Hindu Budha menggunakan nama untuk Merkurius, dan dewa ini dianggap memimpin hari Rabu, Dalam astronomi India kuno, Siddhanta Surya, sebuah teks astronomi India abad ke-5, memperkirakan diameter Merkurius sebagai 3.008 mil, kesalahan kurang dari 1% dari diameter saat diterima dari 3.032 mil (4.880 km). Perkiraan ini didasarkan pada dugaan akurat dari diameter sudut planet sebagai 3,0 arcminutes. Dalam astronomi Islam abad pertengahan, astronom Andalusia Abū Ishaq Ibrahim al-Zarqālī pada abad ke-11 menggambarkan relatif kecil dari orbit geosentris Merkurius sebagai oval, seperti telur atau Pignon, meskipun pemahaman ini tidak mempengaruhi teori astronomi atau perhitungan astronomi.  Pada abad ke-12, Ibnu Bajjah mengamati "dua planet sebagai bintik hitam di muka Matahari.
Lambang astronomis untuk merkurius adalah abstraksi dari kepala Merkurius sang dewa dengan topi bersayap di atas caduceus. Orang Yunani pada zaman Hesiod menamai Merkurius Stilbon dan Hermaon karena sebelum abad ke lima sebelum masehi mereka mengira bahwa Merkurius itu adalah dua benda antariksa yang berbeda, yang satu hanya tampak pada saat Matahari terbit dan yang satunya lagi hanya tampak pada saat Matahari terbenam.

Struktur Merkurius
Diameter sebesar 4879 km, luas permukaannya sebesar 7,48×107 km² 0,108 Bumi, volumenya kira-kira 6,083×1010 km³ 0,054 Bumi dan memiliki gravitasi 3,7 m/s² Jarak merkurius ke matahari 57 juta km, dan jarak Merkurius dengan Bumi 92 juta km. Merkurius berotasi dengan kecepatan 10,892 km/j
Merkurius terdiri dari 70% logam dan 30% silikat serta mempunyai kepadatan sebesar 5,43 g/cm3 Mantel setebal 600 km menyelimuti inti Merkurius dan kerak dari Merkurius diduga setebal 100 sampai 200 km. Permukaan merkurius mempunyai banyak perbukitan yang kurus, beberapa mencapai ratusan kilometer panjangnya.suhu di sekitar merkurius dapat mencapai sekitar 2500 sampai 3500 Kelvin dan mungkin mencapai 10000 Kelvin.
Tetapi sepanas-panasnya planet ini, pernah diduga bahwa ada bagian yang dingin di planet ini, mirip Bumi yang memiliki Antartika, planet ini pun memiliki kutub yang dingin bahkan memungkinkan adanya es, hal ini dikarenakan tempat adanya es ini tidak pernah terkena sinar  matahari, suhunya berada jauh di bawah 0 derajat celcius
Meskipun ukurannya yang kecil dan lambat 59-hari-panjang rotasi, Merkurius memiliki medan, signifikan, dan tampaknya global yang magnetik. Menurut pengukuran yang dilakukan oleh Mariner 10, itu adalah sekitar 1,1% sekuat bumi. Kekuatan medan magnet di ekuator Mercurian adalah sekitar 300 nT. Ada kemungkinan bahwa ini medan magnet yang dihasilkan oleh cara efek dinamo, dengan cara yang mirip dengan medan magnet bumi

dll tentang Planet Merkurius
Data sains dari wahana NASA yang mengorbit Planet Merkurius, MESSENGER (MErcury Surface, Space ENvironment, GEochemistry, and Ranging), memberi petunjuk bahwa planet ini pernah memiliki lautan magma.Mereka mengindentifikasi adanya dua komposisi batu yang berbeda di permukaan planet.tim dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mencipta ulang dua tipe batu tersebut di laboratorium. Masing-masing batu kemudian dipaparkan dengan temperatur dan tekanan tinggi untuk menstimulasi proses geologi yang beragam. Dari hasil percobaan, para peneliti menyadari hanya ada satu fenomena untuk menghasilkan dua komposisi tersebut dalam lautan magma. Meski nantinya akan ada perubahan kesimpulan melalui penelitian-penelitian lain, studi ini akan menjadi kerangka awal pemikiran dari data yang baru.



Silahkan baca Juga:
White Hole, lubang pemberi material dari antahberantah
Galaksi Antannae, galaksi mirip serangga Antannae
Galaksi Komet, galaksi yang menelantarkan bintang-bintangnya
Materi Gelap, materi penyusun alam semesta
5 Pulau Unik Alami di Indonesia
5 Kerusakan Bumi Akibat Benda Langit

Dari Blog Lain :
Merkurius, dewa pencipta lira
Isi Surat Perintah 11 Maret
Kota Smirna, kota yang fanatik pada Roma
5 Penyakit Ganas yang Hampir Tanpa Tanda
5 Mahkluk Mitos/Mitologi
Burung Dendang Air
Semua Dipanggil Sedikit yang Dipilih

Minggu, 17 Februari 2013

Rasi Bintang(konstelasi bintang), berguna nan rumit

Pegertian Rasi Bintang (konstelasi Bintang)
Pengelompokan bintang-bintang menjadi rasi bintang sebenarnya cukup acak, dan kebudayaan yang berbeda akan memiliki rasi bintang yang berbeda pula, sekalipun beberapa yang sangat mudah dikenali biasanya seringkali ditemukan, misalnya Orion atau Scorpius.
Himpunan Astronomi Internasional telah membagi langit menjadi 88 rasi bintang resmi dengan batas-batas yang jelas, sehingga setiap arah hanya dimiliki oleh satu rasi bintang saja.

Tentang penemuan Rasi Bintang
1. Pada belahan bumi (hemisfer) utara, kebanyakan rasi bintangnya didasarkan pada tradisi Yunani, yang diwariskan melalui Abad Pertengahan, dan mengandung simbol-simbol Zodiak. Hanya ada informasi terbatas pada konstelasi Yunani asli. Beberapa bukti yang ditemukan di Hesiod, astronomi Yunani pada dasarnya mengadopsi sistem Babel tua di era Helenistik, pertama kali diperkenalkan ke Yunani oleh Eudoxus dari Cnidus pada abad ke-4 SM. Karya asli dari Eudoxus hilang, tetapi bertahan sebagai bentuk diversifikasi oleh Aratus, dating ke abad ke-3 SM. Karya-karya yang ada yang paling lengkap yang berhubungan dengan asal-usul mitos rasi bintang yang oleh penulis Helenistik disebut pseudo-Eratosthenes dan penulis Romawi awal gaya pseudo-Hyginus.

2. Catatan sejarah tertua mengenai daftar rasi bintang ditemukan dalam kisah penciptaan dari tahun 650 SM. Legenda ini disalin dalam cuneiform (tulisan paku) dari naskah yang lebih tua lagi. Semenjak saat tersebut, referensi terus diberikan pada legenda-legenda rasi bintang dalam tulisan sastra dan historis. Landasan pembagian rasi bintang modern ditemukan dalam daftar 48 rasi bintang yang dibuat oleh Ptolomeus sekitar tahun 150 M. Daftar berikut berdasarkan tulisan penerus Ptolomeus, terutama Hipparchus.

3.  Tradisi Sumeria Zaman Perunggu Awal. The Zodiac klasik merupakan produk revisi dari sistem Babilonia Lama di kemudian Neo-Babilonia abad 6 SM astronomi. Pengetahuan tentang zodiak Neo-Babilonia juga tercermin dalam Alkitab Ibrani. EW Bullinger menafsirkan makhluk muncul dalam kitab Yehezkiel (dan dari situ dalam Wahyu) sebagai tanda-tanda tengah empat perempat dari zodiak

4. Dalam astronomi Cina klasik, langit utara dibagi geometris, menjadi lima "kandang" dan dua puluh delapan rumah-rumah di sepanjang ekliptika tersebut, dikelompokkan ke dalam Empat Simbol dari tujuh asterisms masing-masing. The 28 bulan rumah-rumah adalah salah satu yang paling penting dan juga struktur yang paling kuno di langit China, dibuktikan dari abad ke-5 SM.

Fungsi Rasi Bintang

  • Rasi bintang Pari/Gubuk Penceng
    Fungsi: petunjuk ke arah selatan
  • Rasi bintang Biduk/Pedati Sungsang/Beruang Besar/Bintang Tujuh
    Fungsi: petunjuk ke arah utara
  • Rasi bintang Waluku
    Fungsi: para petani mulai menggarap sawah / tanahnya
  • Rasi bintang Kalajengking
    Fungsi: petunjuk ke arah tenggara


Silahkan baca Juga:
White Hole, lubang pemberi material dari antahberantah
Galaksi Antannae, galaksi mirip serangga Antannae
Galaksi Komet, galaksi yang menelantarkan bintang-bintangnya
Materi Gelap, materi penyusun alam semesta
5 Pulau Unik Alami di Indonesia
5 Kerusakan Bumi Akibat Benda Langit

Dari Blog Lain :
Isi Surat Perintah 11 Maret
Kota Smirna, kota yang fanatik pada Roma
5 Penyakit Ganas yang Hampir Tanpa Tanda
5 Mahkluk Mitos/Mitologi
Candi Ratu Baka, keraton yang terlupakan
Burung Dendang Air
Semua Dipanggil Sedikit yang Dipilih